The Legend of the God

The Legend of the God
MUNCULNYA BERBAGAI ALIANSI



Setelah Yang Chen mencoba sayap tulang tersebut, pada akhirnya ia bertemu kembali dengan faksi Guinsing yang mencarinya. Lu Tao yang melihat sayap tulang yang berada dipunggung Yang Chen, membuat nya menjadi naik darah.


* huh......ternyata tikus yang menjijikkan yang telah berani mengambil harta faksi Guinsing ku


* harta milik faksi Guinsing. Sejak kapan harta ini milik kalian


* hmm.....tuan muda Lu Tao. Jangan berbicara banyak lagi. Cepat bunuh tikus itu


* hahahaha......hanya dilevel 40 saja pasti mudah untuk dihabisi dengan satu gerakan


* ohhh......aku tidak yakin akan hal tersebut


* huh...bocah....


Hiiyyaaa......


Bentuk jiwa debu


Hempasan debu tanpa nama


* huh......


Bentuk api yin yang


Gelombang api pemusnah


Seketika benturanpun terjadi dengan Lu Tao yang masih bersikap santai. Namun ekspresinya seketika berubah ketika serangannya runtuh dan dengan sekejap dirinya dilenpar mundur.


* aaa.....uhuk.....uhukk.....sialan..aku tidak percaya bocah ini memiliki kemampuan untuk bersaing dengan ku


* huh.....apakah hanya ini kemampuan praktisi di level 48


* bocah.....aku belum kalah


Hiiyyyaaaa.......



Pusaran \*\*\*\*\*\* beliung pengoyak


* bocah matillaahh.....


* huh......


Teknik tarian dewa api yin yang


* huh......bocah....jangan berpikir untuk bisa mengalahkan kan ku dengan mudah


Setelah berbicara, Lu Tao langsung terdiam membeku ketika serangannya langsung hanhur. Sedangkan Yang Chen melesat kearahnya dengan tinju yang menggempal, namun disaat yang sama tetua Lu Dong langsung menahan serangan Yang Chen.


* bocah. Kau sudah keterlaluan, matilaahh....


Buuumm........



Ledakan pun terjadi membuat ketiganya langsung terbang mundur.


* bagus bocah. Ternyata kau memang memiliki kualifikasi untuk berhadapan langsung dengan tuan muda Lu Tao


* huh....hanya praktisi dilevel 50 saja sudah bersikap egois


* bocah sialan. Mulutmu memang liar, aku melihat apakah kemampuan mu sebanding dengan mulutmu yang liar


Bentuk kabut darah hydra


Domain kabut darah. Serangan kepala hydra



Mode pelindung dewa api yin yang


* huh.....hanya teknik rendahan....


Hiiyyaaaa........



Buuuummmm..........



Tetua Lu Dong dengan keras menghantam Yang Chen yang menggunakan mode bertahan. Disaat benturan, keduanya mengalami stack dan hanya bertahan beberapa saat. Lalu disusul oleh ledakan energi yang saling menolak satu sama lain.


Setelah ledakan terjadi, baik tetua Lu Dong dan Yang Chen sama sama mundur dengan cepat.


* hahahaha......baguss.....baguss....aku memang meremehkan mu, tapi aku tidak yakin jika kau masih bisa bertahan


Hiiyyaaaa...........


Teknik pengumpulan energi sihir


* hah.....semuanya cepat mundur. Sialan, bahkan tetua Lu Dong dipaksa menggunakan teknik terkuatnya


* bocah. Aku tidak akan berbelas kasih lagi


Raungan hydra pemecah langit



Setelah mengucapkan teknik nya tersebut, tetua Lu Dong lang melesat maju kearah Yang Chen yang masih diam. Dengan senyuman tipisnya, Yang Chen hanya berkata dengan nada santay tapi mengandung ejekan.


* huh.......orang orang yang ada dibenua ini memang dipenuhi arogansi, bahkan tidak memandang usia sekalipun. Sekarang aku tidak akan main main lagi


Teknik bentuk sejati


Bentuk tubuh api ilahi yin yang



Bummm...... Duuuaarrr......


