
Disaat malam hari tiba, rombongan tersebut memilih mendirikan tenda. Karena perjalanan mereka mungkin tinggal 2 hari lagi sampai dikota wutang. Didepan api unggun, Chen Ning bercerita tentang perjalanan mereka serta bahaya yang selalu menanti. Terutama seseorang pembunuh dari salah satu keluarga yang paling terkenal yaitu keluarga Ju.
Keluarga Ju ini selalu mencari masalah dengan keluarga Chen kami, dan bahkan berani menghajar Chen Puyi kaka laki-laki dari nona Chen Ling sampai tidak berdaya.
* jadi saya berharap tuan untuk kedepannya lebih berhati-hati lagi. Tuan, kalau boleh tau, siapa nama tuan
* nama saya Yang Chen. Kalau tuan sendiri
* saya Chen Ning, salah satu tetua kelima keluarga Chen
* kalau begitu saya panggil tetua Chen Ning
* hahaha.....adik laki-laki Yang Chen jangan terlalu sopan
Sedangkan Chen Ling hanya mendengar dan menatap keduanya dari kejauhan. Karena ia berpikir bahwa orang tersebut mungkin saja utusan dari keluarga Ju.
Pada keesokannya, mereka kembali melanjutkan perjalanan kembali. Tapi Yang Chen diposisikan persis didepan tetua kelima didepan. Disaat Yang Chen dan Chen Ning sedang berbincang bincang santai, tiba-tiba serangan muncul. Namun dengan sigap Chen Ning langsung menyerang kearah kelompok tersebut.
* huh.....cuma beberapa semut mencoba sok keras didepanku
* hahahaha.......Chen Ning. Kau pikir kami ini hanya seekor semut. Tapi kami hanya seekor semut tapi mampu melawan sekawanan gajah jika bukan sembarangan semut
* ucapanmu memang liar. Tapi aku ingin lihat, apakah omongan bukan hanya sekedar omongan daripada kemampuan
* hahahaha......kau bisa mencobanya
Hiyyaaaa.......
Wujud roh petir
Amukan serbuan petir
* hah.......ternyata orang ini sudah mencapai level 50. Sialan, aku sama sekali tidak bisa merasakan kekuatan nya
Bentuk bunga matahari
Cincin jiwa api mode pertahanan
Orang tersebut hanya tertawa meremehkan, lalu hanya dengan satu serangan saja sudah dari cukup untuk menghancurkan serangan dari Chen Ning.
* hahahaha.......apakah ucapkan ku tadi ternyata benar bukan
* sialan.......aku harus berpikir cepat. Kalau tidak, aku kawatir semua orang pasti akan dimusnahkan. Nona Chen Ling, cepat pergi dan segera memasuki wilayah keluarga Chen. Orang ini biarkan saya yang urus
* tapi.......
* jangan buang buang waktu. Cepat pergi
* hahahahahaha.......kalian pikir bisa pergi dengan selamat
Hiiyyaaaa........
Seketika orang tersebut langsung melesat maju kearah Chen Ning dengan ganas. Melihat orang tersebut yang bergegas maju, Chen Ning tidak punya pilihan lain selain bertarung sampai mati.
* meskipun harus mati. Keluarga Chen ku pasti akan membalaskan perbuatan kalian
Lalu bergegas maju untuk berhadapan serangan langsung orang tersebut.
Dalam pertarungan, Chen Ning selalu dipukul mundur sampai memuntahkan seteguk darah. Sementara Chen Ling, masih ditempat dan menatap orang tersebut dengan sedikit amarah dimatanya. Sedangkan Yang Chen hanya duduk manis dengan santai.
Setelah beberapa pertukaran serangan, akhirnya Chen Ning tidak mampu bertahan dan perlahan-lahan tumbang. Begitu pula dengan bawahannya yang semakin berkurang. Dan kini mereka dikepung oleh orang tersebut, lalu pemimpin mereka melepaskan penutup wajahnya dan memperlihatkan kepada Chen Ling dan bawahannya.
* ternyata kau......
* nona Chen Ning jangan memberikan perlawanan yang sia sia. Lebih baik kalian diam dan menurut saja. Jangan coba coba melawan, atau nyawa kalian akan berakhir
* huh......lebih baik aku mati daripada menjadi budak keluarga Ju
* benar. Lebih baik kami mati dari pada menjadi budak keluarga Ju
Sorak pasukan keluarga Chen
* baiklah......habisi mereka. Dan jangankan tersisa satupun. Dan biarkan gadis itu aku yang urus
* baik tetua Ju Han
Karena tidak mau mendengar ocehan Chen Ling, Ju Han tersebut langsung mengayunkan lengannya. Lalu seberkas cahaya muncul dan bergegas menuju ke arah Chen Ling. Melihat serangan tersebut, Chen Ling hanya terdiam membeku dan hanya pasyrah akan keadaan.
Sebelum serangan tersebut tepat didepan Chen Ling. Yang Chen yang dari awal hanya menonton langsung bergerak membantu. Seketika serangan tersebut langsung menghilang tepat Ju Han sedang tersenyum ganas.
* memang sudah tabiat orang kuat yang selalu menindas orang yang lemah
* hahaha......satu lagi cecunguk yang ingin mati dengan cepat
* aku kawatir, tetua hanya mengatakan kepada dirinya sendiri
* huh......bocah sialan......
* Yang Chen. Lebih baik kau pergi melarikan diri, orang ini bukan tandingan mu
* nona Chen Ling tenang saja
* tapi.......
Sebelum Chen Ling melanjutkan ucapannya. Ju Han langsung dengan cepat berada didepan Yang Chen dang tinju yang menggempal. Lalu ledakan terjadi dan Ju Han langsung terbang mundur, lalu menatap kearah ledakan tersebut.
