The Perfect Military Husband

The Perfect Military Husband
Chapter 46



Keesokan paginya, Jepang mendapat berita besar yang langsung


tersebar ke selurh negeri. Sebuah video syur telah beredar di dunia maya bahkan


sempat ada di billboard kota-kota besar Jepang. Membuat heboh dan juga gempar,


para wartawan mulai memburu siapa sepasang kekasih yang terdapat di dalam video


itu. Tak mereka tak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui siapa mereka.Identitas


keduanya segera terungkap ke publik dan hanya soal waktu wartawan akan


mengerubungi mereka seperti laron. Mereka berdua adalah Akano dan Tania Ou,


pasangan itu kini masih tertidur kelelahan akibat aktivitas mereka semalam dan


belum mengetahui apa yang terjadi. Tuan Yikimura sangat murka dan memerintahkan


anak bahnya untuk mencari dan menyeret putranya. Berita pagi ini telah begitu


mencoreng nama baiknya, keluarga Yikimura adalah keluarga yang sangat dihormati


dan disegani di selurh Jepang. Namun kejadian memalukan yang putranya lakukan telah


menamparnya dengan keras. Kesabarannya habis, putra satu-satunya yang dia didik


malah berakhir seperti itu, dia berkali-kali menghantamkan tangannya ke meja,


untung saja mejanya terbuat dari kayu. Bayangkan jika itu kaca, pasti akan


langsung berhamburan ketika kepalan tangan itu mengenai mejanya.


Sebelum Akeno berhasil diseret ke rumah oleh ayahnya, Kenzo


dan Jonathan lebih dahulu berada di sana. Tatapan Kenzo benar-benar dingin dan


tajam, wajahnya tidak menunjukkan ekpresi apapun, datar. Bagitu juga dengan


Jonathan, adik kakak itu terlihat menakutkan di mata tuan Yikimura.


“Bukankah saya sudah memperingatkan anda untuk mendidik


putra anda dengan baik?” tanya Kenzo.


“Saya tidak mengerti apa yang anda ucapkan tuan Kenzo,”


sanggah tuan Yikimura, dia terlihat gugup.


“Jangan pura-pura bodoh tuan Yikimura, anda pastilah tau


alasan di balik berita pagi ini, ini adalah peringatan kedua dan terakhir,


putra anda telah menyentuh istri saya, maka bersiaplah dengan semua


konsekuensinya,” ucap Kenzo, mata elangnya seperti menembus sampai ke jantung.


Tuan Yikimura mencengkram pegangan kursinya.


“Anda pikirkanlah hukuman apa yang akan anda berikan kepada


Akeno atau anda ingin menyerahkannya padaku, maka dengan senang hati saya akan ‘mengajarinya’


sampai pintar, saking pintarnya kepalanya akan meledak dan bum, mati!” ucap


Kenzo lagi.


“M-maafkan putra saya tuan Kenzo, dia masih muda dan


tentulah pikirannya belum matang,” ucap tuan Yikimura dengan wajah pias.


“Oh, tapi bagiku dia sudah lebih dari cukup untuk mengerti


batasan dan juga tahu siapa saja yang tidak boleh dia singgung, tetapi saya


tidak peduli mau dia masih bayi ataupun sudah tua renta, jangan pikir anda bisa


membodohi saya, ingat tuan Yikimura! Anda sampai dititik ini karena bantuan


kakakku dan saya, tetapi jika anda ingin melawan saya dan keluarga saya untuk


putra mu, bersiap-siaplah! Saya tunggu,” kata Kenzo sambil jari telunjuknya mengacung


ke arah tuan Yikimura.


“Saya tidak akan pernah berani melawan anda dan kakak anda,


saya akan menghukum putra saya dan membuat tuan Kenzo merasa puas,” kata tuan


Yikimura sambil mengusap keringat di dahinya.


“Baiklah, saya anggap anda sudah mengerti, ini adalah


peringatan terakhir dari saya, jika hal ini sampai terulang kembali akan saya


pastikan keturunan anda lenyap dari muka bumi,” ancam Kenzo dengan serius, nada


bicaranya penuh tekanan dan intimidasi membat tuan Yikimura menelan ludahnya


dengan sulit.


“Baik tuan Kenzo, akan saya ingat perkataan anda baik-baik,”


kata tuan Yikimura dengan gemetar.


Jonathan hanya menonton adiknya yang sedang murka, menyimak


pembicaraan yang lebih di dominasi oleh adiknya. Di dalam hatinya, Jonathan


merasa bangga dengan Kenzo, melawan telak dan membuat orang-orang segan


dengannya. Alin beruntung mendapat suami seperti Kenzo, baik hati, penyayang,


sangat perhatian dan seorang tentara yang prestisius. Sosok Kenzo sangat


sempurna di mata Jonathan kecuali hatinya yang sebenarnya rapuh, lebih rapuh


dari hati seorang wanita, akan tetapi Kenzo sangat pandai menyembunyikan dan


juga mengendalikan perasaanya. Adik kecilnya telah tumbuh dewasa, sejak


kepergian Alin saat masih kecil, Jonathan lah yang selalu berada di sampingnya,


menemaninya, membuatnya memilih jalan masa depannya, melatih Kenzo di semua


bidang, dari bertarung, berbisnis, membangun koneksi, dan akhirnya mengantarkan


keganasannya di medan perang. Semua kriminal serta para gembong mafia


mengenalnya, banyak yang takut dan enggan berurusan dengan Kenzo.


