
Saat sampai di mansion keluarga Robertson mereka langsung disambut oleh Robert dan Siska
"Kalian sudah pulang? kalau gitu sekarang kalian istirahat dulu bersih bersih, nanti kita semua akan ke rumah Azka" ucap Siska memberti tahu
"Kenapa Bun? ada masalah?" tanya Arion
"Tidak, hanya ingin membicarakan pernikahan kalian juga kerjasama perusahaan Ayah dengan Dady Azka yang akan berkerja sama dengan AzFara Corporation" jelas Robert
"Ah, yasudah kalau begitu, kita kekamar dulu" pamit Arion pergi menggandeng tangan Azka menuju kamar
Saat dikamar
"Ka, lu mandi duluan atau gw duluan?" tanya Arion
"Lu aja dulu, gw mau rebahan bentar" ucap Azka lalu membaringkan badannya dikasur empuk milik Arion
"Ok, gw mandi dulu" ucap Arion lalu pergi kekamar mandi
Setelah 15 menit Arion keluar dengan hanya mengenakan handuk yang melilit dipinggangnya yang membuat Azka terpesona dengan ABS Arion, namun ia langsung tersadar
"Arion kenapa lu nggak pake baju sih" kesal Azka menutup matanya menggunakan telapak tanggannya
Arion diam diam terkekeh melihat tingkah Azka, ia lalu mendekat kearah Azka yang masih menutup matanya, lalu menarik tangan yang menutupi mata Azka
"Kenapa? kamu nggak suka?" tanya Arion dengan nada menggoda
"Ihs Arion jangan begitu ntar lu kelepasan" ucap Azka malu
"Nggak akan Baby" ucap Arion percaya diri
"Apanya yang enggak, kemarin aja dimarkas hampir aja kelepasan lu" cibir Azka
"Tapi kamu suka kan" goda Arion, Azka yang sudah dibuat malu langsung berlari kedalam kamar mandi tanpa membawa baju ganti
"Haha anak itu, liat aja kalo udah sah gw terkam lu" gumam Arion tertawa kecil lalu menuju ruang ganti menggambil baju dan memakainya
"Arionnn" panggil Azka dalam kamar mandi
"Apa?" tanya Arion mendekat kepintu kamar mandi
"Tolong ambilin baju ganti, gw lupa bawa" pinta Azka dalam kamar mandi
Arion langsung mengambilkan celana jeans dan juga hodie pink yang ia belikan untuk Azka
"Ini" ucap Arion mengulurkan pakaian Azka
Azka membuka pintunya sedikit dan mengulurkan tangannya keluar menggambil pakaiannya dan memakainya
Setelah ia memakai pakaiannya ia keluar dari kamar mandi
"Udah?" tanya Arion
"Udah" jawab Azka
"Yaudah yok turun, udah ditunggu Ayah sama Bunda" ajak Arion
"Bentar bentar" ucap Azka lalu menuju meja dikamar Arion
Ia mengambil pistolnya yang ia letakkan dimeja, lalu menghampiri Arion
"Emang harus ya bawa gituan mulu?" tanya Arion
"Harus" jawab Azka singkat
"Cuman itu aja yang lu bawa?" tanya Arion kepo
"Nggak, nih bawa ini" tunjuk Azka megeluarkan pisau lipat dari saku celananya
"Mau dong satu" ucap Arion tiba tiba
"Nih" ucap Azka memberikan satu pisau lipat dari saku hodienya
"Bagusan punya lu" keluh Arion
"Yah kan punya gw, cuman gw yang punya" ucap Azka memasukkan pisaunya kesakunya "udah, katanya udah ditungguin" ucap Azka lalu keluar dari kamar diikuti Arion
Saat semua sudah ada digarasi mobil Siska dan Robert melihat mobil yang bukan milik keluarga mereka
"Arion mobil siapa itu?" tanya Siska menunjuk mobil Azka
"Mobil lama aku Bun" jawab Azka cepat
"Oh, yaudah ayok buruan"
Saat telah sampai dimansion Anderoson
Siska dan Robert masuk terlebih dahulu yang langsung disambut oleh Abraham, Danu dan Sasa
Arion dan Azka memang sengaja masuk belakangan karna ingin mengejutkan Sasa
