THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
41



Azka langsung pulang kemansion keluarga Anderson, saat ia masuk sudah ada pihak kepolisian yang berada dimansion


Namun Azka tidak memperdulikannya dan hanya menatapnya datar dan beralu pergi


"Bagaimana dengan istri saya, Pak?" tanya Abraham pada Polisi


"Begini Pak, saya sudah mencari dan melacak keberadaan Nyonya Anadia, namun tidak ditemukan jejak dan tidak ada tanda tanda apapun yang ditinggalkan" jelas Polisi


"Hiks hiks Dad, gimana Momy Dad" tangis Sasa


"Entahlah Sasa, Dady juga bingung" jawab Abraham mulai frustasi


"Dad, Dady tenanglah," ucap Danu menenagkan Abraham "Pak tolong usahakan tetap mencari Momy saya" pinta Danu pada Polisi


"Baik tuan, kami akan melakukan yang terbaik, kalau begitu saya permisi" ucap Polisi lalu mengundurkan diri dan pergi dari mansion Anderson


"Sasa sekarang kamu kekamar istirahat, dan kamu Danu panggilkan Azka kemari" suruh Abraham pada Sasa dan Danu


"Baik Dad"


Danu pergi kekamar Azka


Tok tok tok


"Dek, buka Kakak mau ngomong" ucap Danu mengetuk pintu, yang lalu dibukakan oleh Azka


"Apa?" tanya Azka datar


"Dady manggil kamu kebawah sekarang" jawab Danu


"Hmmm" dehem Azka lalu menutup pintu kamarnya kemudian turun menemui Abraham


"Azka, kamu siap siaplah, malam ini Dady akan membawamu menemui calon mu" suruh Abraham, tanpa menjawab Azka langsung pergi kekamarnya dengan wajah datar penuh tekanan


"Dad? Dady yakin akan menjodohkan Azka dengan anak rekan kerja Dady?" tanya Danu


"Yakin, untuk kebaikan Azka, semoga Azka juga bisa berubah sikap," jawab Abraham "Kamu siap siaplah Danu, nanti kau juga ikut menemui mereka" imbuh Abraham


"Baik Dad" patuh Danu lalu pergi kekamarnya


Dikediaman Robertson


Arion sudah berkumpul dengan Ayah dan Bundanya diruang keluarga


"Arion kamu bersiap siaplah yang rapi" suruh Robert


"Kenapa?" tanya Arion


"Kita akan menemui keluarga rekan kerja Ayah, yang akan menjadi calon istrimu" jelas Robert


"Iya Sayang, sekarang kamu siap siap gih" suruh Siska


"Iya, Bun" jawab Arion pasrah lalu pergi kekamarnya untuk bersiap


Malam hari Azka turun dengan pakaian yang baisa ia kenakan


"Azka, apa kamu tidak bisa menggunakan pakaian yang lebih sopan sedikit?" tanya Abraham


"Sudahlah Dad, biarkan saja" ucap Danu


"Yasudah ayo" ajak Abraham yang lalu memasuki mobilnya bersama dengan Danu, Abraham dan Danu menunggu Azka masuk, namun ia langsung masuk kedalam mobilnya sendiri


Abraham langsung melajukan mobilnya dengan Azka mengikutinya dari belakang


Taklama mereka sampai di Restoran XX


"Dek, ayo" ajak Danu saat Azka melihat kearah lain


"Toilet" ucap Azka singkat lalu pergi


Abraham dan Dan danu masuk dalam ruang VIP yang sudah dipesan oleh Abraham, yang didalamnya sudah ada keuarga Robertson


"Hah Danu/ Arion" batin Danu dan Arion


"Mana anak lu, yang mau dijodohin ama anak gw?" tanya Robertson


"Tunggu bentar, dia ketoilet" jawab Abraham


"Azka atau Sasa? semoga saja Azka" batin Arion


Saat mereka semua tengah mengobrol datanglah Azka masuk kedalam ruang VIP


"Azka?!" kaget Arion, Siska dan Robertson


"Arion" batin Azka lalu duduk


"Kenapa? kalian sudah kenal?" tanya Abraham


"Dia teman sekelas saya, Om" jawab Arion


"Dia yang kemarin nolongin kita" ucap Siska


"Ah baiklah, kalau memang semua sudah saling kenal, kita adakan tunangannya sekarang saja bagaimana?" usul Abraham


"Boleh juga" setuju Robertson


"Istri lu kemana bro?" tanya Robert


"Istri gw hi...." belum Abraham menyelesaikan ucapannya dipotong terlebih dahulu oleh Azka


"Momy saya sudah meinggal" ucap Azka dengan wajah datar dan dinginnya


"Eh maaf sayang" ucap Siska


"Apa yang membuatnya begitu dingin" batin Siska


"Hah meninggal? berarti Sasa adalah saudara tirinya bukan kandungnya, atau mungkin ini yang membuatnya seperti ini" batin Arion


"Sudah sudah mari kita mulai saja, Arion kamu pasangkan kejari manis Azka" suruh Siska mengulurkan cincin, Arion memasangkannya pada jari manis Azka


"Sekarang Azka giliran kamu, pasang ini dijari manis Arion" pinta Siska memberikan sebuah cincin yang langsung dipasangkan dijari manis Arion


Saat mereka merayakan pertunangan Arion dengan Azka, datanglah seorang bertopeng dengan membawa pistol mengacak acak Restoran XX yang mencari keluarga Roberson