
* huh.....ternyata kau memang mempunyai beberapa kemampuan. Pantas saja kau berani bersikap sombong
Tanpa melanjutkan perkataannya, Ju Ji langsung mengayunkan pedangnya dengan ganas. Yang Chen pun juga tidak tinggal diam, ia juga mengeluarkan tongkat Toya saktinya. Lalu berbenturan dengan keras kearah pedang Ju Ji tanpa ampun.
* hahahaha......hanya tongkat ronsokan saja. Berani bersaing dengan pedang milikku
Disaat yang sama, benturan kedua serangan senjata tersebut memunculkan suara mendengung yang memekakan telinga. Keduanya saling bertahan setelah berbenturan, namun suara retakan terdengar.
* hahahaha......sudahku bilang. Senjata rongsokan mana mungkin bisa bersaing dengan pedang ku
* huh......apakah matamu juga bermasalah
* bocah. Apakah kau menghinaku
* siapa yang menghina. Bukankah itu kenyataan
Retakan kembali mulai menyebar, lalu Ju Ji kembali terkejut.
* hah.......mana mungkin ini bisa terjadi
* huh......
Hiiiyaaaaa.......
* hahh.......
Dengan seluruh kekuatannya, Yang Chen menghempaskan Ju Ji dengan ganas. Alhasil, Ju Ji yang tidak bisa mengelak langsung terkena serangan secara langsung. Ju Ji ditembak mundur dengan terombang ambing, lalu Ju Ji kembali menstabilkan tubuhnya dengan memuntahkan seteguk darah.
* sialan. Kemampuan bocah ini ternyata tidak bisa diremehkan
* hah....ketua Ju Ji
* bahkan ketua Ju Ji juga dipukul mundur
* huh.......seperti apa yang kukatakan sebelumnya. Kemampuan praktisi level 50 biasa biasa saja
* huh......bocah, jangan sombong dulu. Kau hanya beruntung saja
* huhmm.....benarkah seperti itu. Aku kawatir ketua Ju Ji hanya membual saja
* bicah sialan. Cepat bunuh bocah sialan itu
* baik ketua Ju Ji
* bocah. Mari lihat, apa kau masih bersikap sombong
* huh.....para tetua bisa mencobanya
* bagus bocah. Jangan salah kan kami jika bersikap kasar
Hiiyyaaaa.......
Bentuk dua jiwa angin
Hembusan tornado merobek kehampaan
Bentuk benih api dan tanah
Akar maut penusuk langit
Bentuk mata elang embun surgawi
Sayatan ganda seribu sayap
Bentuk ganda Phoenix api dan jiwa naga
Meteorit bintang jatuh. Serangan ganda sihir elemen
* huh......benar benar merepotkan
Teknik amukan kaisar malapetaka ilahi
* ayah. Apakah kita akan juga ikut membantu
* tunggu dulu. Kita lihat, apakah anak itu membutuhkan bantuan atau tidak
* tapi ayah.......
Suara ledakan yang bergema membuat semua orang menegang. Gumpalan sinar cahaya yang menutupi keempat tetua dan juga Yang Chen.
* hahahaha.......aku yakin bocah itu sudah mati
* huh......mati katamu. Sejak kapan aku akan berakhir seperti ini
* hahh........bocah sialan ini ternyata masih bisa menahan gabungan
* Yang Chen. Kamu harus segera pergi, jika pertempuran kembali berlanjut. Aku kawatir kau akan mengalami kerugian, terlebih lagi energi mu juga sudah hampir terkuras habis, akibat mengeluarkan hampir seluruh energi mu
* guru benar. Tapi aku kawatir ini akan sedikit lebih sulit
* baiklah. Aku akan percaya akan guru, tapi aku penasaran apa rencana guru
* sudahlah ini bukanlah waktunya untuk membahas hal tersebut
* para tetua. Cepat bunuh anak ini dengan menggabungkan seluruh kekuatan kalian
* baik ketua Ju Ji
Satu per satu para tetua merempet mendekati ketua Ju Ji, lalu membentuk pormasi. Ketua Ju Ji mengumpulkan semua energi yang ditransfer dari keempat tetua, dengan gerakan tangannya, ia membentuk pusaran serangan yang begitu besar dan mengandung energi penghancur.
