THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
17



Seperti malam malam biasanya Azka pulang kemansion keluarga Anderson, namun bedanya kali ini Azka pulang lebih awal dibandingkan malam malam sebelumya


Saat ia masuk kedalam mansion Abraham sudah ada didepan pintu menunggu Azka kembali


"Tumben nih gw disambut" batin Azka tersenyum getir


"Azka kamu kenapa memukuli Sasa?" tanya Abraham


"Tanya saja pada putri kesayanganmu itu" jawab Azka santai terkesan cuek


"Apa kau tidak punya sopan santun Azka" ucap Abraham meninggikan nada bicaranya


"Apa? Kenapa?" tanya Azka santai namun datar


"Sudah Dad jangan marahi putriku begitu" ucap Anadia pura pura bersedih


"Kau lihat betapa Momy menyayangimu!" bentak Abraham


"Momy? Momy saya sudah meninggal 10 tahun yang lalu" ucap Azka menahan air matanya agar tak tumpah


"Sudah berapa kali Dady bilang, dia Momy baru mu" ucap Abraham menunjuk Anadia


"DAN SUDAH BERAPA KALI SAYA BILANG DIA BUKAN MOMY SAYA" ucap Azka membentak Abraham dengan menggebu gebu membuat Abraham bungkam


Namun saat Azka hendak menuju kekamar Abraham memanggilnya lagi


"Azka" panggil Abraham


Azka menghentikan langkahnya lalu berbalik


"Dady bertanya kenapa kamu memukuli Sasa" ucap Abraham bertanya


"Sudah ku bilang tanya saja pada putrimu yang suka mengadu tanpa mengaca" jawab Azka lalu pergi kekamarnya


Memang setelah Azka memukul Sasa dkk disekolah, Sasa langsung mengadu pada Abraham dan membuat cerita seakan akan Azka lah yang membuat masalah


"Sudah lah Dad, aku tak apa" ucap Sasa mendekati Abraham


Danu yang menyaksikan drama sedari tadi hanya bisa diam tanpa ikut berkomentar namun dalam hatinya ia tidak percaya pada Sasa, karna jelas jelas Sasa yang bersalah


"Kenapa rasanya aku sebagai kakak dari adik kandungku sendiri seperti orang yang bodoh, apa benar yang dikatakan Azka 10 tahun yang lalu" batin Danu berfikir keras duduk disofa


Dikamar Azka, Azka mendapat telpon dari Justin


"Apa?" tanya Azka dingin


Tanpa menjawab Azka mematikan telponnya dan berganti pakaian serba hitamnya


Lalu ia turun melewati anggota keluarganya


"Dek, mau kemana?" tanya Danu


Tapi Azka hanya mengacuhkannya


"Kakak anter ya" pinta Danu menarik tangan Azka


"Nggak" jawab Azka menghempas tangan Danu


Lalu Azka melanjutkan langkahnya, namun lagi lagi ia dihentikan oleh Abraham


"Azka, jika kau pergi ATM kamu Dady blokir" ancam Abraham


"Yes mampus lu, nggak akan bisa jajan" batin Sasa tersenyum senang


Azka lalu berbalik dan kembali kekamarnya


"Bagus kali ini dia menurut" gumam Abraham senang


Tapi Azka kembali dengan membawa 2 Black Card pemberian Abraham dan melemparnya kemeja depan Abraham


"Ambilah" ucap Azka datar


Lalu pergi menaiki mobilnya menuju arena balap


Abraham mengecek nominal yang ada didalam kedua kartu Azka lewat HPnya, dan ia kaget karna nominalnya sama sekali tidak berkurang sepeserpun dari pertama ia memberikannya


Danu yang melihat Abraham yang bengong pun menyadarkannya


"Kanapa Dad?" tanya Danu


"Ah ini, Azka sama sekali tidak menggunakan uang yang Dady berikan" ucap Abraham yang masih sedikit kaget


Danu yang mendengar juga kaget, karna ia tau Azka punya mobil kesayangannya karna hasilnya sendiri


"Kok bisa? bukannya Azka punya mobil itu dari hasilnya sendiri, ah ia Balapan!" batin Danu


"Hah kok bisa, itu mending kartu buat gw aja" batin Sasa juga Anadia yang memang mata duitan