The Legend of the God

The Legend of the God
MUNCULNYA SOSOK MISTERIUS



Setelah sosok itu menampakkan dirinya, membuat kedua bawahan Feng Ming menjadi lega. Lalu keduanya datang untuk menghampiri sosok tersebut.


"Hormat tetua agung keempat." Ucap keduanya dengan serempak


"Huhmm..... Kalian sebagai tetua tidak becus menghadapi tikus tikus ini." Ucap tetua agung sambil melepaskan tekanan kepada kedua bawahan Feng Ming yang ternyata seorang tetua.


"Hormat tetua agung Feng Ling. Kami minta maaf atas kecerobohan kami berdua." Ucap tetua Zu Zhe dengan ketakutan sambil menahan tekanan dari tetua agung Feng Ling


"Huhmm..... Bocah, kau memang memiliki bakat yang luar biasa. Tetapi bersikap sombong dan angkuh, akan menjerumuskan dirimu kedalam situasi sulit bahkan kematian." Ucap tetua agung Feng Ling


Karena Yang Chen menghormati tetua agung Feng Ling sebagai orang tua, maka Yang Chen bersikap dewasa dan sedikit memberi hormat.


"Hormat tetua agung, junior meminta maaf sebelumnya karena junior sudah bertindak berlebihan." Ucap Yang Chen sambil memberi hormat


"Huhmm..... Meskipun sudah bersikap sopan, tetapi kau akan dihukum atas perbuatanmu." Kata tetua agung Feng Ling


Karena Yang Chen merasa tidak bersalah, maka Yang Chen berusaha membela diri. Namun kedua tetua yang sebelumnya terus menerus memberi alasan bahwa kelompok Yang Chen lah yang duluan memulai pertemuan, dan keduanya juga kompak memfitnah Yang Chen dan keduanya temannya. Bahwa kelompok Yang Chen sudah merampok mereka dan juga telah mengambil barang milik mereka. Alhasil, tetua agung Feng Ling percaya akan kata kata mutiara dari kedua tetua itu.


"Bocah jika ingin hidup, serahkan semua barang yang kalian ambil." Ucap tetua agung Feng Ling sambil melepaskan tekanannya kepada Yang Chen dan keduanya temannya


Namun Yang Chen dan keduanya temannya mencoba membela diri, kedua tetua sebelumnya terus menerus mengela perkataan mereka dan terus menerus memfitnah ketiganya.


"Bocah, jika tidak segera menyerahkan semua barang yang kalian ambil. Maka jangan salahkan aku jika bertindak tanpa belas kasih." Ucap tetua agung Feng Ling


"Meskipun harus mati, aku tidak akan membiarkan orang orang seperti kalian bertindak semena mena." Ucap Yang Chen sambil menahan tekanan


"Baik....., aku tidak akan berbelas kasih lagi! " Ucap tetua agung Feng Ling sambil melambaikan tangannya


Seketika ketiganya langsung ditembak mundur, dengan keras menghantam bebatuan yang ada. Yang Chen yang sudah tidak peduli lagi dengan perbedaan kekuatan dan level diantara mereka, dengan cepat membentuk perubahan bentuk sejati nya lagi.


"Saudara Yang Chen, jangan bertindak gegabah." Kata Liu Chen yang juga panik


"Saudara Yang Chen, lebih baik kita mundur saja." Sahut Li Wen juga


Namun karena sudah emosi, terlebih lagi dirinya disebut sebagai tikus. Maka Yang Chen tanpa ada rasa takut segera melesat kearah tetua agung Feng Ling dengan ganas. Sementara tetua agung Feng Ling hanya diam sambil menatap kearah Yang Chen yang melesat maju.


"Pak tua sialan......," Teriak Yang Chen sambil mengayunkan tongkat toyanya


Hanya dengan satu jarinya saja, tetua agung Feng Ling langsung menahan serangan tongkat yang dilesatkan oleh Yang Chen. Seketika ledakan energi segera menyembur memaksa Yang Chen untuk segera mundur dengan cepat.


"Yang Chen, lebih baik kita segera pergi saja. Orang ini bukan lawan mu." Ucap Yuan Lao kepada Yang Chen


Mendengar peringatan dari Yuan Lao, Yang Chen langsung sadar dari emosinya yang meledak tanpa kendali. Karena tidak ada pilihan lain, Yang Chen dengan cepat mengeluarkan sayap tulangnya lalu membawa Liu Chen dan Li Wen dalam genggamannya. Melihat Yang Chen yang melesat menjauh, tetua agung Feng Ling hanya tersenyum misterius.


"Bocah, apakah kalian berpikir bisa pergi begitu saja." Ucap tetua agung Feng Ling dengan santai, tetapi menggema diseluruh lembah.


Lalu sosoknya segera menghilang, saat selanjutnya sosoknya muncul, ia segera berada didepan Yang Chen yang melesat menjauh. Meskipun dengan kecepatan yang gila gilaan ditingkatkan, tetap dengan mudah dikejar oleh tetua agung Feng Ling.


"Huh.......," Dengan tersenyum, tetua agung Feng Ling mengangkat satu tangannya untuk menghentikan pergerakan Yang Chen


Sementara itu Yang Chen mati matian berusaha menghindari telapak tangan tetua agung Feng Ling. Setelah berhasil menghindar, Yang Chen langsung melesat menjauh, namun ruang disebelah nya tiba-tiba tebelah dan telapak segera mencengkam leher Yang Chen dengan keras. liu Chen dan Li Wen langsung terlepas dari tangan Yang Chen dan terlempar, keduanya pun segera menstabilkan sosok masing-masing dan segera menatap kearah Yang Chen yang sedang dikecik oleh tetua agung Feng Ling.


"Saudara Liu Chen, ayo bantu saudara Yang Chen." Teriak Liu Chen sambil bergegas melesat


Begitu juga dengan Li Wen, tetua agung Feng Ling hanya menatap keduanya dengan tenang. Dengan lambaian tangannya saja, keduanya langsung terpental kebelakang. Dan segera keduanya langsung tidak sadarkan diri, tetua agung Feng Ling semakin menguatkan tenaganya untuk mencekik leher Yang Chen. Yang Chen sendiri sudah tidak berdaya dan mulai melemah, disaat tetua agung Feng Ling hendak mengakhiri, tiba-tiba sosok bayangan segera melintas dan dengan cepat meraih tubuh Yang Chen dari genggaman tetua agung Feng Ling, dan juga sempat memberikan serang telak kepada tetua agung Feng Ling meskipun tidak membuatnya sampai mati.


"Sialan....., siapa yang berani diam diam menyerang dari belakang." Teriak tetua agung Feng Ling dengan marah


Lalu disusul oleh kedua tetua sebelumnya sambil membawa tubuh Feng Ling yang sudah tidak berdaya.


"Tetua agung Feng Ling," Ucap keduanya dengan panik


"Tetua agung Feng Ling, apakah kita perlu mengejar sosok itu." Tanya tetua Zu Zhe


"Untuk sekarang, kita kembali saja kelembah seribu aura. Meskipun harus bekerja sama kita tidak akan bisa mengalahkan sosok itu." Ucap tetua agung Feng Ling, dan merekapun menghilang dari tempat


"Hmm...... Syukurlah kau datang disaat yang tepat, jika terlambat sedikit saja, aku kawatir harus tutun tangan menghadapi orang tua itu." Ucap Yuan Lao kepada sosok tersebut


"Hahaha....... Tuan, akhirnya kita bertemu kembali, sudah sekian lama tidak bertemu." Ucap sosok tersebut