The Perfect Military Husband

The Perfect Military Husband
Chapter 30



Menjelang acara pernikahan antara kenzo dengan Alin dan Jonathan dengan Nana, mereka disibukkan dengan fitting gaun pengantinlah, foto prewedding lah dan sebagainya. Ditambah Alin harus periksa rutin ke dokter kandungan, kini kehamilannya telah memasuki usia  1 bulan. Gejala ibu hamil seperti mual, pusing dan juga lemas masih Alin rasakan. Sehingga sebelum acara resepsi di mulai, dokter memberi Alin tambahan vitamin dan juga infus nutrisi. Alin juga dianjurkan untuk makan lebih banyak buah dan mengurangi konsumsi daging. Alin hanya pasrah menjalani semua itu, toh itu juga demi kebaikan calon bayinya.


Tubuh Alin kini terlihat lebih berisi walau perutnya masih rata. Sejak kehamilannya, kecantikannya seolah tampak lebih bersinar dan semakin cantik. Walau emosinya sering berubah-ubah, hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Kenzo. Menjalani betapa nikmatnya menjadi calon ayah yang siap siaga dan selalu memberi apapun yang istrinya minta. Bahkan rela tengah malam atau menjelang pagi kesana-kemari keliling mencari apapun yang dimau oleh Alin, tentu saja harus bersama Jonathan. Lelahnya seakan tak berarti dibandingkan rasa suka cita dan kerinduan serta kesabaran menanti sang buah hati. Terkadang Jonathan mengeluh kelelahan dan kurang tidur karena ‘gangguan’ bumil satu ini. Tetapi Kenzo hanya mengatakan jika nanti kakaknya ada diposisi Kenzo, dia akan menyesali perkataannya.


Kenzo juga sudah menyebar undangan dikalangan teman-teman tentaranya serta beberapa petinggi militer. Tentu saja semua akan datang, siapa sih yang tidak mengenal kemahsyuran jenderal Xu dan juga kapten Kenzo. Para tentara perempuan yang selama ini mengaggumi sosok Kenzo, menjadi patah hati dan kecewa berat. Tapi mau dikata apa, pendamping kapten Kenzo mereka telah ditetapkan. Walau seperti enggan untuk menghadiri resepsi pernikahannya, tetapi mereka tetap akan datang karena juga penasaran dengan wanita yang telah menaklukkan pria dingin itu. Glen mengucapkan selamat untuk yang kedua kalinya kepada sahabat baiknya itu.


Ketika kabar menikahnya Kenzo sampai di telinga Tania, gadis itu meremas kartu undangan berdesain mewah itu sampai remuk. Hatinya sangat panas dan tak rela Kenzo dimiliki oleh orang lain. Bahkan dia tidak tahu menahu jika Kenzo dekat dengan seorang wanita selama ini. Usahanya hancur dan menjadi sia-sia, hatinya telah menghitam karena kekecewaan dan juga obsesi berlebihan. Tania tidak terima dengan pernikahan Kenzo dengan Alin, dia tidak akan membiarkan mereka menikah dengan tenang. Kenzo hanyalah milik Tania seorang, begitulah yang ada dipikirannya saat ini. Bagiamanapun caranya, Kenzo harus menjadi miliknya, walau harus melenyapkan Alin.


Berita pernikahan Kenzo menjadi trending topik di negara itu. Semua orang seakan antusias dengan menikahnya pria dingin nan cuek, tetapi menjadi ikon ketampanan negara saat ini. Ketampanan dan juga prestasi Kenzo telah merebak, menyebar bagai awan putih dan terkenal di khalayak masyarakat luas. Pernikahan Kenzo tentu saja sangat menggemparkan, mengingat betapa dinginnya pria itu terhadap perempuan, bahkan mereka tidak tahu jika selama ini dia tengah dekat dengan wanita. Banyak gadis-gadis dari kalangan atas yang patah hati serempak mendengar Kenzo telah memiliki pendamping. Bahkan harapan mereka terhadap Jonathan pun pupus sudah karena pernikahan Kenzo dan Jonathan akan dilangsungkan di hari yang sama.


“Kak bagaimana persiapan dengan pernikahan besok? Penjagaannya gimana?” tanya Kenzo kepada kakaknya ketika keduanya duduk di gazebo taman belakang.


“Untuk masalah persiapan seperti gedung, dekorasi dan


lain-lain sudah di urus ibu sih, aku cuma menyiapkan banyak personil mafiaku


untuk menjaga jalannya resepsi, kamu nggak usah khawatir, kakak juga menyiapkan


beberapa anak buah kakak yang paling berbakat untuk ikut bergabung dan memimpin


yang lain,” jelas Jonathan sambil menyesap kopinya.


“Aih, dengan resepsi pernikahan besok aku menjadi parnoan deh kak, aku mencemaskan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu aku khawatirkan, mungkin di mata kakak dan juga orang lain aku terlihat kekanak-kanakan,” ucap Kenzo dengan sendu.


