
Setelah sampai di Lembah Pormasi Mata Agung mereka langsung menuju tempat untuk mendaftar agar bisa masuk kedalamnya setelah selesai mendaftar Yang Chen memutuskan untuk pergi sendirian, iapun bergegas pergi menuju kearah yang berlawanan dari semua orang.
Setelah pergi begitu jauh Yang Chen melihat sesuata dari kejauhan lalu bergegas meniju kearah tersebut. Setelah sampai Yang Chen langsung melihat kesegala arah lalu langsung jerjalan mendekat setelah medekat ternyata itu sebuah gua yang terletak di ujung utara. Karena penasaran Yang Chen masuk kedalam setelah berjalan melewati lorong lorong gua Yang Chen akhirnya sampai diujung gua yang terdapat kolam berwarna kuning keemasan.
* guru kolam apakah ini
* hhmmm.... Ini kolam pengikis jiwa serta membentuk jiwa kembali. Tentunya ini sangat langka
* hehehe.... Guru apakah kolam ini dapat dimurnikan menjadi pil
* hheeeii..... Bocah mana mungkin kolam ini dapat dimurnikan menjadi pil. Sudahkah jangan banyak bicara lagi
* baik guru
* hhmmm.... Aku akan mengambilnya beberapa botol. Mungkin ini tidak bisa dimurnikan manun apa salahnya juga mencoba
Setelah mengambil air kolam itu kedalam beberapa botol Yang Chen langsung merendamkan tubuhnya. Yang Chen langsung merasakan sakit sekujur tubuh bahkan menjerit kesakitan, beberapa jam kemudian akhirnya Yang Chen berhasil ditambah lagi levelnya naik satu level lagi yaitu berada di level 26.
Sihir elemen sendiri hanyalah sebutan untuk seseorang yang memiliki sihir dan elemen namun kerena kemajuan jaman sehir elemen tidak digunakan lagi dan diganti menjadi Bentuk hal tersebut dikarenakan semakin tinggi level seseorang maka penyebutannya juga akan berbeda hal itu bertujuan untuk membedakan level sihir elemen atau bentuk milik setiap praktisi. Sihir elemen hanya untuk praktisi ditingkat awal sampai tingkat satu, sedangkan Bentuk untuk praktisi di level satu sampai 50, dan untuk level 50 atas lagi juga akan berbeda penyebutannys.
* guru aku berhasil
* hahahaa... Bagus lah
* sekarang menuju pusat lembah ini
Ketika hendak keluar terdengar suara langkah kaki dari luar
* sepertinya bukan aku satu satunya orang yang menemukan tempat ini
Kata Yang Chen dalam hati
* siapa orang orang ini apakah mungkin mereka murid dari sekte Rawa Darah, sepertinya mereka memang murid dari sekte Rawa Darah
Setelah memantau Yang Chen yan hendak pergi tiba tiba muncul lagi seseorang dari kejauhan.
* haha.... Nona Su Sin'er
Ucap Yang Chen dalam hati
* huh.... Ternyata ini nona Su Sin'er
* aku tidak menyangka bisa bertemu dengan salah satu tuan muda dari sekte Rawa Darah
* hahaha... Apakah nona Su tertarik dengan ku
* huh.... Jangan pikir aku menyukai laki-laki sepertimu
* hahahaa.... Sepertinya nona Su tidak tau bahwa ada banyak gadis yang tergila gila dengan ku namun aku hiraukan, kecualai nona Su Sin'er yang sama sekali tidak tertarik dan itulah kenapa aku sangat menyukai nona
* aku tidak sudi menjadi istri ataupun silirmu
Karena saling adu bacot akhirnya Su Sin'er naik darah karena direndahkan bahkan di guda terus menerus Su Sin'er langsung menyerang namun tuan muda Han Li hanya tersenyum sinis dan mengayunkan pedangnya. Setelah saling tukar serangan Su Sin'er akhirnya kalah dan hal tersebut membuat Han Li semakin arogan.
* hahaha... Nona Su Sin'er lebih baik kau menyerah dan jangan melawan
* hahaha.... Baiklah kalau itu yang kamu minta
Sambil memejamkan matanya Su Sin'er yang pasyrah tiba-tiba serangan dari Han Li berhenti lalu ii mundur dengan tergesa gesa.
* siapa yang berani ikut campur
* berani menindas wanita bukanlah perbuatan seorang peria sejati
* huh... Kau pikir ingin menyelamatkan wanita ini jangan harap. Kalian semua serang mereka
* baik tuan muda
Dengan mudah Yang Chen menghabisi para bawahan Han Li dalam sekejap.
* bocah matilah..... Hhhiiiyaaaa....
* hhmmm hanya berada dilevel 23 berani bertingkah sombong
Merasa dirinya tidak mampu menghadapi Yang Chen maka ia memutuskan untuk melarikan diri, Yang Chen yang melihatnya tidak ingin mengejar dan melilih melanjutkan perjalananya sedang kan Han Li yang kabur sempat memberikan peringatan.
* bocah aku tidak akan melepaskan mu kau tunggu saja
* huh.....
* nona Su Sin'er baik baik saja
* aku baik baik saja terima kasih atas pertolongan dari tuan Yao Chen
* tidak masalah, nona Su kenapa nona sendirian dimana anggota yang lain
* sebernya aku tersesat dari anggota yang lain karena dalam perjalanan kami memasuki kabut yang tebal dan tidak sengaja menemukan tempat ini
* baiklah kalau begitu kita akan menuju kepusat Lembah ini.
Setelah memutuskan untuk menuju kepusat lembah, dalam perjalanan Yang Chen berpikir.
* kenapa benua ini dipenugi orang orang sombong dan arogan, merasa diri mereka yang terhebat padahal masih ada orang lagi diatas mereka. Mungkin saja langit dan bumi memilihku untuk memusnahkan orang orang seperti ini.
Saat Yang Chen bergumam dalam hati akhirnya mereka sampai dipusat Lembah. Setelah sampai rombongan Su Sin'er datang menghampirinya, saat Yang Chen menoleh kearah lain ia melihat kolam yang begitu besar berbentu seperti mata sedangkan ditengah berbentuk bulat dengan pormasi yang menyelimutinya.
Setelah pormasi penghalang sudah terbuka semua orang yang ada memasuki kolam tersebut. Setelah beberapa hari semua orang satu persatu keluar dari kolam begitu pula dengan Su Sin'er yang lainnya, sedangkan Yang Chen masih duduk berkultivasi, dalam proses kultivasi tersebut tanpa sengaja Api Yin dan Yang milik Yang Chen bereaksi dengan pormasi yang ada ditengah dan menimbulkan riak yang kuat menyedot tubuh Yang Chen masuk kepusat putaran tersebut. Semua orang yang melihatnya terkejut karena mereka tidak tau apa yang terjadi sedangkan Su Sin'er kawatir melihat Yang Chen yang tersedot hanya bisa terdiam sambil menatap tubuh Yang Chen yang tersedot.
* hah...... Apa yang terjadi kenapa tubuhku tiba-tiba tersedot
Setelah tubuh Yang Chen tersedot kolam itupun kembali normal membuat semua orang menjadi ketakutan.
* tuan Yao Chen....
Teriak Su Sin'er dengan nada cemas
Setelah lama dirinya terbawa arus Yang Chen pun membuka matanya dan melihat reruntuhan kota kuna dihadapannya.