
Chapter 22
Mansion Keluarga Gu.
Kakek Gu sangat marah ketika mendengar keluarga Hans dihancurkan oleh sekelompok mafia misterius. Dia membanting gelas ditanganya, wajahnya memerah menahan amarah. Dia juga mendengar jika hancurnya keluarga Hans itu ada hubungannya dengan cucunya sendiri. Ada rumor jika Hans menculik cucunya dan menyiksanya di pulau pribadi milik Hans. Masalah semakin rumit, keluarga Hans telah menyinggung kelompok mafia yang sangat kuat, tetapi keberadaan dan informasi mafia tersebut sangat misterius. Kakek Gu berpikir, apakah cucunya, Alin, ada bersama dengan kelompok mafia itu? maka semakin sulit untuk menemukan dan membawa kembali cucunya. Dia sangat berambisi menikahkan Alin ke keluarga mafia yang sama besarnya dengan keluarganya, dimana itu bisa menambah kekuasaan dan juga pundi-pundi uang tentunya, dia juga berpikir jika hal ini akan baik bagi cucunya karena hidupnya akan terjamin dan juga aman. Dia tidak mempertimbangkan perasaan cucunya dan kemauan dari Alin sendiri. Selama Alin hidup di bawah pengawasannya, Alin tidak pernah merasakan kebahagiaan sedikitpun, memang dia tercukupi malah berlimpah di harta, tetapi untuk mendapatkan semua itu, Alin mengorbankan perasaannya dan juga kebebasannya. Sekarang kakeknya akan sangat kesulitan menemukan dirinya di bawah penawasan Jonathan sang pemimpin mafia misterius tersebut.
@@@@@@
Hari ini adalah hari pernikahan sahabatnya, Glen, yang diadakan di sebuah hotel mewah di ibukota. Kenzo bimbang apakah dia akan membawa Alin bersamanya atau tidak, dia memikirkan rencana yang dia biarakan dengan sahabatnya beberapa hari kemarin. Tetapi dia tidak ingin menambah daftar kebohongan lagi. Akhirnya dia memutuskan membawa Alin bersamanya, mereka berdua berangkat menuju tempat resepsi bersama dengan Jonathan. Kenzo akan berusaha menghindari ayah dan ibunya ketika di sana, setelah sampai di hotel yang dituju, mereka bertiga keluar dari mobil. Mereka bertiga keluar diam-diam melalu parkiran yang tidak terjamah media. Segera mereka bertiga segera masuk ke hotel dan membaur dengan tamu-tamu lainnya, Kenzo sebaik mungkin menghindari untuk bertemu dengan ayah dan ibunya. Dia dan Alin menuju tempat pengantin laki-laki berada untuk menyapa, di sana juga ada keluarga dari Glen. Untung saja ayah ibunya tidak berada di ruang yang sama dengan mereka berdua. Papa dan mamanya Glen tertegun melihat Kenzo menggandeng tangan seorang wanita cantik yang tampak sangat anggun dan elegan dengan balutan gaun berwarna biru lembut senada dengan setelan jas yang di kenakan Kenzo.
“Eh nak Kenzo sudah datang, Om dan Tante sangat senang kamu datang ke acara pernikahan putra kami,” sapa papanya Glen.
“Iya om, Glen kan sahabat baiknya Kenzo, jadi Ken harus datang dong,” kata Kenzo dengan sopan.
“Em ngomong-ngomong ini siapa nak?” tanya mamanya Glen.
“Ah kenalkan, ini adalah istri Kenzo Tante,” jawab Kenzo engan tersenyum.
Alin mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan orang tua Glen. Kedua orang tua Glen menyambut hangat uluran tangan dari Alin.
“Kok Om sama Tante nggak tau kalo kamu udah nikah nak?” tanya papapnya Glen.
“Kami menikah diam-diam Om, ada alasan khusus yang membuat kami menyembunyikan pernikahan kami, bahkan ayah dan ibuku tidak tah, em mohon untuk Om dan Tante tidak memberitahukan kepada mereka,” kata Kenzo yang membuat kedua orangtua itu kaget tetapi mereka menyanggupi permintaan Kenzo.
“Kalau begitu kami akan menemui Glen dulu Om, Tante, kami permisi dulu,” kata Kenzo sambil mengengam tangan Alin dan mengangguk dengan sopan.
Mereka mendekati Glen yang tengah membenarkan dasinya, dia tampak gugup sehingga tidak menyadari keberadaan Kenzo dan Alin. Kenzo menepuk bahu sahabatnya dengan pelan, tetapi tepukan itu sanggup mengagetkan Glen. Dia menepuk-nepuk dadanya yang bergemuruh karena terkejut akibat ulah dari Kenzo.