* apa yang terjadi. Kenapa tiba-tiba tetua mundur. Apakah bocah itu sudah mati
Semua orang bertanya tanya, dalam debu yang masih berterbangan. Lalu disaat yang sama, terdengar suara dari dalam debu.
* aku pikir, serangan tersebut bisa sebanding dengan level 50. Tapi ternyata tidak sesuai dengan level, aku kawatir tetua ini hanya meningkatkan level bukan kekuatan
* huh......bicah......memang nya aku percaya dengan omong kosong mu itu
Chen Ling, Chen Ning dan bawahannya menatap kearah Yang Chen yang masih berdiri kokoh tanpa terlalu sedikit pun.
* apakah orang ini memang bisa mengalahkan Ju Han. Tapi level keduanya beda jauh. Bahkan tetua Chen Ning di level 46 juga tidak mampu menghadapi nya. Apalagi orang ini hanya dilevel 40
* adik laki-laki. Lebih baik cepat pergi dan mempaatkan situasi ini, jangan bahayakan hidupmu hanya untuk kami
* tetua Chen Ning. Terima kasih atas peringatannya. Tapi orang orang seperti ini memang harus diberi pelajaran
* tapi....
* huh......bocah. Mungkin tadi kau hanya beruntung. Tapi aku kawatir kau tidak akan memiliki kemampuan untuk menghadapi ku
Lalu Ju Han kembali menyerang dengan tinjunya, namu Yang Chen tidak mau kalah. Ia juga menyelaraskan kedua tinjunya yang saling berhadapan.
Dalam ledakan terus menerus bergema keduanya sama-sama diterbang mundur.
* sialan.....kenapa kekuatan bocah ini bisa mengimbangi kekuatan ku
* huh.....
* bocah. Aku akui kau memang memiliki kemampuan, tapi aku kawatir itu hanya sekedar kemampuan seni beladiri
Lalu Ju Han mengeluarkan senjatanya yang sejenis pedang besar tapi bisa dibelah menjadi dua bagian. Yang Chen juga mengeluarkan tongkat Toya saktinya, lalu keduanya kembali saling beradu serangan jarak jauh maupun serangan jarak dekat.
* tidak bisa dipercaya. Ternyata anak ini bisa menandingi Ju Han dilevel 50, tapi aku kawatir itu tidak akan bertahan lama
Dentuman kedua serangan senjata terus menerus bergema dilangit maupun didarat. Ju Han yamg menyadari bahwa ia harus segera mengakhiri pertempuran ini.
* aku tidak menyangka, bocah ini bahkan mampu menekan ku sampai titik ini. Sialan........aku harus segera membunuh bocah ini apapun caranya
Hiiyyyaaaa...........
Teknik Pedang dua bilah
Gilingan lima kesadaran
* huh.......akhirnya kau mengeluarkan kartu truk mu
Hiiyaaa......
Bentuk api ilahi yin yang
Taknik gabungan. Ledakan dua api satu serangan
Keduanya sama-sama melepaskan teknik mereka masing-masing, lalu disaat yang bersamaan. Kedua serangan tersebut saling bertemu dan bertahan beberapa saat. Pada akhirnya suara ledakanpun bergema, Ju Han yang berpikir bahwa tekniknya yang paling kuat hanya tertawa bangga. Sedangkan semua orang yang menonton menjadi semakin panik terutama keluarga Chen. Namun ekpresi Yang Chen hanya diam dan menatap dingin kearah serangan tersebut yang mulai runtuh.
* hahahahahaha.........bocah. Aku sudah katakan semua upayamu hanyalah sia sia
Yang Chen hanya diam sambil menyiapkan teknik tersembunyi yang waktu itu ia gunakan saat melawan Di Yu. Setelah ledakan yang kedua, kedua serangan tersebut sama-sama runtuh. Seketika Ju Han langsung terdiam terpaku, sambil dalam keadaan ketidak percayaan ia kembali dikejutkan kembali dengan aura Yang Chen kembali menungkat.
* sialannn........ternyata bocah ini masih memiliki beberapa kemampuan tersembunyi nya
Lalu terdengar suara yang keras bergema diseluruh langit, membuat semua orang kembali kaget.
Hiiiyyyaaaaaa.........
Teknik bentuk sejati
Bentuk tubuh api ilahi yin yang
Serangan Penguasa dua api neraka
Hiiyyyaaaa........
* sialan.......kenapa teknik ini begitu kuat. Aku harus segera pergi
Hiiyyaaaa........
Serangan pengalihan
Dan serangan Ju Han hancur hanya menyentuh kibaran panas api Yang Chen, dan serangan tersebut terus melesat kearah Ju Han yang mencoba menghindar. Tapi karena sudah terlambat, ia terkena serangan langsung. Karena ia memiliki ketahan tubuh yang kuat, terlebih lagi ia masih menyisakan kekuatan yang kucup. Ia masih sanggup bertahan. Tapi dampak dari serangan tersebut membuat nya mengalami keadaan yang keritis.
Yang Chen yang melihat kesempatan, langsung melesat maju kearah Ju Han yang sudah hampir tidak berdaya. Menghadapi serangan tersebut, Ju Han hanya menyilang kan kedua tangan nya kedepan untuk memblokir serangan yang dilesatkan oleh Yang Chen. Karena kekuatan nya sudah berkurang banyak, jadi ia hanya bisa merintih kesakitan.
Ledakan demi ledakan terus menerus bergema dilangit dan pukulan demi pukulan terus dilancarkan tanpa ampun kearah Ju Han yang sudah kehilangan aura kehidupan nya.