
Setelah mempermalukan dirinya sendiri, Tania
memilih untuk pulang dengan muka kesal. Para tamu undangan juga mencibir Tania
karena sikapnya yang sembrono. Orang tua Tania pulang ke rumah mereka dengan
perasaan malu. Sang ayah sangat murka dengan kelakukan putrinya yang tidak
terkendali. Beraninya dia memulai rumor buruk menantu kedua keluarga Xu. Tuan
Ou juga merasa malu ketika di masa depan bertemu kembali dengan Tuan Xu yang
adalah sahabatnya. Tuan Ou tidak menyangka putrinya menjadi seorang yang pendendam
dan juga kasar mulut. Itu pasti karena teman-teman berandalan putrinya. Karena kejadian memalukan saat itu,
tuan Ou menghukum Tania dengan mengurungnya di kamar dan dilarang keluar rumah
selama 1 bulan. Tania menjadi uring-uringan karena hal ini, teman-temannya
satu-persatu menghubunginya. Tania hanya menjawab jika dia tengah sibuk dengan
kuliahnya yang hampir selesai.
Sementara itu, setelah acara pernikahan
selesai, semua anggota keluarga Xu kembali ke rutinitas masing-masing. Kenzo
yang beberapa waktu lalu cuti 1 bulan, setelah satu hari paska resepsi, harus
segera kembali ke markas militer. Jonathan juga harus kembali ke rutinitasnya
sebagai pemimpin perusahaan sekaligus pemimpin jaringan besar dunia mafia.
Semua kembali sibuk dengan rutinitas sehari-hari mereka. Hanya Alin dan Nana
yang merasa bosan karena tidak melakukan apapun. Status Nana yang kini menjadi
istri Jonathan, dia di larang ikut dan terjun kembali ke dunia mafia. Nana akan
sepenuhnya menjai ibu rumah tangga, Jonathan memang mulai menunjukkan
perhatiannya kepada sang istri. Nana dan Alin hanya menont tv, berkebun,
membuat kue dan selebihnya hanya tidur.
Kebosanan melanda kedua nyonya muda keluarga
Xu. Ibu mertua mereka sekali-kali datang menjenguk kedua menantunya. Hanya
ketika ibu mertua mereka datang, mereka berdua baru bisa keluar dari villa.
Nyonya Xu sering mengajak mereka belanja ke mall atau menghabiskan waktu di
cafe dan juga tempat-tempat yang kedua menantunya ingin dikunjungi. Akan tetapi
setiap mereka keluar, maka Jonathan akan mengirim selusin pengawal elit untuk
menjaga mereka. Jonathan tidak ingin kejadian yang menimpa Alin dulu terulang
kembali. Apalagi saat ini kakek Gu masih mengincar Alin.
Karena sekarang keberadaan Alin terekspos,
kakek Gu degan terang-terangan bersitegang dengan Jonathan dan juga Kenzo.
Kakek Gu tidak segan-segan meneror Jonathan beserta keluarganya. Akan tetapi
itu hanya di anggap mainan oleh Jonathan. Pengaruhan dan kuasanya di dunia
mafia lebih besar dari kakek Gu. Jadi ancaman seperti apapun Jonathan tidak
akan pernah takut maupun goyah. Yang terpenting keselamatan keluarganya selalu
terjamin.
Akhir-akhir ini Kenzo sangat sibuk dengan
tugas-tugasnya. Bahkan terkadang sampai berhari-hari dia tidak pulang. Membuat
sang istri kesepian dan juga menahan rindu teramat sangat. Tetapi mau dikata
apa, tugas tetaplah tugas, tidak ada alasan untuk meninggalkan tugas hanya
karena istrinya rindu. Setiap kali pulang, Kenzo memberi pengertian kepada
Alin. Beruntung Alin mampu memahami situasinya. Bumil itu sekarang menjadi
lebih tenang. Hari ini Kenzo berpamitan
kepada Alin untuk pergi menjalankan misi ke luar negeri. Pasukannya bekerja
sama dengan tentara negara lain untuk menyelamatkan utusan diplomasi yang di
sandera oleh *******. Alin melepas suaminya pergi dengan untaian do’a dan
sedikit air mata. Kenzo mengusap dan mencium perut Alin dengan sayang.
Mobil yang dikendarai oleh Kenzo telah
menghilang dari pandangan Alin. Akan tetapi Alin belum mengalihkan
pandangannya, Nana mengusap bahunya dengan pelan. Menyadarkan lamunan Alin yang
tampak sedih ditinggal suaminya. Nana akhirnya menarik pelan tangan Alin untuk
masuk ke dalam villa. Semenjak kepergian Kenzo, Alin lebih banyak melamun.
Bahkan dia menjadi tidak nafsu makan, Nana dan juga ibu mertua merasa prihatin.
Ikatan cinta antara Alin dan Kenzo sangat besar, sehingga mempengaruhi suasana
hati Alin karena harus jauh dari suaminya. Alin sering memakai kemeja Kenzo
yang kebesaran di badannya. Aroma tubuh Kenzo yang tertinggal di semua pakaian
itu, membuat Alin tenang sedikit. Nana dan juga penghuni villa lainnya kini
telah terbiasa dengan kebiasaan Alin memakai kemeja kebesaran milik Kenzo.