* Yang Chen. Inilah waktunya
Sedangkan Yang Chen menganggukkan kepalanya.
Lalu Yuan Lao langsung menstransfer setengah kekuatannya untuk berhedapan dengan serangan Ju Ji.
* guru teknik apa yang akan guru gunakan
* hmm......lihat sajalah
Dengan penuh niat membunuh, Ju Ji langsung melesatkan serangan kearah Yang Chen yang masih terdiam membeku.
Hiiiyaaa........
Teknik lotus api
Hujan api penakluk
Kedua serangan yang begitu dahsyat, memancarkan gelombang kejut yang begitu merusak. Alhasil semua orang yang ada dalam radius seribu meter segera terbang sejauh mungkin, sedangkan area wilayah keluarga Chen termasuk salah satu rumah tersebut langsung hancur seketika. Bekas ledakan api yang begitu merusak, membelas diseluruh area yang dilewati.
Keempat ketua Ju Ji dan keempat tetuanya juga dipukul mundur dengan keras kebelakang sambil memuntahkan seteguk darah. Sedangkan Yang Chen juga di pukul mundur dan memuntahkan seteguk darah, lalu terbang melesat menjauh.
* sialan bocah ini. Cepat kejar bocah itu. Jangan biarkan lolos
* baik ketua
* ayah. Apakah kita akan membiarkan orang orang dari keluarga Ju akan bertindak lagi
* saat ini ayah juga tidak bisa berbuat apa-apa. Terlebih lagi keadaan sekarang sangat ini juga mengalami kerugian yang sangat besar
* tapi ayah
* adik Chen Ling. Jangan terlalu banyak bicara
* bocah. Kau pikir busa lari begitu saja
* guru apakah kita harus tetap menghindari mereka
* hmm......kita tidak boleh membuang buang waktu lagi. Kita harus segera meninggalkan tempat ini sesegera mungkin
* baiklah
Dalam pelarian tersebut, Yang Chen sampai disebuah lembah dengan alam yang masih alami.
* Yang Chen. Kamu harus lebih berhati-hati lagi. Aku rasa lembah ini masih sangat alami, aku kawatir monster buas pasti banyak berkeliaran
* guru. Aku punya rencana
* bocah kau mau lari kemana. Jangan pikir kami akan melepaskan mu begitu saja
* huh......kalian pikir bisa menangkap ku dengan mudah
* hahaha......bocah, kau masih berbicara sombong. Sekarang tidak ada yang bisa menyelamatkan hidup mu dari kematian
Kau Yang Chen berhenti, dengan senyuman aneh.
* hahahaha......bocah, apakah energi sihir mu sudah habis
* huh......apakah kalian pikir seperti itu
* huh.....bocah. Matilahhh.......
Sebelum serangan tetua Ju Gang mengenai leher Yang Chen. Disaat yang sama terdengar suara raungan yang seketika semua orang langsung terdiam, lalu secara serempak menoleh kearah sumber suara. Segera monster muncul dari balik pepohonan, tanpa beri aba aba monster itu langsung melesat kearah semua orang yang ada.
* sialan....ternyata kita dibawa kearea wilayah monster kadal kuno ini
* cepat meninggalkan tempat ini. Bocah, kali ini kau beruntung masih bisa lolos
* huh.......lalu.....
Monster kadal itupun membunuh satu persatu murid kelas Ju, termasuk keempat tetua yang memgejar. Mereka sempat memberikan perlawanan, akan tetapi mereka segera dibunuh dengan ganas. Karena mereka sudah terluka parah, setelah menghabisi semua orang dari keluarga Ju. Monster kadal itupun menoleh kearah Yang Chen yang hendak bergegas pergi, namun sang monster tidak akan membiarkan semua itu. Lalau dengan cepat monster kadal segera melesat kearah Yang Chen yang juga panik.
Lau kejar kajaran terjadi diantara keduanya.