
Tepat jam 01:00
Azka masuk kedalam mansion keluarga Anderson
Saat ia masuk ia melihat Sasa yang menangis karna mengkhawatirkan Anadia yang disana juga ada Abraham dan Danu
Azka melewati mereka tanpa memperdulikan tatapan mereka
"Azka kamu dari mana saja? Kamu nggak tahu kalau Momy hilang" ucap Abraham pada Azka
"Dia bukan Momy saya, mau dia hilang atau tidak saya tidak perduli Tuan" ucap Azka datar
"Azka jaga bicaramu" bentak Abraham pada Azka hendak menampar Azka, namun dengan cepat Azka menahan tangan Abraham dan berkata
"Kau ingin menamparku Tuan? untuk terakhir kalinya saya tekankan bahwa dia bukan Momy saya dan untuk dia juga bukan siapa siapa saya" ucap Azka menekankan setiap kata katanya sambil menunjuk Sasa yang sedang menangis dan menghempaskan tangan Abraham lalu pergi menaiki tangga, saat beberapa langkah Danu mengucapkan sebuah kalimat
"Dek, sekali ini saja tolong bantu kita mencari Momy" ucap Danu
"Cari saja Momy mu itu, dia bukan Momy ku, dan kuperingatkan pada kalian berdua jangan sampai menyesal jika kalian mengetahui sebuah kebenaran dikemudian hari" jelas Azka pada Abraham dan Danu tanpa berbalik menatap keduanya
Ia langsung pergi kekamarnya
"Kebenaran? kebenaran apa?" batin Abraham menatap punggung Azka
"Kebenaran? atau mungkin 10 tahun yang lalu, apa mungkin?" batin Danu menduga duga
"Dady bagaimana dengan Momy hiks" tangis Sasa
"Sudahlah sayang kita tunggu saja Momy besok, jika dia besok belum kembali kita lapor pada polisi saja, sakarang kamu istirahat saja dikamar" ucap Abraham menenangkan Sasa
"Baiklah Dad" ucap Sasa lalu pergi kekamarnya begitu juga dengan Abraham dan Danu
Pagi hari disekolah saat Azka dkk juga Danu dkk dikantin mereka melihat Sasa berjalan kearah meja mereka
"Wah kasihan yah cabe kaga ada temennya" ejek Angela pada Sasa
"Iyeh tuh yang satu mati eh yang satunya dipenjara" imbuh Abila
Sasa yang geram dengan ejekan Abila dan Angel maju dan hendak menampar mereka namun dengan cepat Farel dan Kenzo menahan tangan Sasa dan menghempaskannya kasar
"Awas aja kalo lo sampai ngelukain dia" ancam Farel
"Arion temen teman kamu tuh nyakitin aku" adu Sasa pada Arion bergelayut manja dilengan Arion
"Apaan sih lepasin" ucap Arion menghempas tangan Sasa
"Ini pasti semua gara gara lo" marah Sasa menunjuk Azka yang duduk dengan santai
"Aduh jangan sekarang deh" batin Salsa
"Mulai lagi hedeh" batin Angela menatap Sasa
"Lo udah ngerebut Arion dari gw" bentak Sasa menampar pipi Azka
BRAK
Azka berdiri dan menggebrak meja kantin hingga patah menjadi dua bagian, yang langsung membuat penghuni kantin takjub juga takut, begitu juga dengan Sasa
Azka menampar balik Sasa hingga jatuh tersungkur dengan sudut bibir berdarah, lalu Azka berjongkok
"Gw udah peringatin berkali kali jangan pernah ganggu ketenangan gw, dan gw nggak pernah ngambil milik lo" ucap Azka menekan kata katanya
Ia langsung menelpon Justin
"Bagaimana?" tanya Azka
"Masih belum mengaku" jawab Justin disebrang sana
"Gw kesana sekarang" ucap Azka tersenyum devil
"Siapa Ka?" tanya Abila
"Justin" jawab Azka
"Justin? siapa? atau mungkin cowoknya, eh tapi kenapa gw kesel, inget Arion lu udah dijodohin" batin Arion
"Lu bertiga izinin gw" suruh Azka pada Abila dkk
"Lu mau kemana?" tanya Salsa tapi tak dihiraukan oleh Azka