"Abraham siapa dia?" tanya Robert menunjuk Sasa
"Halo Om, Tante saya Sasa" ucap Sasa memperkenalkan diri dengan gaya caper
"Entah kenapa aku tidak suka dengannya" batin Siska menatap Sasa
"Aku tidak menyukainya" batin Robert
"Dimana calon menantuku?" tanya Abraham
"Ada, dia bersama....." belum Robert menyelesaikan ucapannya Arion masuk dengan menggandeng Azka dengan Azka yang memandang Sasa dengan senyum devilnya
"Hah bagaimana bisa?!" kaget Sasa melihat Azka
"Kenapa Sasa?" tanya Abraham
"Ti...tidak Dad" elak Sasa
"Bagaimana bisa dia masih hidup" batin Sasa berdecak kesal
"Dad, Sasa kekamar ya" pamit Sasa langsung pergi kekamarnya
"Azka sini duduk" pinta Abraham menepuk sofa disebelahnya, namun Azka langsung duduk disamping Siska dengan Arion yang duduk disamping Azka
"Langsung keintinya saja" ucap Robert
"Baiklah, kita akan mengadakan pernikahan Arion dan Azka 2 hari lagi setelah kerjasama kita dengan perusahaan AzFara Corporation berlangsung" jelas Abraham
Arion langsung memandang Azka mencoba mengatakan dengan raut wajahnya 'Setujui saja'
Azka yang menyadarinya langsung mengambil HP nya dan menghubungi Ayyara lewat chat
Setelah beberapa menit HP Abraham dan Robert berbunyi mereka berdua langsung mengangkatnya
Setelah menerima telepon mereka berdua terlihat sangat senang
"Ada apa?" tanya Siska pada Robert
"Kabar baik sekali Bun, perusahaan kita tiba tiba diterima kerja sama dengan AzFara Corporation" ucap Robert senang
"Bukan punyamu saja, aku baru saja menerima telepon bahwa perusahaanku akan bekerja sama secara tetap dengan AzFara Corporation" ucap Abraham senang
"Benarkah?" tanya Danu
"Iya, perusahaan Dady diterima Azka" sorak Abraham senang
"Hmmm" dehem Azka acuh, Abaraham yang menyadari Azka acuh padanya langsung diam kembali
"Baiklah kita selenggarakan pernikahannya lusa" ucap Siska "Bagaimana Arion, Azka?" imbuh Siska bertanya pada Azka dan Arion
"Terserah Bunda saja" jawab keduanya tersenyum
"Baiklah kalau begitu, kami pamit pulang" pamit Robert
"Arion kamu?" tanya Siska
"Nggak Bun, Arion mau nginep aja disini, bolehkan Dad?" tanya Arion pada Abrahan
"Boleh saja" ucap Abraham
Azka menatap Arion malas, lalu pergi kekamarnya diikuti Arion
"Dasar anak muda" ucap Siska geleng geleng melihat tingkah anaknya sendiri, lalu pergi keluar dari kediaman Anderson
Dikamar Azka
Azka langsung merebahkan tubuhnya dikasur empuknya dan menyalakan AC
Arion menyusul Azka berbaring dikasurnya
"Ka, kenapa lu nggak ngasih tahu Dady sama kakak lu kalau lu yang punya AzFara Corporation?" tany Arion memiringakn tubuhnya menatap Azka yang berbaring
"Gw udah terlanjur kecewa sama mereka berdua" ucap Azka
"Kenapa? cerita ya" bujuk Arion
"Anadia lah yang membunuh Momyku didepan mataku sendiri, tapi mereka berdua tidak mempercayaiku disaat aku mengatakan kebenarannya" jelas Azka meneteskan ari matanya
"Aku percaya" ucap Arion menghapus air mata Azka
"Lalu tentang rem mobil mu tadi?"
"Sasa" jawab Azka singkat
"Dasar cewe nggak tahu malu" kesal Arion
Arion langsung memeluk Azka, menenangkannya dan membelai rambut Azka dengan sayang
"Tidur ya"
Azka langsung menelungsupkan kepalanya dipelukan Arion dan mulai tidur dengan nyaman disusul Arion