
Setelah mereka memasuki labirin, mereka dipisahkan sesuai kelompoknya masing masing. Sedangkan Su Yu Yi yang masih kesal tidak terima bahwa dirinya setu kelompok dengan Yan Chen namun demi reputasi dengan terpaksa Su Yu Yi ikut. Dalam perjalan Yang Chen menyadari bahwa didalam labirin tidak seperti apa yang ia pikirkan dan ternyata didalamnya terdapat lembah, pepohonan, air, binatang dan bahkan seperti dunia diluar namun didalam labirin.
Yang Chen pun bertanya kepada Su Sin'er, Su Sin'er pun menjelaskan bahwa meskipun tempat ini sangat luas namun sejujurnya ini adalah labirin itu sendiri saking luasnya bisa membuat seseorang tersesat bahkan para tetua dan petinggi pun tidak bisa menjelajah tempat ini seutuhnya oleh karena tempat ini dinamakan labirin rumput hati.
Setelah mendengar penjelasan Su Sin'er mereka hampai disuatu tempat yang terdapat gua sebelum mereka masuk ada banyak sekali monster monster yang menyerang mereka. Pada akhirnya mereka terpojok dan semakin mundur kearah tebing monster monster tersebut tanpa ampun langsung menyerang terus tanpa henti Su Yu Yi yang melihatnya tidak ingin menyia nyiakan kesempatan lalu secara diam diam menyerang Yang Chen, hal tersebut membuat Yang Chen terjatuh bersama para monster.
Sedangkan dibawah tebing Yang Chen yang masih hidup berusaha mencari jalan namun dalam perjalanan Yang Chen tidak sengaja menemukan banyak sekali tanaman obat yang sangat langka.
* guru sepertinya keberuntungan selalu ada aku tidak menyangka akan menemukan begitu banyak harta bahan obat yang sangat langka dan banyak
* hehehe.... Bocah mari kita ambil bahan obat ini tampa ada yang tersisa
* guru benar. Hehehe....
Setelah berhasil mengambil semua bahan obat tersebut Yang Chen tidak sengaja masuk ke teleportasi, setelah sampai Yang Chen lagi lagi tergiur akan apa yang didepannya.
* hah... Guru ini.....
* hahaha.... Aku tidak menyangka akan keberuntungan seperti apa yang kamu miliki bahkan menemukan tempat ini
* guru sebenarnya tempat apa ini
* ini disebut dengan seribu buah persik surgawi. Yang Chen apa yang kamu tunggu lagi cepat ambil semua buah ini dan jangan sisa satupun
Setelah meluting semua buah persik surgawi tanpa ada yang tersisa, dan tiba-tiba ada sesuatu dikejauhan yang berkelap kelip.
* Yang Chen sepertinya ada sesuatu yang menarik didepan sana mari kita lihat
Setelah sampai Yang Chen dan Yuan Lao pun terkejut ternyata itu buah revolusi 7 jalan surga. Hel tersebut membuat Yuan Lao menggelengkan kepalanya tanpa sadar.
* benar benar anak yang diberkati oleh keberuntungan tanpa batas
Setelah mengambil buah revolusi 7 jalan surga Yang Chen pun melajutkan perjalanan dan sampai disuatu tempat yang dipenuhi oleh larva panas. Dalam menyelusuri tempat tersebut Yang Chen melihat sesuatu seperti altar di tengah-tengah larva, setelah mendekat ternyata itu batu altar pormasi pelindung.
* guru sepertinya ada sesuatu didalam
* benar
* guru apakah kita harus menghancurkan pormasi penghalang ini
Setelah menghabiskan setengah kekuatannya pada akhirnya penghalang itupun hancur dan ternyata didalamnya terdapat buah berwarna merah dan ada sedikit pola.
* guru buah apakah ini
* hmmm... Sepertinya ini buah merah delapan pola... Hheehhh.... Bocah kamu benar-benar memiliki keberuntungan tanpa batas
* hehehe....
Ketika Yang Chen hendak mendekat Yuan Lao langsung menghentikan langkahnya
* Yang Chen tunggu sebentar ada yang salah dengan buah ini
Dan taklama muncullah binatang penjaga yang berwujud piton berwar merah menyala
* manusia beraninya ingin mencuri buahku aku tidak akan melepaskanmu
* huh.... Kalau begitu aku akan membunuhmu
Bentuk api yin yang
Jurus tongkat penghancur : serangan spiritual api
* hahahaa.... Kau pikir bisa mengalahkan ku. Aku akan menunjukkan perbedaan yang sesungguhnya
* monster ini sangat kuat
Dalam beberapa pertukaran Yang Chen pun tidak bisa bertahan lagi dan akhirnya Yuan Lao turun tangan
Wujud teratai lotus api : serangan gelombang api
Setelah keduanya saling beradu serangan, akhirnya monster tersebut kalah.
* guru apakah guru baik baik saja
* hahaha.... Hanya anak monster kecil tidak masalah bagiku
Setelah mengambil buah merah delapan pola dan bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut