THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
15



Tiba tiba


BRAK


Sasa dkk menggebrak meja Azka dkk dengan keras, sontak seluruh siswa yang ada dikantin memandang mereka


"APA APAN SIH LO" marah Salsa


"Eh diem lo cabe!" bentak Cherry


"Heh apa lo bilang cabe? Lo nggak ngaca dandanan lo yang kayak cabe" ucap Angela pada Sasa dkk


"Tau tuh nggak punya kaca kali" imbuh Abila


Sedangkan Azka masih tetap santai dan memakan makanannya tanpa memperdulikan Sasa dkk


"Jaga omongan lo yah!" bentak Agnes


"Lu tuh udah ngerebut cowok cowok kita" ucap Sasa


"Pffft cowok lo? Siapa? Mereka?" tanya Abila menahan tawanya sambil menunjuk Danu dkk


"Heh lu semua, mereka cewek kalian?" tanya Salsa pada Danu dkk


"Idih najis gw punya cewek kaya mereka" jawab Gavin


"Najis gw punya cewek kayo lo" ucap Ferel menatap jijik Sasa dkk


"Eh Beb kamu kenapa diem aja sih, belain aku dong" ucap Sasa bergelayut manja ditangan Arion


"Apaan sih lo lepas" ucap Arion langsung menghempaskan tangan Sasa paksa


"Ini pasti semua gara gara lo kan, Arion jadi jauh dari gw" ucap Sasa pada Azka lalu menampar Azka


PlAK


Tamparan keras mendarat dipipi Azka


Namun Azka masih tetap santai menyeruput es teh tawarnya


"Buset nih anak kalem amat" batin Gavin


"Gila udah ditampar gitu masih diem" batin Kenzo


"Duh Dek, jangan marah ya" batin Danu, karna ia tahu kalau Azka marah pasti akan melukai orang, seperti yang ia lakukan pada Dadynya


"Lo budeg ya, kalo ada orang ngomong tuh di jawab!" bentak Sasa lalu mengambil es teh Azka dan menumpahkannya pada kepala Azka


Sontak teman Azka juga Danu dkk kaget melihat Azka yang sedari tadi diam malah menjadi sasaran Sasa


"Udah?" tanya Azka berdiri menatap tajam dan mematikan


"Mau apa lo?" tanya Sasa yang sok berani padahal ia takut


Tanpa menjawab pertanyaan Sasa, Azka lalu menampar pipi Sasa hingga ia jatuh tersungkur dengan sudut bibir berdarah


"Itu karna lo udah berani nampar gw" ucap Azka dingin


Sasa bangun dan hendak menampar balik Azka, namun tangannya langsung ditahan dan dihempaskan oleh Azka.


Azka lalu mengambil minuman Arion dan menumpahkannya dikepala Sasa dan meremas gelasnya hingga pecah


PYAR


Gelas pecah dan berjatuhan, membuat tangan Azka mengeluarkan darah segar yang ia biarkan menetes dilantai kantin


Sontak membuat semua penghuni kantin tercengang juga takut dengan kemarahan Azka


Azka lalu menampar pipi Sasa dkk lagi


Membuat Sasa dkk jatuh tersungkur mencium lantai kantin


"Itu karna lo berani ngatain temen gw cabe, dan menganggu ketenangan gw" ucap Azka


"LU SEMUA PERGI" bentak Angela


Sontak Sasa dkk langsung lari dari kantin karna merasa telah dipermalukan


"Dek tangan lu gw obatin ya" tawar Danu memegang tangan Azka yang terluka


"Nggak perlu" ucap Azka mengehmpaskan tangan Danu lalu pergi dari kantin


Arion mengejar Azka dan menariknya kedalam UKS dan mengobati tangan Azka


"Lu tuh kalo bertindak mikir dulu, jangan lukain diri lo sendiri" ucap Arion membalut tangan Azka


Azka hanya menatapnya datar tanpa memperdulikan perkataan Arion


"Udah nih" ucap Arion saat sudah selesai membalut tangan Azka


Azka hendak keluar dari UKS namun tangannya ditahan oleh Arion


Azka lalu berbalik dan tanpa sengaja mata mereka berdua saling bertemu


Deg deg deg


Jantung Arion berdetak lebih kencang


"Apa?" tanya Azka datar


"Lu tadi berantem sekarang lu ikut gw keruang BK" ucap Arion menarik paksa tangan Azka menuju ruang BK


Saat sampai diruang BK


"Arion ada apa?" tanya Bu Sinta


"Ini Bu, tadi berantem dikantin" jawab Arion menunjuk Azka yang berdiri disebelahnya


Azka lalu duduk dikursi tanpa menunggu perintah


"Kamu siapa yang menyuruh duduk?" tanya Bu Sinta


"Gw" jawab Azka singkat


Huft Bu Sinta membuang nafasnya kasar karna ia sudah pusing dengan kelakuan Azka yang hampir setiap hari keluar masuk ruang BK


"Azka kamu ini ya bla.... bla.... bla....." ceramah Bu Sinta, yang tidak pernah didengarkan oleh Azka


Azka memasang earphone nya diam diam dan menatap datar Bu Sinta


"Azka kamu tidak mendengarkan saya?" tanya Bu Sinta


Namun Azka tidak menjawabnya


Arion yang melihat Azka memakai earphone pun melepaskannya satu


"Dia pakai earphone bu ternyata" ucap Arion melepaskan salah satu earphone Azka


"Azka kamu ibu hukum membersihkan ruang Osis setelah pulang sekolah," ucap Bu Sinta "Kamu Arion awasi dia" imbuh Bu Sinta


Azka langsung keluar dari ruang BK


"Saya permisi Bu" pamit Arion lalu pergi meyusul Azka