
Malam hari Arion pergi kekediaman Anderson untuk menjemput Azka
"Eh Arion, ada apa?" tanya Abraham yang melihat Arion datang
"Eh nggak Om, cuman mau ngajak Azka keluar" ucap Arion
"Jangan Om dong panggil Dady" ucap Abraham
"Eh iya Dad"
Saat Arion mengobrol datanglah Danu dan Sasa
"Eh lu dateng Yon" sapa Danu
"Eh Arion kamu dateng, kamu mau ngajak aku kemana?" ucap Sasa dengan PD nya
"Nggak gw cuman..." belum Arion menyelesaikan ucapannya datang dua polisi
"Maaf Tuan, kami datang tidak memberi tahu anda" ucap salah satu polisi
"Iya, tidak masalah, bagaimana?" tanya Abraham mempersilahkan kedua polisi tersebut
"Begini Tuan, kami dari pihak kepolisian sudah berusaha mencari keberadaan Nyonya Anadia, namun sampai sekarang tidak ada yang bisa melacak dan mencarinya" jelas Polisi
"Tapi tolong tetep usahakan untuk mencarinya" ucap Abraham
"Baik Tuan, kalau begitu kami permisi" pamit kedua polisi lalu pergi meninggalkan kediaman Anderson
"Dad, bagaimana dengan Momy?" tanya Sasa sedih
"Kita serahkan saja pada pihak kepolisian" ucap Abraham pada Sasa
"Maaf Dad, ada apa?" tanya Arion pada Abraham
"Momy Anadia sudah hilang selama 3 hari tidak ada kabar dan jejak apapun" jawab Abraham
"Apa ada hubungannya dengan Azka" batin Arion
"Arion tolong bantu aku mencari Momy" pinta Sasa pada Arion bergelayut manja dilengan Arion
Abraham yang melihat Sasa menjadi risih tapi tidak dengan Danu karna ia sudah terbiasa melihat Sasa seperti ini pada Arion disekolah
Taklama turunlah Azka, saat Azka turun Arion langsung menghempaskan tangan Sasa dan berdiri menghampiri Azka
"Jalan sekarang?" tanya Arion
"Hmmm" dehem Azka
Sasa melihat Azka dengan tatapan sinis
"Lo udah ngerebut Arion dari gw, lihat apa yang akan gw lakuin ke lo" batin Sasa menatap sinis Azka
"Dek, Yon lu berdua mau pergi kemana?" tanya Danu
"Bukan urusan lu" jawab Azka datar lalu pergi
"Kami permisi" pamit Arion
Saat dimobil Azka hanya diam menatap luar jendela
"Ka, lu kenapa?" tanya Arion
"Nggak" jawab Azka ketus
"Marah? karna Sasa?" tanya Arion
"Nggak"
"Iya" jawab Azka tersenyum manis pada Arion
Deg jantung Arion sejenak berhenti melihat senyum manis Azka
"Aduh senyumnya bikin gw meleleh" batin Arion
"Arion kamu kenapa?" tanya Azka
"Eh..enggak, aku nggak papa kok" elak Arion "Mau kemana nih?" tanya Arion
"Ke mall aja dulu" jawab Azka
Saat dimall Azka berbelanja baju yang tentunya serba hitam
"Kamu kenapa sih, kalau pakek baju hitam mulu, nggak ada warna lain apa" cobir Arion
"Nggak" jawab Azka santai
"Udah, aku yang pilih, nih buat kamu pasti cocok" ucap Arion memberikan Azka hodie berwarna pink
"Pink?" tanya Azka
"Iyalah kamu kan cewe, pasti cocok"
"Terserah kamu" ucap Azka pasrah
"Sekarang ikut aku" tarik Arion menuju toko perhiasan untuk mengambil pesanannya
"Eh tuan Arion, mau ambil pesanan? ini barangnya sudah siap" ucap manager toko memberikan pesanan Arion
"Makasih"
Arion lalu mengambilnya dan memakaikannya pada leher Azka, Azka hanya menurut apa yang dilakukan Arion
"Kalung? kenapa?" tanya Azka memegang kung berbandul bulan yang dilingkarkan dileher Azka
"Iya kalung, kamu bulannya aku mataharinya, jadi kita saling melengkapi" tutur Arion yang membuat Azka tersenyum manis padanya
"Ish kamu jangan senyum kalo ditempat umum" ucap Arion menutup mulut Azka
"Kenapa?" tanya Azka
"Itu lihat semua pada ngeliatin kamu, kamu boleh senyum kalau lagi sama aku aja" jelas Arion
"Hmm iya" jawab Azka kembali kemode datar
Para pengunjung mall yang melihat kedekatan Arion dan Azka menjadi iri dan ingin memiliki pasangan seperti Arion
"Yaudah yok, kemana kita?" ajak Arion
"Arena balap" jawab Azka
"Beneran?" tanya Arion
"Iya"
"Yaudah ayok" ucap Arion menggandeng tangan Azka
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