Pembicaraan mereka selesai, Kenzo tanpa kata langsung pergi


disusul oleh kakaknya. Kenzo bergegas pulang ke villa, takut istrinya mencari


karena sejak pagi Kenzo sudah pergi dan benar saja, ketika sampai di halaman


villa, Alin telah menunggu di depan bersama ibu mertuanya. Alin tersenyum


menyambut kepulangan suaminya, dia telah mencarinya sejak pagi, bahkan ketika


dia bangun tidur suaminya itu telah pergi. Kenzo memeluk tubuh ramping


istrinya, memarahinya karena tidak baik berada di luar lama-lama. Lihatlah pipi,


hidung dan juga telinga Alin memerah, Kenzo segera menarik istrinya menuju ke


dalam. Para pelayan dan juga penjaga yang melihat adegan tersebut tersipu,


mereka iri dengan Alin yang selalu mendapat kasih sayang dari Kenzo.


***


Sementara itu, keluarga Ou yang mengetahui berita viral


tentang putri mereka, segera mengubungi Tania. Orang tua Tania merasa sangat


malu, video itu tersebar luas kemana-mana, bahkan di siarkan dalam berita.


Saham perusahaan keluarg Ou anjlok, para investor satu persatu mulai


membatalkan kontrak. Dalam sekejap bisnis mengalami krisis, telepon tak


henti-hentinya berdering, membuat pusing tuan Ou. Tania juga belum bisa


dihubungi, mereka sangat syok melihat adegan tidak pantas dari putrinya, bahkan


dia terlihat seperti wanita binal yang haus kepuasan dari lelaki, sangat


menjijikan. Dengan tubuh babak belur mereka berdua bahkan masih menikmati permainan


dengan agresif dan liar, tidak memedulikan sakit dan juga luka di tubuh mereka.


Ibu Tania tak henti-hentinya menangis, dia tidak menyangka


jika putri yang dia besarkan dan dia didik, malah sekarang terlihat seperti


pelacur. Hatinya sangat sakit ketika menyaksikan putrinya melakukan perbuatan


seperti itu dan tersebar di internet. Namun nasi sudah menjadi bubur, semua sudah


terlanjur terjadi, rasa marah, malu, kecewa, sedih, cemas bercampur menjadi


satu. Bahkan kesempatan untuk Tania bertunangan dengan putra dari seorang


pejabat sirna sudah. Pagi ini kepala keluarga calon tunangan Tania membatalkan


acara pertunangan dan merasa jijik dengan putri keluarga Ou. Musnah sudah


kesempatan Tania untuk menikah dengan laki-laki yang baik dan mapan seperti


kebanyakan gadis lainnya.


“Pa bagaimana ini?” tanya nyonya Ou kepada suaminya.


“Aku tidak tau lagi ma, aku pusing memikirkan nasib


perusahaan, saham kita anjlok, banyak investor yang membatalkan kontrak kerja


sama, karena ulah putri mu, kita akan bangkrut,” kata tuan Ou ketus sambil


memijat pelipisnya.


“Aku sangat kecewa dengannya, sudah aku bilangkan kalau


teman-temannya itu membawa pengaruh buruk bagi Tania, tetapi anak itu tidak mau


mendengarkan aku, lihat sekarang dia mempermalukan keluarga kita, bisnis kita


hancur, kehormatan keluarga Ou telah tercemar karena perbuatan menjijikannya,


aku tak berharap punya anak sepertinya,” sambung tuan Ou.


“Wala bagaimanapun dia adalah putri kita, dia adalah darah


daging mu,” ucap nyonya Ou berlinang air mata.


“Dengan kejadian seperti ini, dia sudah tidak aku anggap


anakku lagi, bagiku anakku telah mati, dia telah melukai hatiku, sangat dalam


hingga sulit rasanya aku bernafas, aku berpikir dosa apa yang aku lakukan di


masa lalu hingga tuhan memberiku anak seperti itu,” kata tuan Ou yang juga


menangis, perbuatan putrinya sempurna sudah melukainya, menghancurkan harga


dirinya sebagai seorang ayah.


Ayah mana yang tidak akan merasa kecewa melihat putrinya


seperti pelacur, hati orang tua mana yang tidak tersakiti melihat anak yag


mereka besarkan dengan didikan yang baik berakhir seperti itu. Tuan Ou menepuk


dadanya pelan, mengusir rasa sakit teramat sangat memikirkan putrinya. Air


matanya tak berhenti meneteskan air mata, begitu juga dengan nyonya  Ou. Mereka sebenarnya pasangan yang baikhati


dan lemah lembut, selalu mengajarkan kebenaran kepada putri mereka. Namun satu


kejadian membuat hati mereka hancur berkeping-keping. Melihat kelakuan putri


mereka di layar ponsel dan membaca komentar yang sangat-sangat buruk, bahkan


tuan Ou membanting ponsel istrinya karena tidak tahan. Mereka berdua merasa


menjadi orang tua yang gagal mendidik anak.


Bersambung.