THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
35



Dimansion keluarga Robertson


"Arion, Ayah sama Bunda mau bicara sebentar" ucap Robertson


"Iya Ayah" jawab Arion menurut


"Arion, Sayang Ayah dan Bunda akan menjodohkan kamu dengan rekan kerja Ayah" tutur Bunda Arion


Arion yang mendengar hanya diam mematung


"Ke...ke..kenapa?" tanya Arion terkejut


"Karna dia anak baik baik sayang, Bunda sudah mendengarnya dari Ayahnya" ucap Bunda Arion


"Tapi Bunda, aku tidak mengenalnya" tolak Arion secara halus


"Kau akan mengenalnya lebih dekat setelah menikah sayang" tutur Bunda Arion


"Tapi Arion tidak...." belum Arion melanjutkan ucapannya langsung dipotong oleh Ayahnya


"Tidak ada penolakan, pernikahan kalian akan diadakan satu minggu lagi" ucap Robertson menatap tajam Arion


Arion hanya bisa pasrah dengan keputusan kedua orang tuanya


"Baiklah Arion setuju tapi Arion punya satu permintaan" ucap Arion pasrah dan meuntut syarat


"Apa?" tanya Ayahnya


"Arion tidak mau pernihakan Arion diadakan secara besar besaran, Arion mau pernihakan hanya dihadiri kedua keluarga, dan setelah kami menikah, pernikahan kami harus dirahasiakan" tutur Arion


"Baiklah itu tidak masalah" ucap Roberson menyetujui permintaan Arion


🌝


Pagi hari Azka bangun dan tersadar bahwa dirinya masih ada dimarkasnya, ia langsung bersiap menuju sekolahnya, saat ia turun ia sudah ditunggu oleh Justin, Carlet dan Ayyara


"Dek, lu semalem kenapa?" tanya Ayyara


"Iya Ka, lu kenapa?" tanya Carlet


"Nggak, gw gpp" ucap Azka


"Nggak kenapa kenapa tapi pingsan" cibir Justin


"Lu mau tetep hidup atau...." ucap Azka pada Justin menggantung kata katanya


"Eh kaga kaga masih pengeh hidup gw" ucap Justin ngerap


"Bagus, lu cari dan tangkap dia" ucap Azka serius menunjukkan foto Anadia


"Dia bukan nyokap gw" ucap Azka dingin nan datar membuat Carlet langsung bungkam "Tangkap dia dalam keaadan hidup" imbuh Azka lalu pergi kesekolahnya


"Kebiasaan tuh bocah main pergi pergi aja" kesal Justin


"Udah lu mending laksanain tuh perintah, gw mau ngurus kantor" ucap Ayyara lalu pergi


"Iya gw juga tau kali" kesal Justin


Disekolah Azka langsung masuk kedalam kelas tanpa dihukum karna pagi ini Azka berangkat lebih awal dari biasanya, ia langsung duduk dibangkunya disebelah Arion


"Weh kesambet apaan lu dateng pagi" ejek Abila


"Iya nape lu?" imbuh Angela


"Bacod" ucap Azka singkat hendak tidur, namun saat akan mempersiapkan tidurnya Danu menghampiri Azka


"Dek, lu kenapa semalem nggak balik?" tanya Danu


"Bukan urusan lu" jawab Azka langsung menelungsupkan kepalanya diantara kedua tangannya tidur


"Kenapa? Apa Azka nggak setuju dengan keputusan Dady?" batin Danu menatap Azka (Danu tahu bahwa Azka akan dijodohkan, karna semalam juga ia diberitahu oleh Abraham)


"Azka kenapa?" batin Arion menatap Azka


"Kenapa tuh bocah?" tanya Gavin


"Iyeh, judes amat" imbuh Farel


"Lu berdua diem aja" ucap Salsa pada Gavin dan Farel ketus


"Elah santuy aja napa Neng" kesal Gavin


Sesaat kemudian ada seorang siswi yang masuk kedalam kelas Azka


"Kak Kak Azka" teriak siswi tersebut memanggil Azka dengan panik


Azka yang sedang tidur merasa terganggu


"BRISIK" bentak Azka, semua langsung terdiam termasuk siswi yang datanag kekelas Azka


"Maaf Kak" ucap siswi tersebut


"Kenapa?" tanya Azka datar


"Kak itu anak yang kemarin kakak tolongin sekarang dia dibully lagi sama Kak Sasa dkk, sekarang dia mau jatuh dari lantai dua kak" ucap siswi tersebut ngerap