Keduanya menggunakan serangan jarak dekat yang saling menggunakan tinju masing-masing. Karena sudah naik darah, tetua Lu Dong mengeluarkan senjatanya berbentuk lengkungan seperti katana tapi dikombinasi dengan kapak satu mata. Begitu pula dengan Yang Chen yang mengeluarkan tongkat toya sakti nya.


Dalam berturan serangan senjata, momentum serangan keduanya membuat sekitar menjadi tak terkendali seperti sedang mengamuk akibat serangan para monster.


* hiyyaaa.......tebasan bulan ganda


* amukan kaisar malapetaka ilahi


Dumm... Dumm.... Dumm... Duaarr......


* kurang ajar.......hiiyyaaaa.......bocah matilahh.......


Putaran jarum kematian


* huh.......


Teknik penyatuan gelombang api ilahi yin yang


Buummm.........duuuaaarrrrrr


Setelah benturan yang terakhir, tetua Lu Dong langsung dikupul mundur hingga menghantam bebatuan dibelakangnya. Sambil terengah engah, tetua Lu Dong dengan sekuat tenaga mencoba menstabilkan sosoknya. Namun ia terkejut melihat Yang Chen yang sudah tepat berada di hadapannya dengan ayunan tongkat toya sakti.


* teknik kombinasi, tarian dewa api hantaman toya sakti. Hiiyaaaa......


Karena tidak sempat menghindari serangan cepat tersebut, tetua Lu Dong hanya bisa menatap tongkat toya sakti yang sudah tepat di depan wajahnya. Seketika kepala tetua Lu Dong langsung hancur tanpa sisa, semua orang yang melihat kejadian tersebut langsung menggidik ketakutan terutama kepada Lu Tao sendiri.


* hah....tee......teetua Lu Dong sudah mati. Tuan muda cepat pergi


Dengan wajah pucat, Lu Tao berlari menjauh. Yang Chen yang melihat hal tersebut langsung menggunakan sayap tulangnya untuk mengejar, Lu Tao yang semakin panik tidak menghiraukan para pasukannya yang mati dibelakangnya. Yang Chen yang sudah tepat didepan Lu Tao langsung melancarkan serangan tepat kearah jantung nya. Namun tepat tinju Yang Chen sudah mengenai jantung Lu Tao, terdengar suara besi yang dipukuk oleh gempalan tangan.


* aaaaa....... Uhukk...... Uhukkk..... Uhukk..


* huh.....ternyata itu armor dengan energi sihir alam


* bocah. Jika kau berani membunuhku maka faksi Guinsing tidak akan melepaskan mu


* benarkah begitu. Bukankah tetua sebelumnya mati ditangan ku. Itu berarti faksi Guinsing sudah menjadi musuhku kan


* sialann.......bocah jikau kau berani mendekat maka jangan harap aliansi Mistik Pengendali Api akan melepaskan mu begitu saja


* aliansi mistik pengendali api. Hmm.... Sepertinya ini akan semakin menarik


Sedangkan Lu Tao memfaatkan Yang Chen yang sedang termenung dan langsung melesat menyerang.


* huh.....dasar bodoh


Tanpa gerakan yang spesial, kepala Lu Tao langsung hancur. Setelah membunuh Lu Tao, Yang Chen langsung membantai pasukan yang tersisa. Lalu Yang Chen mengumpulkan semua cincin penyimpanan milik Lu Tao dan para bawahannya.


* ternyata Lu Tao ini sangat kaya. Sekitar satu juta batu inti jiwa


(batu inti jiwa, adalah mata uang dibenua ini).


Setelah selesai mengumpulkan cincin penyimpanan, Yang Chen langsung melesat menjauh dari area medan pertempuran. Dalam perjalanan, Yang Chen kembali bertanya kepada Yuan Lao tentang jumlah klan dan aliansi yang ada di benua ini beserta level kekuatan yang dimiliki