The Legend of the God

The Legend of the God
DI JEBAK DALAM BAYANG-BAYANG



Yang Chen yang sedang bersantai, tiba tiba ada seseorang yang menghampirinya,


Orang tersebut ternyata kaka pertama bersama Yang Shian berusia 26 tahun. Dan sekarang kakanya mewarisi pemimpin setelah ayah mereka melakukan kultivasi tertutup dalam jangka yang tak ditentukan.


* adik ketiga bagaimana keadaan mu


Ucap Yang Shian kepada Yang Chen


*Kaka...aku baik baik saja bagaimana dengan kaka.


* oh kaka juga baik baik saja.


Mereka pun berbincang bincang santai sambil ketawa.


Keesokan harinya Yang Chen pun keluar hanya untuk mencari bahan obat di area pegunungan. Karena bahan obat yang ia cari tidak ada di serikat alkis maupun toko toko di kota dantian.


Setelah berjalan sangat lama, tanpa sadar Yang Chen pun sampai disuatu tempat. Tempat tersebut ternyata jurang tanpa akhir.


* tak ku sangka ternyata ada tempat yang seperti ini di wilayah kota air hitam.


Pada akhirnya iapun meninggal kan tempat tersebut dan terus berjalan, karena tidak menemukan apa apa akhirnya Yang Chen memutuskan untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang, Yang Chen mendengar suara teriakan dari dalam hutan. Yang Chen bergegas menuju sumber suara tersebut.


Disisi lain ada seorang pria paruh baya dan juga ada seorang gadis yang di kejar sekelompok orang, karena peria tersebut sudah terluka maka para perampok tersebut dengan cepat menyusal.


* hahahaha...... Pak tua sebaiknya kamu jangan melawan dan serahkan putri mu pada tuan muda kami.


*aammmpun tuan tolong lepas kan putri saya,.... Saya mohon tuan..


Taklama kemudian tibah seorang pemuda yang berjalan santai menuju kearah mereka.


*Hormat tuan muda.


*Hmmmm..... Paktua sebaiknya kau serahkan saja putri mu itu.


Ia seorang tuan muda dari keluarga Ding yang bernama Ding Mu


* tuan saya mohon tolong lepas kan putri saya. Saya akan melakukan apa saja yang tuan inginkan asalkan putri saya bisa pergi.


*hah.... Kau bilang bisa melakukan apa saja kan.


* bee... Betul.. Betul tuan muda


* kalau begitu serahkan putri mu paktua sialan.


* ttaa... tapi tuan muda


*oohhh berarti kau menolak ya kalau begitu matilah.


Di saat yang bersamaan Yang Chen yang cuma menonton dari tadi mengamati dari jauh. Setelah tuan muda dari keluarga Ding hendak menyerang, akhirnya Yang Chen bertindak.


Wwuussssssss


Tepat serangan dari Ding Mu hendak mengenai pria paruh baya dan putri nya tiba tiba serangannya dihentikan. Sontak iapun kesal dan bertanya.


* siapa yang telah ikut campur urusan orang.


Ucap Ding Mu sambil terhuyung huyung mundur.


* tak ku sangka seorang tuan muda yang terhormat menindas orang yang lemah.


* siapa kau...


Ucap Ding Mu dengan nada marah


* hanya orang lemah seperti mu berani bertindak sembrono di depan tuan muda


Kata salah satu anak buah Ding Mu


* orang yang menindas yang lebih lemah hanya pantas disebut pecundang


* kauuu..... kalian semua beri orang ini pelajaran


* baik tuan muda


Ucap bahan Ding Mu


Akan tetapi, karena Yang Chen menguasai ilmu bela diri, Yang Chen dengan mudah mengalahkan para keroco tersebut, meskipun meridian dan dantiannya rusak akan tetapi itu Yang Chen tetap bisa mengalahkan para keroco tersebut dengan mudah.


* hahaha..... hanya bocah lemah seprti mu akan sangat mudah dihadapi. Hahahaha


Ucapa Ding Mu dengan percaya diri


*bocah matilah..... Hiiiaaaaaa........


Ding Mu pun menyerang dengan penuh percaya diri. Akan tetapi ia sangat terkejut setelah serangannya dapat dengan mudah dihindari.


* hahhh...... Bagaimana mungkin


* jelas jelas bocah ini sangat lemah bahkan meridian dan dantiannya sudah rusak. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi.


* serangan spiritual


Ucap Yang Chen dari belakang Ding Mu


*hah... Bagaimana.... Aaaahhhh ka... Kau...


Uhuk uhuk


Yang Chen pun mulai berjalan mendekat.


* ka... Aaahhh... Kau... Jikau kau berani membunuh ku seluruh anggota sekte Ding ku takkan melepaskan mu.


* orang yang mau mati mending tidak usah banyak bicara.


Yang Chen pun melapaskan serangan spiritual nya kembali, dan seketika Ding Mu tewas seketika.


* aaaaaaaaaaa..............


* Terima kasih tuan muda. Tuan muda telah menyelamatkan nyawa kami.


* tidak masalah. Oh ya kenapa tuan bisa membuat tuan muda dari Ding mengejar kalian.


* kalau yang itu ceritanya cukup panjang.


* ya sudahlah.


* tuan muda maaf kalau tidak mengenal kan diri. Saya bernama Liu dan ini putri saya xiao yu.


* salam tuan muda.


* saya chen panggil saja chen.


* baik tuan chen... Sekali lagi terima kasih atas pertolongan nya.


* tuan Liu sebernya tuan dan nona Xiao yu mau ke mana.


* oh sebenarnya kami mau menuju kota air hitam tuan chen.


* kebetulan sekali aku juga mau ke kota air hitam. Dan sekalian aku antar tuan dan nona.


*Terimakasih tuan chen


Ucap secara serempak


tak lama kemudian, akhirnya mereka sampai di kota air hitam.


* tuan Chen terima kasih atas kebaikannya.


* sama sama tuan Liu. Kalau begitu kita berpisah disini.


Akhinya mereka berpisah dan saling memberikan hormat.


Di suatu tempat, tepatnya di tengah aula ada beberapa sosok yang sedang berkumpul dan ditengah tengah ada sosok yang sedang duduk, ia memiliki raut wajah sedikit cemas di wajahnya.


* kenapa mu'er masih belum kembali.


Ucap seorang pria paruh baya. Dan ternyata ia ayahnya Ding Mu bernama Ding Su


*tetua ketiga Ding Shi coba bawa beberapa orang untuk mencari Mu'er.


* baik patriak.


Ucapa tetua Ding Shi, dan pergi meninggalkan aula. Ia membawa mayat di tangannya dan mengeletak mayat itu di depan Ding Su.