THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
53



Malam harinya Arion dan Azka pergi kemarkas Black Devil


"Weehh pengantin baru dateng guys" sorak Carlet


"Bicid! mana?" tanya Azka datar


"Biasa" jawab Carlet


Azka langsung pergi keruang dimana ada Sasa diikuti Arion


"Udah nikah tetep datar tuh anak" kesal Carlet saat Azka sudah pergi


"Mending lu ama gw" ucap Justin tiba tiba dan menarik tangan Carlet pergi


Azka masuk kedalam ruang penyiksaan yang dimana ada Sasa yang diikat dikursi dan hanya ada satu lampu gantung untuk menerangi


BRAK


Azka menendang pintu dengan keras dan masuk kedalam


"Hallo saudara tiri gw tersayang" sapa Azka dengan nada dibuat seperti anak kecil


"LEPASIN GW DASAR JALANG!" bentak Sasa


"Wou bagus sekali, dimana ada seorang jalang masih perawan" ucap Arion


"A...arion" kaget Sasa


"Apa?!" bentak Arion


"Arion tolong lepasin gw" pinta Sasa


"Gw lepasin lu? jangan harap, lu udah mau ngelukain milik gw" marah Arion mencekram dagu Sasa dan menghempaskannya kasar


Azka maju dengan membawa cambuk dan mulai mencambuki tubuh Sasa tanpa ampun


"Akh sakit, gw mohon lepasin gw" erang Sasa kesakitan


Namun Azka tidak memperdulikan ucapan Sasa, ia terus saja mencambuk tubuh Sasa hingga Sasa megeluarkan banyak darah


Tak hanya mencambuk, Azka mulai menyayati kulit Sasa dengan pisaunya


"Ini jari yang pernah nampar dan ngerusak mobil kesayangan gw" gumam Azka dengan menyunggingkan senyum devilnya lalu memotong semua jari Sasa


Tak tak tak


Jari Sasa terpotong habis dan jatuh kelantai


"Akh dasar iblis" teriak Sasa


Azka langsung menarik paksa lidah Sasa dan memotongnya serta melemparkannya pada wajah Sasa begitu saja


"Hmmm apa lagi?" ucap Azka berfikir dan memandang tubuh mengenaskan Sasa


"Begini saja" imbuhnya lalu mengambil katananya


Azka langsung menebas tangan dan kaki Sasa, Sasa hanya bisa berteriak dalam diam


"Mafioso!" panggil Azka


"Ya Queen"


"Ambilkan alkohol" pinta Azka. Tak lama mafioso Azka membawakan satu ember berisi cairan alkohol


"Ini Queen"


"Siramkan" perintah Azka. Mafioso Azka langsung menyiramkan alkohol pada tubuh Sasa, Sasa sudah tidak bisa berbuat apapun lagi sekarang


"Sentuhan terakhir" ucap Azka langsung membelah tubuh Sasa dari dada hingga perut dan menancapkan pisau tumpul tepat dijantung Sasa


Sasa langsung mati seketika


"Akibat jika kau bermain main denganku" gumam Azka tersenyum puas


"Sadis sekali istriku, aku tidak akan pernah bermain main dengannya" batin Arion yang sedari tadi menonton


"Pulang?" tanya Arion


"Ayo"


Arion dan Azka langsung pulang kerumah mereka, namun saat masuk mereka melihat orang tua mereka juga Danu


"Dari mana saja kalian?" tanya Siska


"Dari markas Azka, Bun" jawab Arion


"Ngapain?" tanya Siska


"Hanya membereskan satu hama kecil" jawab Azka santai


"Siapa?" tanya Siska lagi


"Bunda ini banyak bertanya, siapa lagi kalau bukan Sasa" kesal Arion menjawab pertanyaan Siska


"Hei sopanlah sedikit, aku ini Bundamu" kesal Siska


"Iya iya, Maaf Bun"


"Kalian semua ngapain kesini?" tanya Arion


"Lu tuh ya, kaga ada seneng senengnya didatengin Kakak ipar sendiri" kesal Danu


"Budu!" jawab Arion


"Kami kesini mau berbicara pada Azka" ucap Robert


"Soal apa Yah?" tanya Azka


"Soal kejasama kita dengan perusahaan kamu, Ayah mau menyerahkan perusahaan pada Arion" tutur Robert


"Hah Ayah nggak bercanda kan?" kaget Arion


"Enggak sudah waktunya kamu mengurus perusahaan Ayah" jawab Robert


"Iya Dady juga sudah menyerahkan perusahaan Dady pada Danu" ucap Abraham


"Terus?" tanya Azka


"Yah kita yang bakal urusin kerjasama sama lu" jawab Danu


"Urus aja sama Kak Ayya" jawab Azka


"Udah selesaikan? kalo udah sono pada pulang, ganggu aja" ucap Arion memeluk Azka dari belakang


"Arion ish malu tau" gerutu Azka


"Iyeh iyeh yang pengantin baru mah bebas" ejek Danu


"Udah sono pada pulang, jangan lupa kunci pintu" suruh Arion menggendong Azka masuk kedalam kamar


"Gila" kesal Danu


"Udah ayo kita pulang, jangan ganggu mereka, aku ingin segera punya cucu" ucap Siska membuat semuanya tertawa lalu keluar dari rumah Arion dan Azka


Dikamar Arion merebahkan tubuh Azka


"Baby aku mau itu" bisik Arion dengan suara berat


Azka hanya mengangguk pasrah


"Jangan kasar, besok sekolah" ucap Azka


"Tenang Baby" ucap Arion lalu melakukannya 🌚🌚