
Ketika sosok tersebut menunjukkan dirinya, membuat Yang Chen hanya menatap kearah sosok tersebut dengan keheranan. Dan ternyata itu dua orang, lalu keduanya menatap balik kearah Yang Chen.
* Tan Ji. Orang ini sangat lemah, jangan hiraukan. Lebih baik kita melanjutkan perjalanan kita saja
* Su Tianleng. Walaupun begitu, kita harus menghormati orang lain. Dan kita bisa bertanya kepada orang ini
* baiklah. Mari kita bertanya kepada orang lemah ini
* salam tuan. Kami ingin bertanya, apalah tuan tau jalan menuju kearah kolam jiwa
* salam tuan. Sebenarnya tuan siapa
* hahaha.... Perkenalkan saya Tan Ji dan ini Su Tianleng
* huhrrrr......
* salam saudara Su Tianleng. Kenapa tuan bisa sampai disini
* untuk ceritanya. Kami tidak punya banyak waktu. Sekarang kami harus bergegas kekolam jiwa
* kalau begitu. Kita bisa pergi bersama. Sejujurnya, aku kami juga tidak tau dimana tempat kolam itu
* huhrrr...... Walaupun kami setuju. Kau hanya akan menjadi beban buat kami
* Su Tianleng. Jangan omong kosong
* Tan Ji apakah kau tidak bisa merasakan aura bocah ini sangat lemah
* tuan. Tolong jangan tersinggung dengan ucapkan Su Tianleng. Orang nya memang seperti ini
Sedangkan dibenak Yang Chen, bahwa ia sudah bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi. Namun karena dirinya terus diremehkan, membuat nya sedikit naik darah. Seketika sikap Yang Chen langsung dingin sedingin es tanpa ekspresi dan tatapan yang dingin.
* huhrr.....bocah, apakah kau ingin mati
* ...........................
* huhrrr...... Baiklah. Mari kita coba apakah kau memiliki kemampuan
Hiiyaaaaa.......
Su Tianleng langsung melesat tinjunya. Melihat Su Tianleng yang langsung melesat maju, Yang Chen juga melesatkan tinjunya. Namum disaat kedua tinju itu saling bertemu, Yang Chen maupun Su Tianleng mundur terhuyung huyung.
* hah....ini tidak mungkin. Bagaimana bocah ini bisa menahan serangan ku. Bahakan hanya level 38 mampu menahan serangan dilevel 41
* hehhh..... Aku berharap Su Tianleng tidak terlalu keras menekan bocah ini
* huh......
* hahahaha.....bocah ini sangat menarik
Hiiyyaaa.......
Bentuk Tubuh Emas Sisik Naga
Mode pertahanan
Bentuk api ilahi api yin yang
Gelombang api pemusnah
Serangan tersebut langsung membbandir pertahanan Su Tianleng. Melihat serangan tersebut yang mampu menekan dirinya, Su Tianleng langsung memperkuat pertahanan nya.
* pertahanan orang ini sangat kuat. Tapi aku tidak percaya jika orang ini mampu menahan serangan dari tongkat Toya sakti ku
Hiiyaaaaa.......
Hantaman tongkat Toya sakti
Pukulan tak terkalahkan
(Karena tongkat Toya sakti tidak memiliki jurus. Maka thor akan menambah kan beberapa jurus/teknik)
" Teknik tongkat Toya sakti "
: hantaman tongkat Toya sakti
: pukulan seribu arah
: hempasan tarian bunga mekar
" Dan mungkin thor akan menambah beberapa nanti "
Seketika Su Tianleng merasakan tekanan yang sangat mematikan dari serangan tersebut. Ia langsung memperkuat lagi pertahanan nya sambil mengeluarkan semua tekniknya untuk bisa menahan serangan tersebut.
* bagaimana bisa bocah ini memiliki kemampuan yang sangat kuat
* sepertinya Su Tianleng memprokasi orang yang kuat lagi. Aku berharap Su Tianleng tidak mati disini
Retakan perlahan lahan mulai menyebar dan pertahanan Su Tianleng seketika hancur. Su Tianleng yang merasa bahwa dirinya ditakdirkan mati, membuatnya hanya pasyrah. Disaat tongkat berada di beberapa senti diatas kepala nya, Yang Chen langsung menghentikan serangan nya tersebut, lalu dengan cepat menarik tongkat nya.
* hah.....apakah aku sudah mati
Dan lalu menatap kearah Yang Chen yang diam tanpa ekspresi. Lalu Su Tianleng mendekati nya perlahan.