“Kakak memaklumi sikap mu ini adikku, tetapi kakak hanya mengingatkan jika ketakutan dan kecemasan yang berlebihan itu tidak bagus, apalagi kamu adalah bagian dari tentara khusus, sikap seperti ini harusnya tidak kamu miliki,” nasehat Jonathan sambil menepuk pelan pundak adiknya.


Sementara itu.


Kakek Gu yang mendengar cucunya akan menikah dengan Kenzo yang notabene adalah seorang tentara, membanting cangkir tehnya hingga berhamburan. Rahangnya bergemelatuk menahan amarah, wajahnya memerah dan nafasnya memburu. Dia tidak menyangka jika Alin ternyata bersembunyi di bawah pengawasan keluarga Xu. Jadi selama ini yang menghalangi kakek Gu untuk menelusuri jejak cucunya karena ulah keluarga Xu. Kemarahan menguasai dirinya, dia sangat tidak rela Alin masuk ke keluarga Xu yang dulu adalah teman baik


putranya di militer. Bagaimanapun caranya, kakek Gu harus menghentikan pernikahan ini dan membawa Alin ke mansion.


Seringai licik muncul di mulutnya, kali ini dia akan mengacaukan pernikahan cucunya sendiri hanya karena dendam yang entah dia layangkan kepada siapa. Alin harus menjadi alat balas dendamnya di masa depan. Pernikahan itu tidak boleh terjadi. Kakek Gu mengumpulkan orang-orang kepercayaannya untuk mengacau ke acara resepsi pernikahan cucunya. Dendam membutakan hati, bahkan cucu yang merupakan bagian dari darah dagingnya, rela dia jadikan alat untuk memuaskan dendam hatinya. Di permukaan terlihat dia sangat menyayangi cucunya, tetapi sebenarnya dia hanya ingin memanfaatkan kepolosan dan juga sifat pasrah  serta ketidak berdayaan Alin.


************


Matahari belum juga menampakkan dirinya, namun di villa pribadi Jonathan telah terlihat ramai bahkan ada sedikit keributan di sana.Nyonya Xu dari pagi buta telah berlarian membangunkan kedua putra dan pasangannya masing-masing. Mereka harus prepair seawal mungkin, terlebih lagi Alin. Dia harus menjalani infus nutrisi dulu sebelum siap di make up. Jonathan masih sangat mengantuk karena hanya tidur beberapa jam, mengobrol sepanjang malam bersama adiknya karena tidak bisa tidur. Dia terduduk di tepi ranjang dengan mata tertutup dan sesekali menguap. Belum mau beranjak menuju kamar mandi dan masih bisa protes kepada ibunya, jika laki-laki persiapannya memakan waktu yang sedikit. Berusaha menjatuhkan dirinya ke tempat tidurnya kembali. Tetapi ibunya tidak membiarkan hal itu terjadi dan menyeret putra sulungnya ke kamar mandi. Mau tak mau, Jonathan mengikuti semua perintah ibunya, Nana tertawa melihat kelakuan calon ibu mertua dan juga calon suaminya.


Sementara itu, Kenzo juga sama seperti kakaknya, dia bahkan menjatuhkan tubuhnya kembali setelah di seret ibunya untuk bangun. Alin yang sedang menjalani treatmentnya bersama dokter kandungan yang disiapkan Jonathan hanya bisa tertawa dan menggeleng pasrah. Alin pun mengatakan kepada ibu mertuanya untuk membiarkan Kenzo tidur beberapa menit lagi karena dia baru kembali ke kamarnya ketika dini hari. Ibunya hanya mengangkat tangan pasrah dan menyerah melihat tingkah Kenzo yang akan menjadi bapak itu.


“Ingat ini adalah terakhir kalinya kamu malasa-malasan seperti ini, ketika anak mu lahir nanti, jangan harap bisa tidur, awasa aja kalo nggak bangun jagain anak,” ancam ibunya.


“Iya-iya,” balas Kenzo tanpa bergerak.


Nyonya Xu memilih untuk menemani Alin menjalani treatmentnya sampai selesai. Beberapa menit kemudian, Kenzo bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya. Setelah selesai, wajahnya terlihat lebih fresh, kemudian dia mengelus perut istrinya yang masih datar. Itu adalah kebiasaan barunya ketika bangun


tidur. Setelah puas mengelus perut Alin, dia bergegas menuju ke lantai bawah untuk membuatkan susu untuk istrinya. Dia tidak mengizinkan siapapun menyiapkan segala sesuatu untuk Alin selama dia di villa. Para pelayan menunduk hormat melihat kedatangan tuan muda mereka. Ketika akan masuk ke dapur, Kenzo sempat melihat kakanya tertidur di sofa sementara handuk masih melingkar di lehernya dan rambutnya masih terlihat basah. Kenzo hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan absurd kakaknya. Baru kali ini kakaknya terlihat sangat lelah dan mengantuk, biasanya dia tidur ketika akan pagi dan sebelum matahari terbit dia sudah bangun dan biasa saja. Mungkin efek dari grogi kali ya, Kenzo berhenti memeikirkan kakaknya dan fokus membuatkan susu ibu hamil untuk Alin dan memotong beberapa buah.


Bersambung.