Terkadang Nana tertawa lucu dengan penampilan Alin yang tampak akan tenggelam
ke dalam baju itu.
Dikala ada waktu senggang, Kenzo menghubungi
Alin untuk melepas rindu. Tentu saja panggilan telefon antara Kenzo dan Alin
tidak bisa dilacak oleh siapapun. Jonathan telah melakukan beberapa pengaturan
untuk keselamatan keluarganya. Seperti malam itu, Kenzo melakukan panggilan
mengangkat panggilan itu. Alin meletakkan hpnya di meja dengan bersandar sebuah
toples berisi kue kering. Kenzo yang menyadari Alin berada di luar dengan angin
yang sedikit kencang, membuatnya memarahi Alin. Istrinya hanya terkekeh
mendengar omelan suaminya. Kenzo memerintahkan Alin untuk masuk kamar, apalagi
Alin hanya mengenakan kemejanya yang tipis dan dibalut selimut yang menutupi
punggungnya.
“Masuk
sayang! Kasihan baby nya dan nanti kamu bisa masuk angin,”kata Kenzo
dengan nada memerintah.
“Nggak mau,
pemandangan malam ini sangat bagus, bulan juga bersinar penuh malam ini, aku
udah pakai selimut juga dan ada pemanas di dekatku,” kata Alin
ngeyel.
“Dibilangin
juga, bandel sekali ya istriku ini, kamu sendirian di balkon?”tanya
Kenzo.
“Ih nggak
papa tahu, hmm iya aku sendiri kan kamu lagi pergi, aku kangen banget tahu,
apalagi nih si baby, udah kangen banget katanya,”kata Alin
merajuk.
“Maaf
sayang, aku usahain untuk pulang cepet deh,”kata Kenzo dengan nada sedih.
“Nggak usah
buru-buru, aku nggak suka kamu terburu-buru dan malah tugas mu jadi kacau,
kerjakan dengan semestinya, aku ingin kamu pulang dengan aman dan selamat, oke,
aku di sini ada banyak yang nemenin, nih sebentar lagi kak Nana pasti ke sini,”kata Alin.
“Iya-iya
istriku sayang, gemes banget deh pengen aku makan,”kata Kenzo
sambil tertawa terbahak-bahak.
“Ish apaan
sih,”kata Alin memberengut dan menarik selimut untuk menutupi wajahnya.
“Hayo kapten
lagi ngapain?,” ucap seseorang yang kini tengah berada di belakang Kenzo.
“Apaan sih
Glen, aku lagi bicara sama istriku nih, ngagetin aja tau nggak, awas aja kalo
istriku sampai kaget,” kata Kenzo dengan kesal.
“Yee begitu
amat kapt, oh sedang bermesraan toh, hehehe maaf kakak ipar kalo ganggu,” kata Glen dan nyengir lebar.
“Iya nggak
papa kok Glen, ya udah kalo ada waktu bisa di sambung lagi, aku juga lapar mau
makan di bawah, bye-bye suamiku,” pamit Alin.
“Ya udah
sana, banyakin makannya, ada dedek bayi yang mau makan juga,” kata Kenzo.
“He em,”balas Alin
kemudian mematikan sambungan videonya.
Alin bergegas turun ke bawah untuk makan
malam, disana sudah ada Nana dan juga Jonathan. Alin langsung duduk di kursinya
sambil matanya berbinar melihat banyaknya makanan yang tersaji. Tak menunggu
lama, Alin mengambil makanan dibantu oleh pelayan, sementara Nana melayani
suaminya terlebih dahulu sebelum dia makan. Hubungan keduanya bisa dibilang
semakin berkembang sih. Jonathan sudah menerima sepenuhnya keberadaan Nana
sebagai istrinya di sisinya. Ya mungkin belum sepenuhnya saling mencintai sih.
Alin tersenyum melihat kebersamaan kakak dan kakak iparnya itu. Dia memakan
makananya dengan perasaan bahagia. Jonathan melirik Alin yang terlihat senang,
dia juga tersenyum melihat adik iparnya tidak melamun lagi ketika makan. Semoga
saja kebahagiaan ini bisa bertahan lebih lama dan kalau bisa selamanya. Akan
tetapi di dunia ini tidak ada yang kekal, manusia tidak bisa berharap lebih
dengan kata ‘selamanya’. Itu sangat mustahil, tetapi sedikit waktu bahagia yang
bertahan menjadi begitu berharga untuk di miliki. Seperti kelegaan bernafas
setelah terhimpit dan tertekan sekian lama. Ah hidup ini memang banyak
menciptakan filosofi yang terkadang aneh untuk di dengar maupun di cerna.
Warna-warni kehidupan terus bergulir menciptakan kenangan-kenangan tak
terlupakan bagi setiap manusia yang bernafas. Cinta, penderitaan, kepahitan dan
kebahagiaan akan terus beriringan menemani setiap momen dalam hidup.
Bersambung.