THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
30



Masih dihari yang sama, saat mereka semua sedang berada dikantin mereka semua mengobrol dengan asyik Abila mengatakan bahwa


" Eh lo pada tahu nggak semua" ucap Abila


"Apaan orang lo aja belum ngasih tahu" ucap Farel


"Ya bentarlah ogeb gue kan belum ngomong" kesal Abila


"Apa lu mau ngomong apa buruan di tungguin juga dari tadi" kesal Salsa karena telah menunggu ucapan Abila


"Iya iya ish ini juga gue mau ngomong, kalian tahu nggak perusahaan Bokap gue diterima kerja sama, sama perusahaan AzFara Corporation seneng banget gue" ucap Abila menjelaskan


" Eh iya perusahaan bokap gue juga kemarin diterima kerja sama, sama tuh perusahaan tapi gue bingung ya sama tuh perusahaan yang datang kalau meeting cuman sekretarisnya aja pemiliknya nggak pernah dateng" jelas Salsa


"Perusahaan bokap gue juga kemarin diterima kerja sama senang banget deh gue secara itu kan perusahaan nomor satu di dunia bahkan dalam satu bulan" ucap Angela senang dan memuji perusahaan Azka


"Bukan perusahaan bokap lu doang, perusahaan orang tua kita juga diterima" ucap Gavin


"Iya sampai perusahaan buka gue kegeser peringkat 2" ucap Danu


"Tapi itu CEOnya bego banget deh, gue kan juga pengen ketemu, eh yang dateng cuman sekretarisnya doang" ucap Abila cemberut


sedangkan sedari tadi Azka hanya menyimak obrolan mereka tanpa menjawabnya tapi ia membatin


"Bodoh? awas aja lu" batin Azka menatap datar Abila


Saat mereka tengah asyik mengobrol tiba-tiba Sasa dan kawan-kawan menghampiri meja Aska dan kawan-kawan


"Eh lu semua udah gue peringatin ya jangan pernah deketin pacar kita" ucap rasa menunjuk Azka dan kawan-kawan


"Heh lu apa-apaansih orang siapa juga yang pacar lo" kesal Gavin


"heh Lu kenapa dari tadi cuman diem aja bisu ya" ucap Sasa menatap Aska yang yang tidak memperdulikannya dia malah santai menyeruput es tehnya


"Tau tuh bisu kali" ucap Annisa mengejek Azka


"LO TUH KALO ADA ORANG NGOMONG DI JAWAB JANGAN DIEM AJA" bentak Sasa pada Azka dengan menampar pipi Azka, sontak Azka menatapnya dingin dan dengan Aura yang mencekam


Sasa mengeluarkan pisau buah dari saku roknya dan menggoreskannya ketangan Azka, Azka tidak memperdulikan perbuatan Sasa Ia hanya menatapnya tajam


"Aduh mampus nih singa betina bakalan ngamuk" batin Salsa


" Aduh mampus loh bangunin singa tidur" batin Angela menatap iba Sasa


Sasa terus menyayat hati tangan Azka dengan pisau buahnya hingga darah menetes di lantai kantin


Sasa yang tidak digubris oleh Azka berhenti menyayat tangan Azka


Sesaat setelah Sasa menghentikan aktivitasnya Azka langsung berdiri menatap Sasa dan mengeluarkan pisau lipat yang selalu ia bawa di dalam saku rok nya



"Udah" tanya Azka memegang pisau lipatnya


"Eh.. u..udah" jawab Sasa takut dengan tatapan Azka juga pisau lipat yang Azka pegang


"Sekarang giliran gw" ucap Azka menarik paksa tangan Sasa dan menggoresnya berkali-kali dengan pisau lipatnya


"Akh lepas sakit" teriak Sasa kesakitan, seisi kantin tidak ada yang berani menolong Sasa mereka semua hanya melihatnya dengan tatapan Iba


"Eh woi lepasin tangan temen gw" ucap Agnes meminta Azka melepaskan tangan Sasa