The Legendary Of Hero

The Legendary Of Hero
Prolog



The Legendary Of Hero


cover ;



Alam galaksi yang terdiri dari 8 jenis dimensi. Masing-masing memiliki kedamaian, kegelapan, tantangan, perang dan kekuasaan. Salah satunya dunia manusia, dunia yang awalnya penuh kedamaian namun seorang pengkhianat membawa kegelapan hingga mengakibatkan perang tanpa henti, tanpa belas kasihan.


Suatu saat seorang putri kerajaan bersama para prajuritnya menantang dalang kegelapan, agar mereka mampu menghentikan perang karena para penduduk sudah banyak kehilangan nyawa. Akan tetapi, semua berakhir kekalahan. . .


Gadis muda alias putri kerajaan Ning, rambut berpirang kemerahan, mata coklat nan berkilau dan tubuh yang begitu mungil. Melihatnya saja, mampu menebak gadis itu lemah tapi memiliki tekad keberanian yang kuat.


Namun, di saat ini. . menyaksikan para prajuritnya tak berdaya, para penduduk, wanita dan anak tak bersuara lagi tak sanggup untuk melihatnya hanya tersisa putri kecil bernama Raphtalia


Pria bertubuh besar, berjubah hitam serta dibaluti baja besi dan tangan kirinya dipenuhi noda darah, sebelahnya memegang pedang raksasa yang sudah banyak membunuh manusia dan wajahnya masih terukir iblis haus darah. Dia tak menyangka, gadis kecil itu mampu bertahan diatas mayat prajuritnya.


"Tidak menyangka masih ada putri kecil mampu bertahan."


Wajah gadis itu tampak bersedih penuh duka, entah apa yang harus dilakukan seorang diri menghadapi iblis haus darah itu.


"Hoi, putri kecil kau cengeng sekali. Lebih baik, kau mati bersama para penduduk tercintamu."


"Hentikan!"


"Dunia ini tidak ada namanya perdamaian karena selama ini manusia tidak pernah damai akibat emosi kegelapan ku berhasil tercipta."


"HENTIKAN!!!" teriak Raphtalia.


Dia jatuh bertekuk lutut, "berapa banyak kau mengambil nyawa mereka dengan tangan kotormu, berapa banyak tempat yang sudah kau hancurkan.. Kau sudah menghancurkan semuanya!"


"TAK BISA KU MAAFKAN!!!"


Pria itu tertawa besar merasa lucu mendengar lelucon dari putri kecil.


"Haruskah aku mengajarimu dulu agar kau bisa mengerti mengapa aku menghancurkannya?"


"Aku juga muak dibawa ke tempat ini, aku hanyalah iblis yang harus menebus dosa. Tapi.."


"Aku tidak terima!!" Saking tak terimanya, dia langsung muncul tepat dihadapan gadis itu lalu mencekiknya.


Sebuah tangan putih murni menahan pergelangan tangan pria itu.


"Hentikan.."


Seorang gadis cantik alias ratu dewi menegur pria itu menghentikannya, tak disangka dia nurut dan sekujur tubuhnya gemetar hingga berhasil menghilang, sebelum itu. .


"Suatu saat kita akan bertemu putri kecil."


"Dasar si iblis itu." Gumam Ratu dewi.


Setelah iblis haus darah hilang tak terdeteksi, itu cukup melegakan bagi mereka. Kemudian mengajak Raphtalia bicara, "apa kau gadis bernama Raphtalia?"


"Benar."


"Hmm.. Menarik juga." Bibir wanita itu tersenyum senang memperhatikan tubuh mungil gadis itu.


"Seseorang memintaku untuk mengutuskan gadis bernama Raphtalia sebagai dewi terakhir." Sahut wanita itu.


"Maksudmu, memintamu untuk menjadikan ku seorang dewi?"


Gadis kecil berusia 10 tahun masih tak percaya, seseorang membuat permintaan pada ratu Dewi menjadikanya sebagai dewi terakhir. Itu terlalu cepat baginya diutus sebagai dewi, tapi untuk apa semua itu?


"Tunggu, bisakah aku bertanya dua pertanyaan padamu?"


"Silahkan."


"Pertama, mengapa harus aku terpilih sebagai dewi terakhir? Dan kedua, untuk apa aku jadi seorang dewi?"


Mendengar dua pertanyaan itu membuat wajah ratu dewi tersenyum senang,


"Pertanyaanmu mudah sekali, Raphtalia. Baiklah, aku akan menjawabnya. Tapi, sebelum itu apa kau benar-benar ingin menjadi seorang dewi terakhir?"


"Akan ku pikirkan setelah mendengar jawabanmu." Jawab Raphtalia.


"Baiklah, mengapa harus kau dipilih sebagai dewi terakhir? Karena.. Kau memiliki tekad keberanian, dan kedua menjadi seorang dewi akan menjalani tugasnya yaitu menjadi perisai pahlawan legendaris."


"P-perisai pahlawan legendaris?"


"Jadi apa keputusanmu? Tenang saja, mereka yang sudah mati akan dikirim ke dunia Abys. Itu artinya, kau akan bertemu dengan mereka sayangnya.. Ingatannya tak bisa kembali mengenang namamu."


Tanpa berpikir panjang lagi, gadis iu memutuskan. . .


"Izinkan aku menjadi dewi terakhir."


Ratu dewi memperhatikan mata keberanian gadis itu dengan mengepalkan kedua tangannya seolah bertekad ingin menebus kesalahannya atas kehilangan penduduknya.


"Hmmm..cepat sekali, aku senang mendengar keputusanmu.. tapi kau ingat harus ada imbalan untukku."


"Bagaimana dengan kaki kiri ku atau mata kiri ku?"


"Imbalan yang bagus, aku hanya mengambil kaki kirimu saja.."


"Aku akan mengirimmu ke dunia lain, di tempat itu kau harus mencari pahlawan legendaris si kilat merah." Sambungnya.


"Baiklah."


"Kau sudah siap Raphtalia?"


Gadis itu menarik nafas panjang untuk mempersiapkan dirinya pergi ke dunia lain "Baik."


"Ini untukmu, Raphtalia." Tapi sebelum itu, ratu dewi memberikan sebuah kalung beruba pelindung segel.


"Kalung? Jangan bilang ini.." Tak disangka, Raphtalia juga mengenal benda itu adalah pemberian ibunya, itu artinya sang ibulah yang membuat permohonan pada ratu dewi untuk menjadikan putri kecilnya sebagai dewi terakhir.


"Benar.."


Akhirnya ratu dewi mengirim putri kecil ke dunia lain dan memintanya untuk menemukan salah satu pahlawan legendari yaitu si kilat merah.


"Semoga berhasil dewi kecil ku."


START TO HERE . . .


***


gimana nihh pendapat kalian, karya ini adalah hasil kedua ku setelah membangun karya pertama alias Emergency LOVE. jadi coba-coba dulu yang bergenre supranatural auto super power, tidak hanya itu guys aksi romansa juga gak ketinggalan loo. jika penasaran atau setuju karya keduaku diteruskan sila klik "teruskan"


jika ada yang berpendapat untuk menolak sila klik "batalkan"


aku sih gemar nulis yang bergenre aksi atau fantasi, dan romansa juga lumayanlah. jangan lupa beri pendapat ya di kolom komentar, terima kasih.