THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
38



Azka masuk kedalam markasnya menghampiri Justin


"Diamana?" tanya Azka


"Diruang biasa" jawab Justin


"Bukti?"


"Untuk bukti udah gw hilangin semua, gw pastiin nggak ada yang tahu" jawab Justin


Azka langsung pergi keruangannya dan memakai jubah kebesarannya bertuliskan Leader BLACK DEVIL juga topengnya


Ia langsung masuk kedalam ruangan dimana sudah ada Anadia didalamnya juga ruangan tersebut telah dilengkapi kamera CCTV dan perekam suara disetiap sudutnya


BRAK


Azka menendang pintunya dengan keras membuat Anadia yang tadi tertidur dengan posisi tangan dan kaki terikat dikursi terbangun dan berteriak


"Lepaskan aku" teriak Anadia meronta


Azka berjalan mendekatai Anadia


"Siapa kau, berani beraninya mencukikku, kau akan tahu akibatnya, suamiku leader mafia" ucap Anandia percaya diri


"Oh Leader mafia ya, lalu sekarang yang didepanmu apa" ucap Azka membalikkan badannya agar Anadia dapat membaca tulisan yang tertera dijubahnya


"Ka...kau" kaget Anadia "Untuk apa kau menculikku, aku bahkahkan tidak mempunyai urusan denganmu, suamiku akan membunuhmu" ucap Anadia


"Suami? bukankah suamimu adalah Tuan Anderson, bahkan dia bukanlah seorang mafia" ucap Azka menyeringai


"Bukan dia hanyalah bonekaku" ucap Anadia


"Boneka ya? Lalu siapa suamimu?" ucap Azka dibuat buat seperti orang bodoh


"Andito, dia akan membunuhmu" jawab Anadia


"Membunuhku? Bahkan dia sudah dineraka sekarang" ucap Azka " Justin tampilkan" imbuh Azka menyuruh Justin menampilkan video dimana Andito mengakui semua kejahatannya


Anadia yang melihat langsung kaget tak percaya dengan apa yang ia lihat


"SIAPA KAU KENAPA KAU MEMBUNUHNYA" bentak Anadia pada Azka


"HEI KAU TURUNKAN NADA BICARAMU PADA QUEEN" bentak Justin, membuat Anadia langsung bungkam


"Bisa kau ceritakan bagaimana kau membunuh Farah Anderson, istri sah dari Abraham Anderson?" tanya Azka


"Hmm kau sangat berani ya" ucap Azka lalu membuka topengnya didepan Anadia


Anadia yang melihat wajah Azka, seketika gugup dan pucat, namun ia menahannya


"Ka...ka....kau" ucap Anadia gugup


"Ah ada apa? kenapa kau takut?" tanya Azka


"Aku tidak akan membunuhmu jika kau memberitahu semuanya" ucap Azka dingin


"Hahahahah bodoh, aku tidak akan pernah mengatakannya" tawa Anadia "Hmmm bagaimana jika Abraham tahu putri kandungnya adalah seorang mafia apa lagi adalah Leadernya" ucap Anadia tidak tahu kondisi dirinya sedang berada dikandang macan


Azka yang sudah geram mengeluarkan pisau lipatnya


"Ma...mau apa kau" ucap Anadia gemetar ketakutan


"Bermain dengan mu" jawab Azka maju dan menggores pipi Anadia dengan pisau lipatnya


SREK


"Akh sakit" jerit Anadia kesakitan karna Azka menggores pipi Anadia dalam dalam


Lalu Azka beralih mengambil katananya



Dan mulai menyayat lengan tangan serta kaki Anadia


SREK


SREK


SREK


"Akh hentikan, aku akan mengadukanmu pada Abraham" jerit Anadia mengancam Azka


Azka langasung menampar mulut Anadia dengan keras hingga bibirnya mengeluarkan banyak darah


"Justin urus dia dangan sampai mati" suruh Azka pada Justin lalu meninggalkan ruang dimana ada Anadia


Azka memberikanya pada Justin karna kalau dia yang menyiksanya mungkin sekarang Anadia sudah dineraka bersama Andito


Azka masuk dalam ruangan pribadinya, lalu membersihkan pisau lipat kesayangannya dan mencuci tangannya dan mengganti pakaiannya kerna terkena noda darah milik Anadia. Lalu ia pulang kekediaman Anderson