
Hormat ketua sekte... Tuu... Tuan muda Ding Mu...
Ucap Ding Shi sambil bergetar dan panik
*Mu'errr.....!! Mue'er bangun nak.. Mu'er...!!
Teriak Ding Su dengan ekspresi campur aduk.
* ketua mohon tenang...
Kata ketua kedua Ding Yi dengan panik
* siapaa yang telah membunuh putra ku Mu'er
Teriak Ding Su
* mohon maaf ketua Ding... Kami menemukan tuan muda Di Mu di dekat pegunungan area lembah kabut.
Ucap Ding Shi dengan nada sedikit ketakutan.
* apakah kalian tau siapa yang telah membunuh putra ku.
* setelah kami menemukan tuan muda Ding Mu kami tidak menemukan siapa siapa disekitar dan para pengawal juga sudah di bunuh, bahkan jejak pertarungan pun juga di hapus.
Ucap tetua Ding Su
* apakah kalian sudah menyelidiki siapa pelakunya.
* ketuan Ding... Kati tidak dapat menemukan apa apa, dan mungkin yang bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada tuan muda Ding Mu mungkin ada dua hal.
yang pertama, mungkin tuan muda di serang binatang buas.
dan yang kedua mungkin tuan muda Ding bertemu lawan yang kuat.
tetua ketiga menjelaskan
* apakah ada yang lain.
* mohon maaf ketua Ding selain itu kami tidak menemukan apa apa lagi.
* Siapapun yang berani membunuh mu'er aku tidak akan melepaskannya.
Kata ketua Ding Su sambil menggeretakkan giginya.
* ketua Ding bagaimana kalau kita menggunakan metode terlarang untuk mengukapkan siapa pelakunya.
Ucapa tetua keempat Ding Sue Tu
Para tetua juga setuju dengan usulan tetua Dung Sue Tu
pada akhirnya mereka pun sampai disuatu tempat yang dipenuhi dengan aura sihir kegelapan Asyura.
sedangkan tubuh Ding Mu diletakkan dalam sebuah tempat seperti alter pengorbanan. Ketua Ding Su membuat sihir elemen Aura Kegelapan Asyura. Beberapa menit kemudian, terbentuklah lingkaran bulat seperti cermin yang mengambang dan bersamaan ingatan Dung Mu pun muncul.
* bocah kau tunggu saja hari kematian mu.
* cepat cari tau siapa orang yang ada di dalam ingtan putra ku dan jangan sampai salah sasaran. Kalau sudah ketemu bunuh.
ketua Ding memberi perintah.
* Baik ketua Ding.
Ucap tetua kelima dan pertama, Ding Yuan Uan dan Ding Mo Li
* Tersisa 2 bulan lagi sebelum turnamen dimulai. Tapi aku sama sekali belum bisa meridian dan dantian ku yang rusak, sedangkan semua pil tingkat 7 dan bahan obat tingkat 8 juga tidak bisa menyembuhkan meridian dan dantian ku.
Yang Chen yang terus berpikir, akhirnya ia memilih untuk keluar dan sambil berpikir.
Tanpa sadar ia sampai di kolam, sekitar halaman rumahnya. Yang Chen yang hendak merendam tubuhnya pun tak jadi karena ia merasakan ada sesuatu yang salah ditempat itu.
* siapa disitu..... !!!
Tiba-tiba serangan menuju kearahnya dari balik pepohonan, Yang Chen melihat serangan tersebut dengan cepat menghidar.
* hahahaha..... Ternyata kaulah orangnya
Kata orang tersebut sambil menyerang.
*bocah kau tak hidup dengan tenang.
* siapa kau!! Aku tidak ada hubungan dengan kalian
* bocah lebih baik kau mati saja..... Serang bocah itu jangan kasih ampun.
*baik tetua..
ucap para anak buah tersebut sambil menyerang.
Yang Chen yang belum siap kewalahan menghadapi para prajurit itu ditambah adanya pemimpin mereka. Tetapi Yang Chen juga mengerti dengan kondisinya saat ini belum lagi satu pemimpin yang masih belum bergerak dan hanya mengamati.
Pada akhirnya Yang Chen yang sudah terpojok mencoba melarikan diri. Samapailah mereka di jurang.
* hahahaha.... Bocah lebih baik kau tunggu saja kematian mu.
Kata pemimpin tersebut, dan kembali menyerang Yang Chen yang sudah kelelahan hanya bisa menahan serangan tersebut, sampai akhirnya pada serangan tersebut Yang Chen yang sudah kelelahan tak mampu membendung serangan tersebut pada akhirnya ia memutuskan untuk menjatuhkan diri ke dalam jurang tan ujung.
Para pembunuh yang melihatnya hanya tertawa.
* tetua Ding Yuan Uan sebaiknya kita segera bergegas kembali ke sekte dan melaporkan kepada ketua sekte.
Ucap tetua Ding Mo Li sambil bergegas pergi. Sedangkan di dalam jurang, Yang Chen yang pingsan dan tak sadarkan diri tiba-tiba ada seberkas sinar berwarna Hitam dan Putih memasuki tubuh Yang Chen yang tak sadarkan diri.
Dalam lautan kesadaran Yang Chen, terdengar suara misterius yang memanggil namanya.
* anak muda..... anak muda bangunlah..!!!
ucap suara misterius tersebut.
akhirnya Yang Chen bangun membuka matanya perlahan-lahan.
* dimana ini.. apakah ini alam kematian.
kata Yang Chen sambil menahan rasa sakit.
* anak muda akhirnya kau bangun.
* hahh.... kaa.... kau !!! siapa kau
kata Yang Chen sambil menyadarkan dirinya.
* hahahaha..... syukur lah kau baik baik saja anak muda.
ucap peria misterius tersebut sambil tersenyum kearah Yang Chen yang masih linglung.