The Perfect Military Husband

The Perfect Military Husband
Chapter 33



Setelah mempermalukan dirinya sendiri, Tania


memilih untuk pulang dengan muka kesal. Para tamu undangan juga mencibir Tania


karena sikapnya yang sembrono. Orang tua Tania pulang ke rumah mereka dengan


perasaan malu. Sang ayah sangat murka dengan kelakukan putrinya yang tidak


terkendali. Beraninya dia memulai rumor buruk menantu kedua keluarga Xu. Tuan


Ou juga merasa malu ketika di masa depan bertemu kembali dengan Tuan Xu yang


adalah sahabatnya. Tuan Ou tidak menyangka putrinya menjadi seorang yang pendendam


dan juga kasar mulut. Itu pasti karena teman-teman berandalan  putrinya. Karena kejadian memalukan saat itu,


tuan Ou menghukum Tania dengan mengurungnya di kamar dan dilarang keluar rumah


selama 1 bulan. Tania menjadi uring-uringan karena hal ini, teman-temannya


satu-persatu menghubunginya. Tania hanya menjawab jika dia tengah sibuk dengan


kuliahnya yang hampir selesai.


Sementara itu, setelah acara pernikahan


selesai, semua anggota keluarga Xu kembali ke rutinitas masing-masing. Kenzo


yang beberapa waktu lalu cuti 1 bulan, setelah satu hari paska resepsi, harus


segera kembali ke markas militer. Jonathan juga harus kembali ke rutinitasnya


sebagai pemimpin perusahaan sekaligus pemimpin jaringan besar dunia mafia.


Semua kembali sibuk dengan rutinitas sehari-hari mereka. Hanya Alin dan Nana


yang merasa bosan karena tidak melakukan apapun. Status Nana yang kini menjadi


istri Jonathan, dia di larang ikut dan terjun kembali ke dunia mafia. Nana akan


sepenuhnya menjai ibu rumah tangga, Jonathan memang mulai menunjukkan


perhatiannya kepada sang istri. Nana dan Alin hanya menont tv, berkebun,


membuat kue dan selebihnya hanya tidur.


Kebosanan melanda kedua nyonya muda keluarga


Xu. Ibu mertua mereka sekali-kali datang menjenguk kedua menantunya. Hanya


ketika ibu mertua mereka datang, mereka berdua baru bisa keluar dari villa.


Nyonya Xu sering mengajak mereka belanja ke mall atau menghabiskan waktu di


cafe dan juga tempat-tempat yang kedua menantunya ingin dikunjungi. Akan tetapi


setiap mereka keluar, maka Jonathan akan mengirim selusin pengawal elit untuk


menjaga mereka. Jonathan tidak ingin kejadian yang menimpa Alin dulu terulang


kembali. Apalagi saat ini kakek Gu masih mengincar Alin.


Karena sekarang keberadaan Alin terekspos,


kakek Gu degan terang-terangan bersitegang dengan Jonathan dan juga Kenzo.


Kakek Gu tidak segan-segan meneror Jonathan beserta keluarganya. Akan tetapi


itu hanya di anggap mainan oleh Jonathan. Pengaruhan dan kuasanya di dunia


mafia lebih besar dari kakek Gu. Jadi ancaman seperti apapun Jonathan tidak


akan pernah takut maupun goyah. Yang terpenting keselamatan keluarganya selalu


terjamin.


Akhir-akhir ini Kenzo sangat sibuk dengan


tugas-tugasnya. Bahkan terkadang sampai berhari-hari dia tidak pulang. Membuat


sang istri kesepian dan juga menahan rindu teramat sangat. Tetapi mau dikata


apa, tugas tetaplah tugas, tidak ada alasan untuk meninggalkan tugas hanya


karena istrinya rindu. Setiap kali pulang, Kenzo memberi pengertian kepada


Alin. Beruntung Alin mampu memahami situasinya. Bumil itu sekarang menjadi


lebih tenang. Hari ini Kenzo  berpamitan


kepada Alin untuk pergi menjalankan misi ke luar negeri. Pasukannya bekerja


sama dengan tentara negara lain untuk menyelamatkan utusan diplomasi yang di


sandera oleh *******. Alin melepas suaminya pergi dengan untaian do’a dan


sedikit air mata. Kenzo mengusap dan mencium perut Alin dengan sayang.


Mobil yang dikendarai oleh Kenzo telah


menghilang dari pandangan Alin. Akan tetapi Alin belum mengalihkan


pandangannya, Nana mengusap bahunya dengan pelan. Menyadarkan lamunan Alin yang


tampak sedih ditinggal suaminya. Nana akhirnya menarik pelan tangan Alin untuk


masuk ke dalam villa. Semenjak kepergian Kenzo, Alin lebih banyak melamun.


Bahkan dia menjadi tidak nafsu makan, Nana dan juga ibu mertua merasa prihatin.


Ikatan cinta antara Alin dan Kenzo sangat besar, sehingga mempengaruhi suasana


hati Alin karena harus jauh dari suaminya. Alin sering memakai kemeja Kenzo


yang kebesaran di badannya. Aroma tubuh Kenzo yang tertinggal di semua pakaian


itu, membuat Alin tenang sedikit. Nana dan juga penghuni villa lainnya kini


telah terbiasa dengan kebiasaan Alin memakai kemeja kebesaran milik Kenzo.


