
"Nah lu gpp Ka?" tanya Gavin pada Azka, namun tak dihiraukan oleh Azka karna ia asik dengan makananya dan pikirannya sendiri, begitu juga dengan Arion yang masih bertanya tanya siapa yang akan dijodohkan padanya
"Kacang mahal, Bos" kekeh Farel melihat Gavin diacukan oleh Azka
"Dari pada gw ngomong ama tembok mending gw ngomong ama Salsa" kesal Gavin
"Kok Salsa, kenapa?" tanya Abila
"Yah kan dia cantik, baik, ramah, yah meskipun agak judes" ucap Gavin keceplosan
"HAH LU SUKA YA AMA SALSA" ucap semuanya kompak (- Salsa, Azka dan Arion )
Yang membuat Salsa sangat malu
"Eh apaan sih lu pada" ucap Gavin salah tingkah
"Udah kalo suka lu akuin aja" goda Danu
"Iya dari pada diembat sama yang laen" goda Farel
"Iya loh ntar Salsa diambil yang laen" imbuh Kenzo
Salsa yang mendengar menjadi tambah malu
"Udah kenapa kasihan Salsa" kesal Gavin
"Iya iya" ucap semuanya
Tak lama telepon Azka berdering, ia langsung mengangkatnya
"Apa?" tanya Azka langsung
"........"
"Bagus" ucap Azka dengan senyum devilnya yang membuat Abila dkk merinding seketika
Azka langsung berdiri dan keluar dari kantin tanpa mengatakan sepatah katapun
"Woy Ka, lu mau kemana?" tanya Abila sedikit berteriak, namun juga diabaikan oleh Azka
"Heh Yon lu napa, tuh si Azka balik, biasanya aja lu kejar terus lu hukum sekarang kenapa lu?" ucap Kenzo menyadarkan lamunan Arion
"Hah mana?" kaget Arion
"Udah lewat noh dari tadi" jawab Kenzo
Tanpa menjawab lagi Arion pergi meninggalkan teman temannya, yang membuat temannya bingung
"Kenapa dah tuh anak" ucap Gavin
"Udah susulin aja kekelas" ucap Salsa lalu pergi diikuti yang lain, saat sampai dikelas hanya ada Arion, karna jam istirahat masih lama, juga pelajaran bebas karna kasus Agnes tadi pagi
Saat dikelas Arion juga sama seperti tadi pagi, melamun, melamun dan melamun
Danu mendekati Arion dan bertanya
"Yon lu kenapa?" tanya Danu
"Bingung gw" ucap Arion
"Bingung? Kenapa?" tanya Danu
Sedangkan yang lain hanya menyimak
Huft Arion menarik nafas dan menghembuskannya kasar
"Gw mau dijodohin sama orang tua gw" tutur Arion membuat semua temannya melongo
"Sama siapa?" tanya Danu
"Sama anak rekan kerjanya, padahal gw nggak tahu dia siapa" jawab Arion
"Terus lu terima?" tanya Kenzo
"Iya" jawab Arion
"Lah napa?"
"Ya karna ini permintaan orang tua gw" jawab Arion
"Oh jadi dari tadi pagi lu kek gini cuman mikirin itu doang, udah jangan dipikirin, kan cuman perjodohan belum tentu jodoh beneran" tutur Farel panjang lebar
"Bukan itu, gw mau nikah minggu depan" ucap Arion
"HAH LU SERIUSAN?!" kaget semuanya (-Azka)
"Iya" ucap Arion lesu
"Udah santai aja bro, jalanin aja dulu" saran Kenzo
Sementara Azka pergi ketoko bunga dan membeli sekeranjang bunga mawar merah dan putih, lalu ia membawanya kesebuah pemakaman
Ia berjongkok didepan gundukan tanah dengan dilengkapi batu nisan bertulis Farah Anderson lalu ia menaburkan bunga dan mulai berdoa
"Mom, Momy tau? Azka kangen banget sama Momy, Momy nggak kangen apa sama Azka? Azka cape Mom dengan semua ini, Azka pengen ikut sama Momy, Momy dengerkan apa yang Azka bilang Mom" ucap Azka memegang batu nisan Farah tanpa ia sadar ia menitikan air matanya
"Momy tau? Azka udah nangkep orang yang udah buat Momy ninggalin Azka loh Mom, Momy senangkan? Azka pamit dulu ya Mom, Momy yang tenang disana" pamit Azka sembari menghapus air matanya dan pergi dari makam Farah