THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
43



Arion membawa Azka masuk kedalam sebuah hutan yang didalamnya ada sebuah taman bunga yang indah


Azka takjub karna ia baru pertama kali melihat taman sebagus dan seindah ini, bahkan ada didalam hutan


"Ka, lu suka?" tanya Arion


"Hmm" dehem Azka yang masih melihat lihat keindahan taman


"Sini deh" ajak Arion menarik tangan Azka, Azka hanya ikut saja


Arion membawa Azka masuk lebih dalam dan mendudukkan Azka dikursi lalu ia mengenggam tangan Azka


"Ka, gw baru sadar kalau gw udah jatuh cinta sama lu" tutur Arion menggenggam tangan Azka


"Sejak?" tanya Azka


"Entahlah gw juga nggak tahu, perasaan ini muncul dengan sendirinya, awalnya gw pengen ngilangin rasa ini karna gw mau dijodohin, tapi ternyata yang mau dijodohin sama gw itu elu" tutur Arion panjang lebar


Azka juga merasakan perasaan yang sama, namun ia takut jika Arion mengetahui kebenaran bahwa Azka adalah seorang Mafia


Huft Azka menghembuskan nafasnya kasar dan mulai berbicara


"Gw sebenernya juga udah punya perasaan sama lu, tapi gw nggak tahu lu bakal terima gw dengan identitas gw yang sebenarnya" tutur Azka menunduk


"Gw akan trima lu apa adanya Azka, bukan ada apanya, gw mau lu jujur sejujur jujurnya sama gw" ucap Arion


"Ok, gw bakal jujur, tapi lu janji nggak bakal hianatin kepercayaan gw" ucap Azka


"Gw janji sama lu"


"Gw sebenernya Leader mafia Black Devil, dan gw juga pemilik resmi AzFara Corporaton, apa lu mau nerima gw?" ucap Azka jujur


Sejenak Arion mematung menatap Azka yang menunduk, namun ia langsung tersadar


"Gw bakal nerima lu apa adanya Azka, dengan semua kekurangan dan kelebihan lu" ucap Arion tulus mengangkat dagu Azka dan menatap mata Azka dalam


"Makasih" ucap Azka


"Dady lu, sama Danu tahu?" tanya Arion


"Nggak, cuman sahabat gw doang yang tahu" jelas Azka


Arion berdiri dan langsung memeluk Azka erat


"Jangan pernah memendam semuanya sendiri" ucap Arion memeluk Azka


"Makasih"


"Sekarang jangan dingin kalo ke gw, gw kan tunangan lu sekarang" ucap Arion yang membuat pipi Azka merah merona


Arion yang melihat pipi Azka merona, mencoba menggodanya


Azka yang malu langsung menenggelamkam kepalanya didada bidang Arion


"Apaan sih" kesal Azka memukul dada Arion


"Udah jangan malu gitu, lu kan tunangan gw" ucap Arion


"Gw boleh minta sesuatu dari lu?" tanya Azka


"Apapun" jawab Arion


"Tolong rahasiakan jika kita adalah tunangan dan akan menikah" ucap Azka


"Ok, gw janji" jawab Arion cepat "Yaudah yuk pulang" ajak Arion menggandeng tangan Azka


Saat didalam mobil Arion menyetir dengan santai, ia meraih tangan Azka dan menggenggamnya erat



"Berjanjilah untuk tetap berada disampingku dan tidak akan meninggalkanku" ucap Arion


"Aku tidak akan bisa berjanji padamu" ucap Azka


Arion langsung meminggirkan mobil dan menghentikannya dipinggir jalan


"Kenapa?" tanya Azka yang tak mengerti akan tingkah Arion


"Berjanjilah" ucap Arion menatap Azka


"Aku tidak bisa berjanji" ucap Azka menatap Arion


Arion memajukan kepalanya dan mencium bibir Azka sekilas yang membuat Azka langsung membulatkan matanya sempurna


"Berjanjilah"


"Tidak"


Arion langsung me1umat bibir Azka dan memperdalam 1umatannya hingga Azka mau tau mau harus membalas 1umatan Arion


3 menit kemudian Arion melepas lumatannya


Azka langsung mengambil oksigen sebanyak banyaknya


"Itu frist kiss gw" kesal Azka memukul Arion


"Itu juga frist gw sayang" ucap Arion "Berjanjilah dulu" ucap Arion tersenyum licik


"Kau tahu Arion? aku tidak akan pernah menjanjikan apapun padamu, jika aku tidak bisa menepati janjiku, aku juga akan menyesalinya, bukankah kau tahu aku adalah leader mafia, banyak yang mengincar nyawaku" jelas Azka panjang lebar


Arion yang mendengar penjelasan Azka langsung memeluknya erat