
Kenzo dengan tergopoh-gopoh membawa istrinya
ke kamar yang disiapkan untuk keduanya, sambil berteriak memanggil dokter.
Setelah membaringkan Alin, dokter datang tak berapa lama dan langsung memeriksa
keadaan Alin. Dokter juga terlihat agak panik dan memanggil susternya untuk
segera membawa obat-obatan yang dimaksud dari rumah sakit, sementara dia segera
memasang cairan infus untuk menjaga cairan di dalam tubuh Alin. Sementara dari
roknya terdapat bercak darah yang agak banyak. Kenzo yang baru menyadari hal itu
langsung ketakutan dan pucat. Dia langsung jatuh terduduk di samping ranjang.
Dokter memerintahkan pelayan untuk mengambil air hangat untuk membersihkan
darah dan baju ganti. Tak berapa lama, suster yang diantar salah satu anak buah
Jonathan kembali membawa obat-obatan yang dimaksud.
Beruntung dokter menangani Alin dengan cepat,
nyawa Alin dan juga janinnya yang baru berusia 6 minggu. Alin mengalami gejala
keguguran karena trauma dan tekanan batin yang kuat. Beruntung janin mampu
bertahan di situasi seperti itu. Semua orang bernafas lega mendengar kabar
kondisi Alin dan calon anaknya telah stabil. Kenzo yang semula pucat pasi dan
hanya terdiam kini malah menangis mendengar kondisi istrinya yang telah
membaik. Ibunya memeluk putranya dan menenangkannya. Semua orang maklum, baru
kali ini mereka melihat Kenzo menangis karena mengkhawatirkan seseorang. Ya
Kenzo selalu menjadi serang yang emosional jika menyangkut istrinya, dan siapa
sih yang nggak syok dan sedih mendengar istrinya hampir keguguran? Dan penyebabnya
adalah kakeknya sendiri.
Setelah semuanya tenang, sang ibu
memerintahkan Kenzo untuk mandi agar tubuhnya lebih segar setelah serangkaian
acara pernikahan. Masih ada acara pesta formal yang harus di hadiri dan mungkin
Alin hanya akan duduk saja mengingat tubuhnya yang masih lemah. Ya walaupun
hanya akan muncul sebentar, tetapi itu sudah lebih dari cukup untuk menghormati
tamu undangan. Semua orang kembali ke aktivitasnya masing-masing. Mempersiapkan
diri untuk acara selanjutnya. Pukul 19.00 waktu setempat Alin tersadar dari
pingsannya, satu jam lagi pesta di mulai. Dokter hanya menyarankan Alin untuk
menemui tamu maksimal 2 jam saja. Akan tetapi itu sudah lebih cukup, bahkan
nyonya Xu ingin agar Alin istirahat saja, tidak usah menemui tamu. Tetapi Alin
bersikeras bahwa dia baik-baik saja, dia berjanji dia hanya akan keluar
sebentar untuk menghormati tamu.
Akhirnya Alin dirias kembali dengan riasan
natural dan juga mengenakan gaun berlengan pendek berwarna biru malam, serasi
dengan setelan jas Kenzo. Mereka bak pangeran dan putri yang akan menghadiri
pesta kerajaan. Rambut panjang sepinggul milik Alin di urai dan bawahnya di curly oleh sang perias. Kalung berbentuk
kepingan salju dengan permata berwarna biru pemberian Kenzo tersemat di leher
jenjang dan putih milik Alin. Terakhir dia memakai highheels setinggi 5 cm saja karena Alin juga sedang hamil. Kenzo
yang baru masuk setelah memakai setelannya, terpaku. Dia menatap istrinya tanpa
berkedip, beberapa perias yang melihat Kenzo, tertawa kecil. Alin segera
menyadarkan suaminya yang menatap dirinya tanpa berkedip.
Kenzo menggandeng tangan Alin menuju ke
tempat pesta berlangsung. Jonathan dan Nana telah terlebih dahulu sampai.
Mereka berdua tengah berbincang dengan salah satu kolega bisnis Jonathan.
Ketika Kenzo dan Alin turun mereka menjadi pusat perhatian, semua orang menoleh
untuk melihat mereka. Pasangan itu sangat serasi dan juga Kenzo yang
menggandeng tangan istrinya dengan mesra. Tetapi kemesraan mereka membuat
seseorang memegang gelasnya dengan sangat erat. Tatapannya sarat akan rasa
benci kepada Alin. Wajahnya cemberut menahan kesal, hingga dia di sadarkan oleh
ibunya. Jangan macam-macam! Ancam ibunya.
Wanita itu, siapa lagi kalo bukan Tania Ou.
