
Berto mendekati Azka hendak memegang tubuh Azka, namun Azka langsung menendang alat vital Berto
"Beraninya lu" ucap Berto yang memegangi juniornya "Serang dia" lanjut Berto
Sontak 19 mafioso Berto menyerang Azka
Azka yang emosipun memejamkan matanya dan membuka matanya kembali dan munculah Azkira yang merupakan altar ego Azka
Azkira menyerang para mafioso Berto dengan membabi buta dan dengan tangan kosong
BUGH
KRAK
BUGH
BUGH
KRAK
Suara pukulan dan tulang patah menggema diarea kantin
Semua mafiso Berto sudah tergeletak tak bernyawa dan kini tinggallah Berto sendiri
"Siapa dia, kenapa dia sangat kuat, sampai mafioso ku mati semua" batin Berto melihat para mafiosonya sudah tergeletak tak bernyawa
Azkira maju kehadapan Berto
"Bagaimana?" tanya Azkira dengan senyum devilnya
Berto pun langsung mengeluarkan pistol dan menembak Azkira
Namun dengan cepat ia menghindar
Ia lalu merebut pistol Berto dan menodongkannya dikepala Berto
Cherry dkk yang sedari tadi melihat pun menuju kantin
Cherry langsung bersujud dikaki Azka dan memohon agar melepaskan kakaknya
"Gw mohon gw mohon jangan bunuh kakak gw, dia keluarga gw satu satunya" pinta Cherry menangis
Sasa dan yang lain yang melihat pun merasa jijik
"Ih apaan sih malu malu in tau gak lo" ucap Sasa
"Udah lah kita tinggalin aja" ucap Annisa lalu pergi meninggalkan Cherry
"Gw minta maaf sama lo, lepasin kakak gw" pinta Cherry
"Maaf? Terlambar sayang" ucap Azkira
Azkira langsung menarik pelatuk pistolnya dan
DOR
Peluru masuk ke dalam kepala Berto, Berto langsung mati seketika
"Kakak kakak bangun kak bangun jangan tinggalin Cherry kak" tangis Cherry didepan mayat Berto
"Jahat lo jahat" ronta Cherry pada Azka
Azkira masih menguasai tubuh Azka
"Kakak? Dia bukan kakak kandung lo" ucap Azkira
"Hah, apa maksud lo" kaget Cherry
"Kakak lo masih hidup" ucap Azkira menatap Cherry datar
"Ka lo nggak papa?" tanya Salsa
Danu langsung menatap adiknya
"Dia bukan Azka" ucap Danu
"Oh lo tau, kenalin gw Azkira, dan lo Danu kakak yang paling bodoh sedunia yang percaya sama omongan orang yang ngebunuh nyokap lo sendiri" ucap Azkira yang membuat Danu terdiam dan berfikir
Lalu Azkira menelpon Justin
"Lo kesekolah dan bawa dia" ucap Azkira lalu menutup telponnya
Tak lama datanglah Justin dan Carlet dengan membawa satu orang pria
"Kak Carlet" sapa Abila dkk
"Oh hai adek lucnut" sapa balik Carlet
Memang selama di markas Abila dkk paling dekat dengan Carlet
"Ka nih gw dah bawa" ucap Justin pada Azka
"Tuh adek lo" ucap Azka menunjuk Cherry
"Cherry" ucap Jerry kakak Cherry yang sudah lama terpisah
"Lu kakak gw?" tanya Cherry
"Iya lu adek gw, kita kepisah saat lo masih TK, lu nggak inget?" jelas Jerry
Cherry mengingat ingat kejadian dimasa lampau, ia mengingatnya dan kemudian ia memeluk Jeffry dan menangis
"Kakak hiks kakak jangan pernah tinggalin Cherry lagi" tangis Cherry
"Iya kakak nggak akan ninggalin kamu lagi" ucap Jerry melepaskan pelukannya
"Azka makasih ya, lu udah bantuin gw" ucap Jerry tulus
"Azka gw minta maaf kalau gw pernah salah sama lu, makasih udah ketemuin gw ama kakak asli gw" ucap Cherry tulus
"Udah tugas gw udah selesi Ka" ucap Azkira pada Azka dialam batin
"Iya" ucap Azka
"Justin lu panggil dokter dan bawa Azka" ucap Azkira
"Hah dokter? buat?" tanya Justin tidak mengerti
Tanpa menjawab Azkira langsung menghilang Azka langsung pingsan dan dengan cepat Justin membawanya
"Kak kita ikut" ucap Abila dkk
"Yaudah ayo buruan" ucap Carlet
"Eh kita ikut" pinta Danu
"NGAKK KALO SAMPE LO IKUT AWAS AJA LO" bentak Carlet dengan tatapan membunuh lalu pergi mengikuti Justin kemarkas
"Kenapa sih mereka aneh banget" ucap Kenzo
"Udahlah paling juga mereka ada sesuatu yang nggak boleh kita semua tau" ucap Gavin
"Tapi gw khawatir ama Azka" ucap Danu
"Udah ayo masuk kelas" ajak Arion dingin berlalu pergi
"Elah tuh anak main tinggal aja. Ayok!" gerutu Ferel lalu menarik tangan Gavin, Kenzo dan Danu