“Apaan sih kamu ini Ken,” kata Glen.
“Hari ini kamu tidak seperti seorang Sersan ang selalu waspada, gitu aja gugup,” ejek Kenzo.
“Bagaimana tidak gugup, setelah hari ini, statusku akan berubah dalam sekejap mata, mana pernikahannya mendadak lagi, situasi ini tidak sama seperti medan perang tau,” kata Glen cemberut.
“Hmm iya-iya, makasih ya udah datang, eh kakak ipar juga datang, makasih ya,” kata Glen sambil nyengir.
“Iya sama-sama, oh iya ini nanti kasihkan sama istri mu ya,” kata Alin sambil menyerahkan buket bunga dan paperback berisi hadiah pernikahan untuk Sarah.
“Oh iya, makasih kakak ipar, eh kalian udah ketemu sama ayah dan ibu mu ken?” tanya Glen.
“Belum, makanya aku buru-buru menemui mu dulu dan nanti aku akan ada di belakang, jangan bilang sama ayah dan ibuku ya!” kata Kenzo.
Setelah berbasa-basi sebentar dengan Glen, Kenzo mengajak Alin untuk ke aula pernikahan. Dia membawa istrinya ke tempat makanan terlebih dahulu dan menemani Alin makan. Tak berapa kakaknya menyusul pasangan itu dengan muka kesal. Jonathan sedikit marah karena tiba-tiba di tinggal sendiri dan dia harus menyerahkan hadiah pernikahan kepada Glen sendirian. Kenzo lagi-lagi mendesak kakaknya untuk segera menikah jadi dia ada pasangan di semua acara. Jonathan hanya meninju bahu adiknya dengan pelan dan ikut mengambil makanan dan duduk satu meja dengan adiknya.
“Oh iya kakak udah liat ayah dan ibu?” tanya Kenzo.
“Belum tuh, sebentar kakak cari dulu siapa tau udah datang,” di saat Jonathan mengedarkan pandangan mencari orang tuanya, dia melihat keduanya tengah memasuki aula dengan bergandengan tangan.
“Eh itu mereka udah datang, udah kalian jangan liatin mereka, nanti malah ke sini lagi,” kata Jonathan.
Kenzo dan Alin memalingkan wajah mereka dan kembali fokus ke makanan mereka. Posisi Alin dan Kenzo memunggungi ayah dan ibunya Kenzo, jadi mereka hanya akan melihat Jonathan. Kakaknya Kenzo beranjak menemui ayah dan ibu mereka untuk mengalihkan perhatian. Sungguh kerja sama yang sangat epik, setelah ayah dan ibunya Kenzo selesai menemui mempelai laki-laki dan menyerahkan hadiah pernikahan, acara pernikahan pun dimulai. Jonathan membawa ayah dan ibunya ke meja yang berjauhan dengan meja adiknya.
“Ngomong-ngomong dimana adik mu?” tanya sang ayah.
“Dia ada di meja belakang itu, sudah jangan ganggu dia, mungkin dia lagi pendekatan sama cewek, liat dia duduk bersama seorang cewek kan?” kata Jonathan yang membuat ayahnya memandang ke arah Kenzo dan Alin yang membelakangi mereka, jadi ayahnya tidak bisa melihat wajah Alin.
“Siapa perempuan itu?” tanya sang ibu.
“Udah deh, kalian fokus aja sama acara ini, dia udah gede juga nggak bakalan ilang,” kata Jonathan.
Hari itu acara pernikahan berjalan dengan khidmat dan lancar. Banyak keluarga kaya yang menghadiri pernikahan akbar itu. termasuk keluarga Tania Ou, gadis yang akan ditunangkan dengan Kenzo, tetapi ditolak mentah-mentah. Ketika Tania mengambil makanan, dia tak sengaja melihat Kenzo bersama seorang gadis cantik. Mereka menggunakan setelan couple dengan warna senadadan mereka tampak mesra sekali. Seketika Tania meremas gaunnya dengan keras, dadanya bergemuruh oleh rasa marah dan cemburu. Apakah karena gadis itu, sehingga Kenzo menolak dirinya? Tania tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Apapun caranya, dia harus mendapatkan Kenzo. Gadis itu telah bertekad dengan niat yang buruk terhadap Alin. Dia harus menyingkirkan gadis di sisi Kenzo sesegera mungkin.
Bersambung.