Dia sebenarnya sangat enggan menghadiri pesta ini. Tetapi karena dipaksa oleh
kedua orangtuanya dia hanya menurut dengan wajah kesal. Apalagi sekarang dia
harus melihat Kenzo bersama dengan istrinya, membuatnya Tania ingin mencakar
telah hadir, tuan Xu memulai pesta dengan sambutan hangat untuk para tamunya.
Dilanjutkan dengan pengumuman penting perihal Alin.
“Saya ingin mengumumkan bahwa Kenzo dan Alin
sebenarnya telah menikah 1 tahun yang lalu, mereka menikah secara tertutup dan
tidak diketahui banyak orang karena suatu hal dan sekarang kami tengah menanti
kelahiran cucu pertama kami dari Kenzo dan juga Alin, mohon do’anya dan terima
kasih,” ucap tuan Xu mengakhiri sesi sambutannya.
“Cih, apa iya? Apa mungkin Alin hamil duluan
dan baru menikah sekarang,” ucap Tania dengan wajah sinis yang langsung
mendapat pelototan dari orangtuanya, bahkan orang-orang mengeryitkan kening
mendengar perkataan Tania yang begitu merendahkan dan bermaksud menyebar rumor.
“Maaf nona Tania, jika anda tidak mengetahui
perihal masalahnya, jangan sekali-kali menyebar rumor yang tidak benar,
hati-hati dengan mulut anda, itu bisa menjadi bumerang untuk anda, jika anda
punya dendam dengan saya, maka seranglah saya jangan istri saya, jika anda
tidak percaya boleh saja anda mencek ke kantor urusan sipil sekarang juga, atau
saya panggilkan petugasnya kemari? Agar rasa penasaran anda terpuaskan?” ucap
Kenzo dengan tatapan mata tajam.
“T-tidak usah,” jawab Tania dengan takut
karena tatapan tajam dari Kenzo, dia meremas gaunnya karena malu dan marah.
“Kalau begitu tutup mulut anda!” kata Kenzo
dengan nada keras.
Setelah kondisi berubah tenang kembali, acara
dilanjutkan dengan sambutan dari Jonathan, ini adalah kali pertama Jonathan
muncul di publik. Sebelumnya dia dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan
misnterius karena hanya beberapa orang saja yang pernah bertemu dan tau seperti
apa Jonathan. Kenzo tidak akan memberi sambutan apapun, dia tidak akan mau,
karena sebagian orang yang ada disana tidak dia kenal. Semua teman-teman
tentaranya sudah datang saat acara pernikahan mereka siang tadi. Jadi setelah
acara sambutan berakhir Kenzo berpamitan kepada seluruh tamu untuk membawa
istrinya ke kamar untuk istirahat. Dia menjelaskan jika kondisi Alin yang
kelelahan dan agak demam.
Kenzo mengantar istrinya ke kamar, Alin
memang mengalami demam walau nggak tinggi. Dokter telah kembali untuk memeriksa
keadaan Alin. Dokter hanya memberika paracetamol dengan dosis yang aman untuk
ibu hamil dan juga beberapa vitamin. Setelah selesai, dokter itu pamit kembali
ke kamarnya. Kenzo membantu istrinya mengganti gaunnya dengan piyama. Setelah
selesai, Kenzo beranjak ke kamar mandi, suara gemericik air terdengar di
telinga Alin. Dia menoleh ke arah pintu kamar mandi yang terbuka dan menampilkan
sosok suaminyayang hanya berbalut handuk di pinggang. Tubuh kekar itu tampak
sangat seksi, walau banyak bekas luka di sekujur tubuhnya tak mengurangi pesona
Kenzo yang setengah telanjang. Alin memalingkan wajahnya setelah ketahuan
dirinya menatap Kenzo dalam waktu yang lama.
Kenzo hanya terkekeh melihat tingkah konyol
istrinya. Setelah mengenakan piyama dan mengeringkan rambut, Kenzo beranjak
untuk berbaring di samping istrinya. Suara keramaian di lantai bawah
sayub-sayub masih terdengar. Tiba-tiba Alin memeluknya dengan erat dan
mengendus-endus leher suaminya. Menghirup aroma harum itu sampai puas, sejak
kehamilannya, Alin sangat suka dengan aroma suaminya. Ketika suaminya tidak di
rumah, dia akan memakai kemeja suaminya yang kebesaran di tubuh Alin. Aroma
Kenzo menjadi candu yang kuat bagi Alin. Kenzo berusaha keras menahan gelora di
tubuhnya karena ulah sang istri. Setelah Alin tertidur pulas, Kenzo barulah
agak tenang, dia memijit pelipisnya. Berusaha menahan hasrat, akhirnya dia
pergi ke kamar mandi dan bertemankan air dingin dan sabun.
Bersambung.