
Sejak Tania mengunjungi Alin di rumah sakit waktu itu.
Mereka menjadi dekat satu sama lain, mereka sering chattingan melalui whatsapp dengan
rutin. Kenzo maupun Jonathan tidak mengetahui tentang ini, Kenzo juga jarang
mengecek ponsel istrinya. Bahkan Nana yang setiap hari selalu bersama dengan
Alinpun tidak mengetahui tentang hal ini. Tania berusaha menedekati Alin untuk
menjalankan rencanannya agar lebih mudah. Ya memang Alin adalah orang yang
polos dan tulus, dia terlalu gampang untuk dimanfaatkan. Walau jarang bertemu
dengan Tania, tetapi Alin menganggapnya teman dekat tanpa mengetahui ada niat
busuk di balik sikap baik Tania.
Setelah pulang dari rumah sakit, Alin kembali ke rutinitas
sehari-harinya di villa bersama Nana. Tentu saja dengan pengawasan yang lebih
ketat, Alin ibarat bunga yang rapuh dan harus dijaga dengan baik. Dengan
banyaknya orang yang menjaga istrinya, Kenzo bisa bekerja dengan tenang.
Apalagi sekarang banyak sekali yang harus dia tangani bersama anak buahnya.
Banyak sekali teror dan juga penyeludupan senjata api baik di perbatasan maupun
kota-kota sibuk di negaranya. Seolah-olah ada seseorang yang sengaja memimpin
para teror ini untuk bergerak bersamaan. Kenzo harus bertindak ekstra hati-hati
karena banyaknya musuh yang harus mereka berantas. Semua kompi telah di
kumpulkan dan telah menerima pembagian tugas masing-masing. Mereka bergerak ke
area-area yang diserang akhir-akhir ini, mereka berjuang untuk warga sipil yang
terus kena teror dan juga memberantas penyelundupan senjata ilegal.
Semua orang merasa waspada, keadaan negara tidak stabil saat
ini, ditambah pergantian pemimpin negara menambah suasana semakin memanas.
Teror di mana-mana, aksi demo, harga komoditas naik tajam. Membuat frustasi
sebagian besar penduduk negara itu. Kenzo dan semua timnya berjuang mati-matian
meredam teror dan memberikan rasa aman kepada warga sipil. Jonathan juga tak
kalah sibuk, dia menyelidiki tentang semua kejadian itu dan menyimpulkan jika
semua kejadian buruk akhir-akhir ini di sebabkan oleh para mafia yang bergerak
karena arahan satu orang. Jonathan tahu siapa dia dan berencana melawannya. Ini
memang tidak mudah, walau organisasi mafia yang Jonathan pimpin termasuk yang
terbesar di negaranya tetapi kalau melawan persatuan mafia jelas Jonathan akan
kesulitan. Dia menghubungi sekutu-sekutunya untuk meminta bantuan menstabilkan
organisasi gelap di negaranya.
Jonathan terbang ke Amerika Latin menemui sahabatnya Ryan Fendo
yang juga merupakan pemimpin mafia terbesar di sana. Jonathan meminta bantuan
kepada Ryan untuk menyetop sementara pengiriman senjata dan juga obat-obatan serta
mengakhiri kerja sama dalam semua bidang dengan para organisasi mafia di
negaranya. Dia ingin menekan mereka melalui pendapatan utama mereka dan
mengendalikan semuanya. Jonathan tahu jika Ryan memiliki kontrak kerja sama
dalam penelitian senjata terbaru dengan orang yang membuat negaranya tidak
tenang akhir-akhir ini. Itu adalah kerja sama yang sangat menguntungkan dan
menghabiskan dana sampai puluhan triliun. Sebagai gantinya, Jonathan
menandatangani kontrak kerja sama di proyek penelitian untuk menciptakan alat
canggih bernama ‘Cyber Protector’. Proyek
ini bernilai 20 kali lipat dari kerja sama yang sebelumnya telah di sebutkan.
Dengan senang hati, Ryan menerima tawaran yang sangat menguntungkan ini, dia
segera memerintahkan anak buahnya untuk menyetop semua aktivitas transaksi
dengan seluruh organisasi mafia di negara H.
Setelah tawaran di setujui dan di laksanakan, mereka berdua
beralih ke Crystal Bar and Casino. Mereka
berdua merayakan pertemuan setelah 3 tahun lebih tidak bertemu bersama dengan
teman-teman Ryan yang lain. Ryan memesan ruang VVIP untuk menyenangkan sahabat
dekatnya ketika di Inggris. Jonathan menyambut hangat apapun yang disiapkan
oleh sahabatnya itu. Mereka minum sambil membahas kelanjutan proyek yang baru
ditanda tangani dan mengeratkan hubungan persahabatn dengan beberapa
teman-teman Ryan. Pukul 02.00 dini hari mereka baru kembali, Ryan kembali ke
mansionnya sementara Jonathan kembali ke hotel tempatnya menginap. Dia
berencana hanya akan di Amerika Latin hanya 3 hari setelah itu dia kembali
dengan jet pribadinya.
Sekembalinya Jonathan dari Amerika Latin, keadaan organisasi
mafia sedang mengalami kekacauan. Terputusnya rantai uang terbesar mereka
secara mendadak membuat mereka berfikir bahwa ini peringatan. Mereka tidak tahu
siapa yang menyebabkan kekacauan ini, tetapi hal ini menimbulkan senyum
seringai dari Jonathan. Kini dia bisa tenang mengurus bisnis-bisnisya tanpa
saat ini kerugian terbesar sedang dialami oleh dalang dari semua kejadian teror
dan juga kerusuhan yang memperkeruh keadaan negara. Jonathan tertawa
membayangkan bagaimana mengamuknya orang itu. Secara tidak langsung, tindakan
tang diambil oleh Jonathan meringankan beban militer dan juga mengurangi
kerusuhan akibat pergantian pemimpin negara saat ini.
