
"Gimana keadaan istri saya?" tanya Arion
"Maaf Tuan, pasien dalam keadaan kritis, dan sekarang ia harus segera dioperasi karna peluru yang masuk kedalam dada tepat disamping jantung pasien, jadi kita harus mengoperasinya agar bisa menyelamatkannya" jelas Dokter panjang lebar
"Lakukan yang terbaik untuk anak saya" pinta Abraham
"Maaf Tuan, namun operasi ini sangatlah berbahaya, jika sedikit saja mengenai jantung pasien maka akibatnya akan fatal" jelas Dokter
Dan disaat itu juga Justin dan Carlet datang bersama dengan Jefry (Dokter dimarkas Azka)
"Dokter Jefry" ucap Dokter yang menangani Azka
"Bagaimana keadaan Queen?" tanya Jeffry
"Queen?" tanya Dokter
"Dia Queen Black Devil" ucap Jefry, Dokter yang menangani Azka menjadi takut dan gugup
"Di..dia kritis, kita perlu mengeluarkan peluru disamping jantungnya" ucap Dokter
"Baiklah aku akan membantumu" ucap Jefry
"Disini ada yang golongan darahnya sama dengan Azka? mungkin ia akan membutuhkan banyak darah sekitar 10 kantung" ucap Jefry
"Apa golongan darahnya?" tanya Arion
"AB+" jawab Jefry
"Darahku sama dengannya, ambil saja darahku" ucap Arion cepat
"Ambil punyaku juga, aku juga sama" ucap Danu
"Aku juga" sahut Ayyara
"Baiklah sekarang kalian ikuti Suster untuk mengambil darah" ucap Jefry lalu masuk memindahkan Azka dalam ruang operasi
Setelah Arion, Ayyara dan Danu mendonorkan darahnya, mereka menunggu didepan ruang operasi
Justin menghampiri Arion yang duduk sendiri menunggu Azka
"Kau jangan khawatir Azka pasti selamat, aku mengenalnya dia sangat kuat" ucap Justin mencoba menenangkan Arion
"Bagaimana dengan pelakunya?" tanya Arion
"Dia sudah ku amankan" jawab Justin
Tak lama Jefry keluar dari ruang operasi
"Gimana Jef?" tanya Arion
"Peluru sudah berhasil dikeluarkan, tapi Queen masih dalam keadaan koma, jadi kita harus sabar menunggunya sampai sadar, kalo gitu gw pindahin Queen dulu" jelas Jefry
"VVIP" ucap Arion
"Tau" ucap Jefry lalu pergi memindahkan Azka keruang rawat diikuti yang lain
Arion terus saja duduk menggenggam tangan Azka berharap ia akan segera sadar
"Azka, maafin gw ya, karna lu nyelametin gw, lu jadi gini" ucap Arion menyalahkan dirinya sendiri
"Arion sayang, ini bukan kesalahan kamu, jika kamu dalam posisi Azka mungkin kamu akan melakukan hal yang sama" ucap Siska mencoba menenangkan Arion agar tidak menyalahkan dirinya sendiri
Carlet menghampiri Ayyara
"Ayya kau sudah makan?" tanya Carlet karna melihat Ayyara pucat
"Belum" jawabnya lemas
"Sekarang kau ikut aku, makanlah dulu" bujuk Carlet
"Ayolah, kau ingin melihat Azka bersedih karna melihatmu begini?" tanya Carlet membujuk Ayyara
"Baiklah" ucap Ayyara menurut
"Kalian siapa?" tanya Siska menunjuk Justin dan Carlet
"Saya Justin, tangan kanan Queen" ucap Justin memperkenalkan diri
"Saya Carlet, juga tangan kanan Queen" ucap Carlet "Tenang saja Nyonya, Azka pasti baik baik saja, dia orang yang kuat" imbuh Carlet
"Kalian seperti sudah mengenalnya lebih dari kami semua" ucap Danu
"Kami berdua memang mengenalnya lebih dari kakak kandungnya sendiri" ucap Justin menyindir Danu, yang membuat Danu langsung bungkam
"Apa aku seburuk itu, bahkan orang lain lebih mengenal adikku sendiri" batin Danu
"Eh curut lu pada udah makan belom?" tanya Carlet pada Abila dkk
"Belum Kakak lucnut" kompak Abila dkk
"Yaudah ayo makan" ajak Carlet
"Ayo" mereka langsung pergi kekantin rumah sakit meninggalkan yang lain
"Oi lu pada ngapain diem?" tanya Justin pada Gavin dkk
"Kita?" tunjuk mereka pada dirinya sendiri
"Iyalah ogeb, udah ayok ikut" ucap Justin lalu menarik mereka menyusul Carlet dan yang lain
Diruangan tinggallah Arion, Siska, Robert, Abraham dan Danu
"Bun, kita pulang saja dulu, Bunda pasti juga lelah" bujuk Robert
"Iya, Yah"
"Arion Bunda, sama Ayah pulamg dulu ya, besok pagi Bunda kesini lagi" pamit Siska
"Hati hati Bun, Yah"
"Dady pulang saja, pasti Dady juga lelah, biar Arion sama Danu yang jaga Azka" bujuk Danu
"Iya, Dady pulang dulu" ucap Abraham lalu pergi
"Arion lu, istirahat aja dulu, biar gw yang jaga Azka" ucap Danu
"Nggak" jawab Arion masih setia menggenggam tangan Azka
"Yaudah" pasrah Danu lalu duduk disofa
Tak lama datang Justin dan yang lain
"Yon, gw sama Carlet balik kemarkas dulu" pamit Justin
"Iya"
"Kita juga pulang dulu" pamit Abila dkk juga Gavin dkk
"Ti ati"
"Arion, Danu, ini makanan buat kalian, nanti dimakan ya, gw harus balik keperusahaan" pamit Ayyara memberikan 2 kantung plastik berisi makanan
"Gw anter ya" pinta Danu
"Nggak usah gw bawa mobil sendiri" ucap Ayyara lalu pergi