THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
13



Pukul 09.00 malam Azka pulang kemansion keluarga Anderson, ia langsung disambut oleh semua anggota keluarga


"Azka kamu nak, kamu dari mana saja?" tanya Anadia maju kehadapan Azka hendak memeluk Azka, namun dengan cepat Azka menghindar alhasil Anadia jatuh tersungkur kelantai


"AZKA KAMU BISA SOPAN SEDIKIT TIDAK DENGAN MOMY" bentak Abraham lalu membantu Anadia berdiri


Tanpa memperdulikan ucapan Abraham Azka beralalu menaiki tangga hendak menuju kamarnya


"Pantas saja Momy mu meninggal, kalau Momy mu masih hudup mungkin dia akan malu mempunyai anak sepertimu" ucap Abraham tanpa dosa


Azka yang mendengar ucapan Abraham menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Abraham dengan emosi yang sudah memuncak, namun warna mata yang awalnya berwarna coklat kini berubah menjadi hijau


Azka melangkah maju kehadapan Abraham dengan Abraham yang terus mundur hingga mentok ketembok


"Az...azka ma...mata kamu" ucap Abraham yang melihat mata Azka berubah warna


"Bukan urusanmu" ucap Azka mengeluarkan pisu lipat dari sakunya


Anadia, Danu dan Sasa yang melihat menjadi takut dan khawatir


"DADY" ucap mereka bertiga


"Danu hentikan dia, dia bukan Azka" pinta Abraham


Danu langsung menghampiri Azka yang akan menikam Abraham


"Dek sadar dek, dia Dady kita" ucap Danu mencoba menenangkan Azka


Namun Azka tidak bergeming sama sekali ia malah memajukan pisau lipatnya keleher Abraham


"Beraninya kau membicarakan Momy ku" ucap Azka dengan aura dan tatapan yang sangat tajam dan menusuk


Abraham yang melihat perubahan putrinya menjadi takut dan gemetar


"Maa..maafkan Dady, Dady tidak sengaja mengucapkannya" ucap Abraham yang sudah lemas gemetar ketakutan


"Dek jangan gini, Momy pasti nggak suka Dek" ucap Danu menyadarkan Azka


Azka yang mendengar perkataan Danu menutup matanya lalu membukanya kembali, lalu ia sadar dan menjatuhkan pisau lipatnya


"Sekali lagi kau membicarakan Momy, nyawamu melayang ditanganku" ancam Azka lalu memukul tembok tepat disebelah kepala Abraham


Tembok yang mulanya rata menjadi retak, setelah memukul tembok Azka berbalik dan masuk kekamarnya


"Itu adek gw kenapa kuat banget" batin Danu memandang tembok yang sudah retak


"Gila kuat banget" takjub Sasa


Abraham bernafas lega, Danu langsung menghampiri Abraham


"Dad, Daday nggak papa kan?" tanya Danu


"Dady nggak papa" ucap Abraham yang masih berusaha menetralkan kekagetannya


Sasa mengambilkan air minum untuk Abraham


"Dad, Dady minumlah dulu" ucap Sasa memberikan segelas air


"Iya" ucap Abraham mengambil air lalu meneguknya


"Kenapa tadi nggak dibunuh aja sekalian sih, kalo dia mati gw kan jadi gampang buat ambil hartanya" batin Anadia berdecak kesal


Didalam kamar Azka


Ia kebingungan kenapa matanya bisa berubah warna, ia lalu menghadap kecermin dan munculah sesosok wanita yang merupakan altar ego Azka


"Siapa kau?" tanya Azka lewat batin


"Kau tenang saja, kau juga tak perlu takut, aku adalah bagian dari mu, aku Azkira altar egomu" jawab Azkira altar ego Azka


"Bagaimana bisa?" tanya Azka berbatin


"Jika kau mencapai titik emosi tertinggimu maka aku yang akan mengambil alih tubuhmu" jawab Azkira


"Apa aku tahu apa saja yang kau lakukan?" tanya Azka


"Tentu saja kau akan tahu, tapi jika aku terlalu lama menguasai tubuhmu maka kau akan lemas bahkan pingsan" jawab Azkira


Azka lalu pergi kekamar mandi dan membersihakan tiubuhnya, ia berendam didalam bathub selama 15 menit, setelah itu ia pergi tidur