The Legend of the God

The Legend of the God
MENGHADAPI LIMA LAWAN SEKALIGUS



Keesokan harinya, terdengar suara yang bergema diseluruh aula keluarga Chen. Dan membuat semua orang bergegas keluar dengan panik.


* Chen Hui.......keluar lah


* ada apa ketua Ju Ji datang kediaman Chen ku


* tentu saja untuk datang dan untuk menanyakan tentang tetua pertama Ju Han


* tetua Ju Han. Bukankah tetua Ju Han sedang melakukan perjalanan mencari sesuatu yang kalian cari. Lalu kenapa ketua Ju Ji malah datang ketempat keluarga Chen ku


* aku mendapatkan kabar kalau keluarga Chen mu sudah menangkap tetua Ju Han. Dan sekarang cepat lepaskan tetua Ju Han sekarang


* keluarga Chen ku sama sekali tidak melakukan apapun kepada tetua Ju Han. Apalagi sampai menangkapnya


* huhrrr......ketua Chen Hui. Jangan pikir aku ini bodoh, sudah jelas kalau kalian sudah menahan tetua Ju Han


* untuk tetua Ju Han. Sebenarnya sudah mati


* siapa yang berani berbicara omong kosong


* huh......bukankah kalian yang mencari masalah. Mengirim seorang tetua pertama dengan level 50, untuk membunuh anak dan tetua kelima keluarga Chen


* bocah. Orang yang memiliki ambisi akan berakhir buruk


* tuan muda. Lebih baik tuan muda jangan memprovokasi orang ini. Dan lebih baik tuan muda meninggalkan kota ini sesegera mungkin


* ketua Chen Hui. Masalah kali ini, aku penyebabnya. Dan harus menyelesaikan masalah


* tuan muda. Ini terlalu nekad. Ketua Ju Ji sudah mencapai level 59. Dan bukan tandingan tuan muda. Dan aku juga kawatir, meskipun harus bergandengan tangan. Itu pasti sangat mustahil, ditambah lagi dengan keem tetua yang tersisa


* terma kasih atas peringatannya. Tapi aku tidak bisa mundur sekarang. Dan lebih baik mati daripada kabur dari medan tempur


* tapii.......


* huh.......sudahlah jangan banyak omong kosong. Bocah, buktikan saja kemampuan mu. Murid-murid keluarga Ju, habisi semua murid-murid keluarga Chen tanpa ada yang tersisa. Keem tetua, pimpim semua murid


* baik ketua Ju Ji. Serangggg........


Peperanganpun pecah, dengan Ju Ji yang memimpin semua muridnya. Chen Hui juga tidak tinggal diam, ia juga memerintahkan semua muridnya untuk menghadapi murid-murid keluarga Ju.



Disaat pertempuran pecah, Chen Puyu juga datang membantu dengan beberapa bawahannya.


* keluarga Ju. Saatnya untuk membalaskan pembuatan kalian selama ini


* Ju Ji. Bukankah tindakan mu ini sudah melanggar peraturan kota ini


* hahahahaha........hanya untuk membereskan beberapa semut tidak masalah harus melanggar peraturan. Semua pemimpin kota ini juga tidak akan berbuat banyak


* huh......meskipun harus musnah. Keluarga Chen ku tidak akan pernah tunduk


* hahahahaha........baikk


Wujud Spiritual Singa Api


Taring singa raungan jirah


* huh......


Bentuk Jirah Besi guntur


Lesatan guntur mode pertahanan


Kedua serangan tersebut saling bertemu dan membuat getaran yang menggemparkan area keluarga Chen. Sedangkan Yang Chen sendiri berhadapan dengan dua tetua keluarga Ju, bernama Ju Lu dan Ju Ku.


* huh......bocah lebih baik kau menyingkirkan dari hadapan kami


* menyingkir.....?????


* bocah. Jangan sombong, kau hanyalah semut yang mencoba menjadi gajah


* huh........mari kita lihat, apakah aku memang seekor semut yang mencoba menjadi gajah. Atau kalian yang sebenarnya semut itu sendiri


* bocah sialan......


* Ju ku. Jangan banyak bicara lagi, lebih baik kita cepat menyelesaikannya dengan cepat


* baikk......


Bentuk Tubuh Naga Tulang


Pusaran hujan jarum tulang naga


Bentuk Serigala Kepada Ganda


Delapan gigitan taring racun


* huh.......


Bentuk Api Ilahi Yin Yang


Gelombang Api Pemusnah


Duumm...... Duuuaaarrrrr........


Ketiga serangan tersebut saling bertemu, suara terendam bergema lalu gelombang kejut dari efek benturan membuat ketiganya diterbang mundur.


* huh.....bagaimana bisa serangan bocah ini bisa menahan serangan gabung kami berdua


* tetua Ju Lu. Jangan bengong, cepat serangan bocah itu secara bersamaan


* huh......bocah, sekarang kau tidak akan bisa berbuat apa-apa sekarang


Sedangkan Yang Chen sendiri langsung mengeluarkan tongkat Toya saktinya. Lalu bergegas melesat kearah keduanya, diatas wilayah keluarga Chen. Pertarungan antara tetua juga ketua Chen Hui melawan Ju Ji. Begitu pula dengan para pasukan kedua keluarga dibawah, ketua Chen Hui yang masih dibawah Ju Ji. Hanya bisa bertahan beberapa putaran, lalu ia berhasil dipukul mundur oleh Ju Ji.


* huh......hanya trik kecil seperti ini kalian sudah bersikap sombong


* hahaha......bocah omelan mu sungguh membuat perutku seperti digelitik. Hahahaha........