* terima kasih atas belas kasih tuan
* kita tidak memiliki permusuhan. Jadi tidak perlu terlalu dipikirkan
* tidak masalah. Ini, ini ada beberapa pil pemulih
* terima kasih tuan
* huhhh.....jangan panggil tuan panggil saja saudara Yang Chen
* kalau begitu. Kami berterima kasih kepada saudara Yang Chen
* tidak disangka. Ternyata kemampuan saudara Yang Chen melebihi diatas level saudara. Bahkan mampu mengalahkan Su Tianleng di level 41
* saudara Tan Ji terlalu memuji. Aku hanya beruntung saja
* hahahahaha.......baiklah mari kita duduk dan bicara dulu
* sebenarnya kenapa saudara Su Tianleng sebelum nya sedikit pucat apakah ada sesuatu. Mungkin saja aku bisa membantu
* huuuhhh.....sebelum bertemu dengan saudara Yang Chen. Kami berdua bertemu dengan Di Yu dan bertukar beberapa pukulan. Tapi sayangnya, aku kapah karena Di Yu sudah mencapai level 50 dan masih beruntung bisa kabur dari kejarannya lalu bertemu dengan saudara Yang Chen
Dalam masa pemulihan, Su Tianleng bercerita tentang pengalamannya melawan Di Yu. Setelah hari mulai pagi, keempatnya mulai bergerak kearah kolam jiwa.
* kolam jiwa sudah hampir dekat. Kita harus mempercepat pergerakan kita
Sesampaikannya di kolam jiwa. Ada banyak sekali praktisi yang hadir termasuk dua klan dan kelompok Di Yu. Kelompok Di Yu yang melihat Su Tianleng yang datang membuatnya ingin segera membunuh mereka, tapi tidak jadi karena kolam jiwa lebih penting daripada itu.
Singkat waktu. Mereka memasuki kolam jiwa tersebut, lalu merendam seluruh tubuh mereka.
* Long Xue. Kamu haru berlatih disini saja. Jika kamu keluar, jangan membuat perhatian semua orang. Dan tunggu aku disini
* kaka Chen'er. Apa yang akan kaka lakukan
* aku akan menyelam kebawah. Dan melihat apakah kolam jiwa ini memiliki dasar
* Long Xue mengerti. Tapi kaka Chen'er harus berhati-hati
* baiklah. Long Xue harus menjaga diri
Selesai berbicara, Yang Chen langsung menyelam kebawah. Namun seperti apa yang diharapkan, ternyata kolam tersebut memiliki dasar tapi memiliki tekanan jiwa yang sangat menyiksa jiwa Yang Chen.
* aura jiwa ini sangat kuat. Huhhmmm.... Mari lihat, apakah keberuntungan masih berpihak kepadaku
Yang Chen lalu duduk bersila, dan mengatur auranya. Dalam kurun waktu yang tidak diketahui, Tan Ji dan Su Tianleng sudah keluar dari kolam jiwa. Tapi mereka kembali cekcok dengan Di Yu yang masih memiliki dendam. Saat ini Su Tianleng sudah mencapai level 43, Tan Ji mencapai level 41 sedangkan Di Yu mencapai level 53. Untuk Long Xue sudah mencapai level 20.
* baiklah. Di Yu....meskipun harus mati hari ini, aku tidak akan tunduk kepada mu
Hiiiyyaaa........
Bentuk tubuh emas sisik naga
Hempasan ekor naga
* huh.....hanya semut saja berani berbicara lancang
Dengan satu gerakan saja serangan Su Tianleng langsung hancur. Melihat Di Yu yang menyerang, Su Tianleng bersiap melakukan pertahanan. Tan Ji yang menonton pertempuran keduanya, juga ikut membantu Su Tianleng yang sudah tertekan.
* saudara Su Tianleng. Jika ingin mati. Maka aku juga ikut
* saudara Tan Ji. Kita harus menyerang secara bersama
Bentuk Spiritual roh angin
Serangan ganda spiritual roh. Hembusan angin
* huh.....sia sia saja
Hanya satu jari saja sudah cukup menghempas keduanya. Seketika keduanya memuntahkan darah.
* sialan.......perbedaan level memang tidak bisa diungkiri
Hiyyaaaa......
Teknik tubuh emas
Lilitan tubuh naga
Melihat Su Tianleng yang mengunci tubuh Di Yu. Tan Ji langsung melesat maju.
Teknik penyuling spiritual roh
Cakar maut jarum angin
Hiiyyaaaa........
* sepertinya kalian memang ingin mati
Teknik dua serangan
Spiritual delapan tangan kelabang. Tekanan awan kabut
* sialan...... Aaaaaa......
Lagi lagi keduanya dihempaskan dengan sangat mudah. Karena sudah terlalu parah, keduanya hanya bisa menahan rasa sakit. Di Yu pun langsung mengeluarkan serangan nya untuk mengakhiri pertempuran ini. Disaat keduanya dalam keputus asa. Serangan Di Yu tiba-tiba runtuh, dan terdengar lah suara yang mendominasi.
* orang kuat memang suka menindas yang lemah
Seketika semua orang menoleh kearah sumber suara.