Terkadang Nana tertawa lucu dengan penampilan Alin yang tampak akan tenggelam


ke dalam baju itu.


Dikala ada waktu senggang, Kenzo menghubungi


Alin untuk melepas rindu. Tentu saja panggilan telefon antara Kenzo dan Alin


tidak bisa dilacak oleh siapapun. Jonathan telah melakukan beberapa pengaturan


untuk keselamatan keluarganya. Seperti malam itu, Kenzo melakukan panggilan


mengangkat panggilan itu. Alin meletakkan hpnya di meja dengan bersandar sebuah


toples berisi kue kering. Kenzo yang menyadari Alin berada di luar dengan angin


yang sedikit kencang, membuatnya memarahi Alin. Istrinya hanya terkekeh


mendengar omelan suaminya. Kenzo memerintahkan Alin untuk masuk kamar, apalagi


Alin hanya mengenakan kemejanya yang tipis dan dibalut selimut yang menutupi


punggungnya.


“Masuk


sayang! Kasihan baby nya dan nanti kamu bisa masuk angin,”kata Kenzo


dengan nada memerintah.


“Nggak mau,


pemandangan malam ini sangat bagus, bulan juga bersinar penuh malam ini, aku


udah pakai selimut juga dan ada pemanas di dekatku,” kata Alin


ngeyel.


“Dibilangin


juga, bandel sekali ya istriku ini, kamu sendirian di balkon?”tanya


Kenzo.


“Ih nggak


papa tahu, hmm iya aku sendiri kan kamu lagi pergi, aku kangen banget tahu,


apalagi nih si baby, udah kangen banget katanya,”kata Alin


merajuk.


“Maaf


sayang, aku usahain untuk pulang cepet deh,”kata Kenzo dengan nada sedih.


“Nggak usah


buru-buru, aku nggak suka kamu terburu-buru dan malah tugas mu jadi kacau,


kerjakan dengan semestinya, aku ingin kamu pulang dengan aman dan selamat, oke,


aku di sini ada banyak yang nemenin, nih sebentar lagi kak Nana pasti ke sini,”kata Alin.


“Iya-iya


istriku sayang, gemes banget deh pengen aku makan,”kata Kenzo


sambil tertawa terbahak-bahak.


“Ish apaan


sih,”kata Alin memberengut dan menarik selimut untuk menutupi wajahnya.


“Hayo kapten


lagi ngapain?,” ucap seseorang yang kini tengah berada di belakang Kenzo.


“Apaan sih


Glen, aku lagi bicara sama istriku nih, ngagetin aja tau nggak, awas aja kalo


istriku sampai kaget,”  kata Kenzo dengan kesal.


“Yee begitu


amat kapt, oh sedang bermesraan toh, hehehe maaf kakak ipar kalo ganggu,”  kata Glen dan nyengir lebar.


“Iya nggak


papa kok Glen, ya udah kalo ada waktu bisa di sambung lagi, aku juga lapar mau


makan di bawah, bye-bye suamiku,” pamit Alin.


“Ya udah


sana, banyakin makannya, ada dedek bayi yang mau makan juga,”  kata Kenzo.


“He em,”balas Alin


kemudian mematikan sambungan videonya.


Alin bergegas turun ke bawah untuk makan


malam, disana sudah ada Nana dan juga Jonathan. Alin langsung duduk di kursinya


sambil matanya berbinar melihat banyaknya makanan yang tersaji. Tak menunggu


lama, Alin mengambil makanan dibantu oleh pelayan, sementara Nana melayani


suaminya terlebih dahulu sebelum dia makan. Hubungan keduanya bisa dibilang


semakin berkembang sih. Jonathan sudah menerima sepenuhnya keberadaan Nana


sebagai istrinya di sisinya. Ya mungkin belum sepenuhnya saling mencintai sih.


Alin tersenyum melihat kebersamaan kakak dan kakak iparnya itu. Dia memakan


makananya dengan perasaan bahagia. Jonathan melirik Alin yang terlihat senang,


dia juga tersenyum melihat adik iparnya tidak melamun lagi ketika makan. Semoga


saja kebahagiaan ini bisa bertahan lebih lama dan kalau bisa selamanya. Akan


tetapi di dunia ini tidak ada yang kekal, manusia tidak bisa berharap lebih


dengan kata ‘selamanya’. Itu sangat mustahil, tetapi sedikit waktu bahagia yang


bertahan menjadi begitu berharga untuk di miliki. Seperti kelegaan bernafas


setelah terhimpit dan tertekan sekian lama. Ah hidup ini memang banyak


menciptakan filosofi yang terkadang aneh untuk di dengar maupun di cerna.


Warna-warni kehidupan terus bergulir menciptakan kenangan-kenangan tak


terlupakan bagi setiap manusia yang bernafas. Cinta, penderitaan, kepahitan dan


kebahagiaan akan terus beriringan menemani setiap momen dalam hidup.


Bersambung.