Kenzo pun bisa bernafas lega karena semua teror dan
kerusuhan yang di akibatkan segerombolan para mafia kini telah reda. Kenzo menebak
jika kakaknya ikut campur tangan dalam masalah ini ketika dia tahu kakaknya
pergi ke Amerika Latin. Keadaan negara juga berangsur-angsur pulih, pemimpin
negara yang baru telah dilantik, semua menantikan hal baru apa yang akan
dilakukan oleh pemimpin negara sekarang. Kenzo dan timnya kembali ke markas
komando militer di ibu kota setelah sebelumnya berjuang penuh berjibaku melawan
para gembong mafia itu. Tak sedikit tentara yang terluka bahkan ada yang gugur
ketika menjalankan tugas. Mereka sempat beradu tembak di perbatasan dan di
beberapa kota yang di teror. Kenzo pun pulang dalam keadaan terluka setelah
sebelumnya dia di rawat di rumah sakit. Kenzo hanya mengabari kakaknya dan
merahasiakan hal itu dari istrinya, dia tidak mau istrinya menjadi banyak
pikiran dan akan mempengaruhi calon anaknya.
Setelah Kenzo benar-benar telah sembuh, dia baru kembali ke
villa bertemu dengan istrinya. Kini kehamilan Alin telah memasuki minggu ke 18
alias 4 bulan lebih 2 minggu. Perutnya telah mulai membuncit dan badannya agak
berisi, Alin tampak semakin cantik dengan perut yang mulai membesar itu. Kini
Alin sudah tidak lagi memakai kemeja Kenzo, dia mulai memakai baju ibu hamil
selutut dan agak longgar tetapi masih memperlihatkan lekukan tubuhnya dan juga
perutnya. Rambut panjangnya sering tergerai sampai ke punggung bawahnya, dia
juga sering memakai sendal berbulu berbentuk kelinci atau kucing. Ketika Kenzo
pulang, Alin berlari dan langsung memeluk suaminya dengan erat yang membuat
Kenz tertawa. Seperti seorang anak yang tengah menantikan kepulangan ayahnya.
Bagi kenzo hal itu adalah kebahagiaan tersendiri di hati
Kenzo. Melihat senyum manis istrinya setiap dia pulang dari bertugas cukup
menjadi obat lelahya saat ini. Mengelus perut istrinya yang agak membesar dan
berbicara kepada calon anaknya cukup menjadi pelipur duka yang tengah di
rasakan. Menjadi calon ayah adalah impian dan kenikmatan yag tiada banding,
penantian panjang dan juga menjadi suami siap siaga merupakan berkah yang tidak
semua orang bisa alami. Hari ini menjadi hari yag membahagiakan bagi Alin dan
juga Kenzo. Bersatu kembali setelah beberapa waktu berpisah dan merasa cemas
mengkhawatirkan keselamatan Kenzo di medan tugas. Suka cita begitu meluap
terpancar di mata keduanya, para pelayan yang berada di sama berseru lirih merasa
iri dengan besarnya cinta para majikan mereka.
Kenzo dan Alin menghabiskan sepanjang hari di kamar mereka,
selain karena Kenzo harus istirahat setelah sebelumnya kurang tidur dan
terluka. Alin menemani suaminya tidur sepanjang hari, menyiapkan segala sesuatu
untuk suaminya. Kenzo sempat melarang Alin dan akan menyiapkannya sendiri,
tetapi Alin tetap kukuh untuk memenuhi tugasnya sebagai seorang istri. Bahkan
Alin yang membantu mengeringkan rambut Kenzo menggunakan hairdryer sambil
menyisirnya. Membuatkan teh hangat dan membawa biskuit dari bawah dengan
antusias. Alin benar-benar tidak mau melewatkan setiap momen ketika bertugas
menjadi seorang istri yang baik dan itu memang kewajibannya. Alin baru berhenti
setelah Kenzo meminta istrinya untuk tidur di sebelahnya dan mereka pun
terlelap hingga siang menjelang. Saat sore hari mereka menghabiskan waktu
dengan tiduran di balkon yang kini Kenzo sulap menjadi tempat yang nyaman untuk
tiduran dan bersantai, mengingat Alin suka ketiduran di sana. Kenzo menyediakan
kasur busa yang empuk dan di lapisi dengan seprei bulu dan beberapa bantal
serta guling, ada juga sofa gantung yang semuanya terbuat dari wol yang lembut.
Disana juga banyak sekali di taruh berbagai jenis tanaman hias dan bunga yang
ditanam di pot dan ditata dengan sedemikian rupa menambah rasa nyaman dan
elegan tempat itu. Kenzo juga memasang proyektor untuk Alin yang merupakan
penggemar drakor atau dracin. Seperti sore ini, Kenzo menemani istrinya menonton
drama Korea yang baru saja di rilis di temani cahaya keemasan sore hari. Di
tengah-tengah acara nonton bersama itu, Jonathan dan Nana ikut bergabung.
Mereka berempat menghabiskan waktu dengan menonton drakor bersama sampai waktu
makan malam menjelang.
Bersambung.