* huh....bocah, kau pikir kami ini hanyalah seekor semut. Lalu mengapa kau tidak bisa keluar dari kepungan serangan kami


* bocah sialann......jangan harap kami akan berbelas kasihan


* Ju Ku. Jangan menunda nunda lagi, ayo serang dengan satu pukulan


* baikk.....


Hiiyyaaaaaa........



Teknik raungan serigala kepala ganda


Tombak jantung ketiadaan


Teknik tengkorak naga


Kurungan delapan naga kuno


* aku ingin lihat, seberapa kuat kemampuan kalian berdua


Teknik amukan kaisar malapetaka ilahi


Dentuman perang, kaisar malapetaka ilahi


Hiiyaaa.......



Teknik amarah kaisar api yin yang


Pengadilan dua api neraka


Setelah serangan pertama dilesatkan, Yang Chen juga mengeluarkan satu serangan lagi. Yang bertujuan untuk menyerang kedua tetua tersebut secara langsung tanpa bisa menghindar. Ketiga serangan tersebut saling melahap satu sama lain, lau setelah itu serangan yang bertahan lama perlahan lahan runtuh. Hal tersebut membuat kedua tetua itu terkejut namun mereka tidak menyadari bahwa serangan susulan sedang mengincar kearah keduanya.


* teknik bocah ini ternyata tidak sesederhana seperti apa yang dilihat


* bahkan dengan serangan gabungan, bocah ini masih bisa bertahan bahkan mampu menghancurkan serangan itu


Fan tak lama dari keduanya yang terdiam, serangan susulan langsung dengan cepat berada di hadapan keduanya. Tetua Ju Lu dan Ju Ku yang baru menyadari, tidak sempat menghindar maupun melakukan pertahanan. Keduanya hanya bisa menyilangkan kedua tangan didepan mereka, lalu serangan tersebut langsung meledak. Membuat keduanya ditembak mundur sambil memuntahkan seteguk darah.



Ketua Ju Ji yang hendak membunuh Chen Hui, langsung melirik kearah kedua tetua yang ditembak mundur. Lalu ia langsung bergegas menangkap keduanya yang pingsan.


* bocah sialan. Beraninya kau melukai kedua tetua keluarga Ju milik ku. Kau harus bertanggung jawab


Seberkas cahaya muncul ditangan kanan Ju Ji lalu ia melemparkan bola cahaya tersebut kearah Yang Chen dari kejauhan.


* huh......memangnya kenapa kalau mereka mati


Sambil mengayunkan tongkat Toya saktinya untuk menghantam bola cahaya tersebut dengan energi yang begitu ganas. Lalu suara dentuman beserta dengan gelombang kejut dari serangan tersebut membuat semua orang terbang mundur dengan tergesa-gesa.


* hah......apakah tuan muda Yang Chen baik baik saja. Sangat disayangkan jika anak itu mati disini


* ayah. Bagaimana dengan luka luka ayah


* ayah....


* jangan kawatir. Ayah baik baik saja


* ayah. Apakah anak itu masih bisa bertahan melawan Ju Ji


* ayah juga tidak tau. Tapi yang terpenting sekarang, kalian harus segera meninggalkan kota ini sejauh mungkin


* ayah. Aku akan berjuang bersama ayah, meskipun haru mati


* kaka Chen Puyu benar. Meskipun harus mati, kami tidak akan mundur


* apakah kalian bodoh. Jika kita mati disini hari ini, siapa yang akan membalaskan dendam keluarga Chen kepada keluarga Ju


* tapii......


* jangan berbicara lagi cepat pergi dari sini


Sebelum keduanya hendak melangkah, terdengar suara dentuman yang begitu memekakan telinga kembali terus menerus. Dan ternyata dalam gumpalan energi yang menutupi kedua sosok yang saling berhadapan. Ketiganya menoleh kearah suara dengan serempak, sedangkan didalam lautan energi. Yang Chen dan Ju Ji saling bertarung jarak dekat, para tetua keluarga Ju juga ikut membantu. Sedangkan para tetua keluarga Chen sudah lama dikalahkan.


* cepat bantu ketua Ju Ji


* Yang Chen. Kamu harus segera mengalahkan Ju Ji ini sebelum para tetua itu datang membantu. Aku kawatir, dengan kemampuan mu saat ini masih belum bisa melawan musuh yang bayak


* guru benar. Tapi ini masih sangat sulit untuk ditangani, Ju Ji ini memang layak menjadi pemimpin keluarga Ju


* bocah. Jangan berpikir keluarga Ju milikku ini bisa diinjak-injak oleh orang-orang seperti kalian


* diinjak-injak. Sejak kapan aku melakukannya, bukankah kalian sendiri yang memulainya


* bagusss.......bagus bocah. Mulutmu memang seperti cacing yang suka menggeliat


* hahahaha........bukankah itu lebih baik daripada kalian yang hanya omong kosong


* bocah, apa yang kau bicarakan


* aku bilang, kalian semua hanyalah sekelompok pengecut yang mengeroyok seorang junior


* hahahahaha........lalu kenapa kau tidak melakukannya juga


* aku seorang pria sejati yang hanya melawan musuh setika seorang diri. Bukan main keroyokan seperti kalian


* bocah sialan, cukup omong kosong mu itu lebih baik buktikan saja


Hiiiyaaaa.......


* huh......aku juga sudah muak dengan kalian


Teknik Bentuk Sejati


Bentuk Tubuh Ilahi Yin Yang