
Azka pergi kearena balap yang disana juga sudah ada Justin dan Carlet
"Weh Queen kita udah dateng nih" sapa Carlet
"Mana?" tanya Azka menanyakan lawan balapannya
"Noh laki laki yang disana" tunjuk Carlet pada seseorang yang tengah duduk dikap mobilnya dengan angkuh
"Ka, gw boleh ikut?" tanya Arion
"Udah biarin aja dia nyoba rasa melesat diatas awan" kekeh Justin
"Gw tanya Azka" kesal Arion menatap datar Justin
"Wes santai bro, kaga usah sewot"
"Boleh" jawab Azka langsung masuk dalam mobilnya diikuti Arion yang langsung duduk disamping Azka
"Siap?" tanya Azka
"Emmm i..iya" jawab Arion gugup karna baru pertama kalinya mengikuti balapan
"Udah santai tenang, pegangan erat erat" ucap Azka menenangkan Arion
Tak lama keluarlah seorang wanita berpakaian minim dengan membawa bendera putih dan mulai menghitung
1
2
3
Lawan Azka melaju dengan cepat, tapi tidak dengan Azka, ia hanya melajukan mobilnya setengah dari kecepatan penuhnya
"Ka, kita ketinggalan" ucap Arion dalam mobil
"Tenang" ucap santai Azka lalu menginjak gasnya, mobil Azka melesat dengan kecepatan penuh mendahului sang lawan dan tiba digaris finish terlebih dahulu
Saat tiba digaris finish Azka beratraksi dengan membanting setirnya hingga mobilnya berputar 360°
Arion berpegangan dengan erat, sesaat ia merasa pusing dan mual
Saat keluar semua penonton menyoraki Azka dan Arion
Arion terlihat masih sangat shok dengan atraksi Azka
"Weh Adek gw nih" sorak Justin
"Adek gw juga ogeb" imbuh Carlet
"Weh Yon, nape lu?" tanya Justin yang mihat Arion memegangi kepalanya
"Pusing gw" jawab Arion yang langsung mengundang gelak tawa Justin dan Carlet
"Apa gw bilang, melesat diatas awan" ucap Justin disertai tawanya
Saat lawan Azka tiba ia langsung menghampiri Azka
"Ok lu menang, gw Dito" ucapnya mengulurkan tangan namun tidak dibalas oleh Azka, Dito yang merasa diabaikan langsung menurunkan tangannya
"Lu boleh ambil mobil gw kalo lu mau jadi pacar gw" ucap Dito dengan pdnya
Arion yang mendengar Dito mengatakan hal tersebut menjadi tersulut emosi, ia hendak memukul Dito namun ditahan oleh Justin
"Lu tunggu aja" bisik Justin
"Gila lu" kesal Arion karna ditahan oleh Justin
"Gw?" tanya Azka menunjuk dirinya sendiri
"Iya Baby" jawab Dito menoel dagu Azka dengan tangannya yang langsung dipatahkan oleh Azka
KRAK
"Jangan harap" ucap Azka
"Heh lo ya" marah Dito mendekati Azka yang langsung mendapat bogeman mentah dari Arion
Dito langsung jatuh tersungkur memegangi perutnya
"Siapa lo, berani beraninya" marah Dito yang langsung berdiri memukul Arion yang langsung ditepis dan dipukul balik oleh Arion
"Lama, nih tangkep" kesal Azka mengeluarkan pistolnya dan melemparkannya pada Arion
Arion menangkapnya dan mengarahkannya pada Dito
"Jangan pernah sentuh milik gw" ucap Arion langsung menarik pelatuk pistolnya dan
DOR
DOR
Dito mati ditangan Arion
"Justin, urus dia, bawa mobilnya" perintah Azka pada Justin
"Gw lagi" kesal Justin yang langsung ditatap tajam oleh Azka
"Eh iya iya kaga" ucap Justin menyengir
"Pulang?" tanya Arion
"Hmmm" dehem Azka langsung masuk mobil bersama Arion
Arion menyetir mobilnya dan menjalankannya menuju mansion keluarga Robertson, Azka tak sadar bahwa ia bukan menuju mansionnya karna ia sudah tertidur
Arion menggendong Azka masuk kedalam mansion, didalam mansion masih ada Robert dan Siska yang masih menonton siaran televisi
"Arion, kenapa dengan Azka?" tanya Siska
"Nggak papa Bun, cuman tidur, yaudah Arion bawa kekamar ya" jawab Arion lalu pergi membawa Azka kekamarnya
Didalam kamar, Arion merebahkan Azka dengan hati hati agar ia tak terbangun dari tidurnya, lalu ia juga ikut berbaring disamping Azka dengan memeluknya
"Gw nyaman sama lu, Ka" bisik Arion ditelinga Azka
"Eh gw tadi bunuh orang yah?" tanya Arion pada dirinya sendiri "ternyata enak juga" lanjutnya dengan tersenyum
Lalu ia menyusul Azka dalam mimpinya