
Beberapa hari sudah berlalu. Kini Yang Chen telah mendapatkan informasi tentang kolam jiwa, Yang Chen langsung bergegas menuju kearah yang dituju. Namum dapam perjalanan, ia bertemu banyak sekali praktisi muda yang jenius. Bahkan diantara mereka sudah mencapai level 40 diusia yang jauh lebih muda dari Yang Chen itu sendiri.
* bahkan jumblah ini melebihi apa yang kukira
Disaat lamunan Yang Chen. Ketua yang memimpin, menjelaskan peraturan yang ada.
* energi pembatas akan segera dibuka. Aku berharap semua praktisi jenius bisa masuk. Sedangkan untuk peraturannya sendiri, kalian diijinkan untuk saling bertempur setu sama lain. Dan bisa mengambil barang praktisi lain, tapi dilarang keras untuk saling membunuh
Beberapa saat kemudian, penghalang energi langsung dibuka. Dan semua praktisi langsung bergegas masuk secara bersamaan.
Disisi lain, terdapat dua klan yang ikut.
Klan Xian
Xian Xi level 37 sihir elemen anggrek neraka, si gadis yang sembrono, tapi bersikap anggun kepada orang yang ia kenal. Xian Li level 40 sihi elemen dewa jiwa kaka pertama, memiliki sikap yang lembut tapi mematikan jika ada yang ingin mencoba mengeretaknya. Xian Zeng level 40 sihir elemen tubuh surgawi merupakan kaka kedua kakanya, memiliki sikap yang senantiasa membantu orang lain.
Klan Huo
Huo Qi level 40 sihir elemen Phoenix guntur es si gadis cantik, tapi mudah marah. Masalah yang hanya sepele saja bisa membuat nya naik darah. Huo Xan level 39 sihir elemen roh angin pelahap adik kedua, merupakan adik Huo Qi, tenang dan rupawan dan lebih menghormati orang lain. Huo Sen level 39 sihir elemen tengkorak tanah pengendali aray saudara kembar Huo Xan, memiliki sifat yang agresif cenderung lebih suka menantang orang lain yang ia ketemui, tidak peduli seberapa kuat orang itu.
Setelah memasuki tempat tersebut, Yang Chen memutuskan untuk mencari jalan lain. Yang Chen yang melihat ada banyak sekali jenis monster memutuskan untuk membantai kawanan monster tersebut bersama Long Xue.
Dalam pembataian kawanan monster tersebut, yang Chen dan Long Xue berhasil mendapatkan material yang bermacam macam. Long Xue yang melihat kemampuannya Yang Chen yang sudah banyak berkembang sedikit terkejut, karena ia sudah lama mengikuti Yang Chen namun tidak terlalu memperhatikan kemampuan Yang Chen yang sudah meningkat.
* yeiii..... Kaka Chen'er kita mendapatkan banyak sekali harta
* Xue'er. Apakah kamu menemukan material yang cocok dengan mu
* huh..... Ini hanya material kelas rendah. Dan tidak memiliki kualitas yang bagus
* hahahahaha...... hahahaha......
* huhhh........
Ditemgah pembicaraan keduanya, Yang Chen mendengar suara pertempuran di sisi lain. Karena penasaran, ia mengajak Long Xue untuk bergegas menuju kearah suara tersebut.
Disisi lain. Ternyata suara tersebut bersasal dari Huo Sen yang sedang bertarung melawan Xian Li.
* Huo Sen hentikan
* hahahahaha....... Ini sangat menyenangkan. Hahahaha....
* sialan..... Kau kira aku ini lemah
* kaka Xian Zeng. Apakah kita harus menghentikan pertarungan keduanya. Aku kawatir kaka Xian Li akan membunuh lawannya
* kaka juga tidak bisa berbuat apa apa sekarang.
* hahahahaha....... hei kau. Mari kita lihat. Seberapa kuatkah jenius klan Xian
Bentuk tengkorak tanah pengendali aray
Teknik Tangan tulang pengurung
* baiklah.... Aku juga penasaran dengan jenius klan Huo
Bentuk Dewa Jiwa
Teknik ribuan pasukan jiwa
Namun serangan keduanya seimbang, tidak ada diantara keduanya kalah maupun menang. Karena Huo Sen tidak menghiraukan perkataan nya, Huo Qi langsung melesat kedepan Huo Sen lalu memarahinya.
* apakah kau ingin ayah mengetahui perlakuan mu ini
* hehehehe..... Kaka Huo Qi. Aku.... Aku hanya menguji orang ini saja
* jangan omongan kosong. Misi kita lebih penting daripada menguji orang lain
Seketika ketiganya langsung meninggal Xian Li yang masih menatap kearah mereka. Sedangkan Huo Qi dan kedua adiknya tidak menoleh sedikitpun, atapun meminta maaf. Hal tersebut disaksikan oleh Yang Chen dan Long Xue yang sudah lama memperhatikan pertempuran keduanya.
* kaka Xian Li. Apakah kaka baik baik saja
* adik Xian Xi jangan kawatir. Kaka tidak terluka sedikitpun
* orang ini bahkan tidak meminta maaf kepada kaka pertama
* sudahlah Xian Zeng. Lebih baik kita pergi saja
Keduanya mengangguk lalu mereka bergegas terbang menjauh.
* kaka Chen'er. Orang orang ini sepertinya sedang terburu buru
* adik Xue'er. Ayo kita pergi
Selama perjalanan, keduanya telah membantai banyak sekali kawanan monster spiritual maupun monster immortal yang tidak bertuan. Disaat keduanya sedang beristirahat, Yang Chen merasakan pilingnya mengatakan bahwa mereka akan bertemu orang yang kuat. Tapi Yang Chen tidak mempermasalahkan hal tersebut dan yakin akan kemampuannya sendiri.