The Legend of the God

The Legend of the God
PERTEMUAN PERTAMA



Sesampainya didepan rumah lelang, Yang Chen di sambut oleh pelayan.


* selamat datang tuan muda. Apakah ada yang bisa saya bantu.


* tuan saya ingin bertemu dengan pemilik rumah lelang ini. Apakah tuan bisa antarkan saya.


* ooohhh..... Kalau ketua berada didalam ruangannya. Silahkan tuan muda ikuti saya.


Didepan pintu ruangan pelayan itupun memanggil, tak lama kemudian ada suara yang menyuruh mereka masuk.


* silahkan tuan.


Kata pelayan sambil membuka pintu.


* hahaha.... Silahkan tuan muda duduk


* Terima kasih ketua.


* tuan muda sepertinya ada sesuatu yang ingin tuan muda bicarakan dengan saya


* benar ketua, sebelum itu perkenalkan saya Yang Chen.


* ternyata tuan muda Yang Chen, perkenalkan saya Ju Yuan. Salam kenal tuan muda.


* Hhiuuuhhh......untuk saja aku tidak langsung mengusirnya, kalau tidak kepada ku pasti akan lepas dari badan.


Ucap ketua Ju Yuan dalam hati sambil tersenyum malu.


* ketua Ju saya langsung ke intinya saya. Saya ingin bekerja sama dengan rumah lelang ketua Ju. Dan ini ada beberapa pil untuk dilelang sekitar lima botol kelas 5.


* hahaha..... Tuan muda Yang kami dari rumah lelang dengan senang hati menerima tawaran tuan muda. Dan ada yang tuan muda inginkan kami siap melayani tuan muda.


* Terima kasih ketua Ju, kalau begitu aku pamit dulu masih banyak yang harus ku kerjakan.


* tidak apa apa tuan muda silahkan saya antar kedepan.


* terima kasih ketua Ju.


* hahaha... Sama sama tuan muda.


Setelah kembali dari rumah lelang, Yang Chen langsung menuju kediamannya lalu duduk dihalaman sambil berbicara dengan Yuan Lao.


* guru sekarang apa yang harus aku lakukan sekarang.


* heeehhh.... Bocah sekarang kau harus berkultivasi kembali, dalam perjalanan nanti pasti akan bertemu dengan musuh yang kuat.


* guru benar, sebelum melakukan kultivasi aku harus mengurus satu masalah lagi.


* oohhh.....


* setelah keluar dan langsung memerintahkan beberapa mata mata untuk mencari pelaku penyerangan waktu itu.


* apakah kau sudah menemukan pelakunya.


* guru apakah ada solusi.


* hmmm...... Aku juga tidak tau, yang pasti sekte ini tidak lah lemah. Aku takut kita berdua pasti tidak akan bisa menghadapi sekte Ding meski harus bekerja sama.


* guru benar.


* mungkin hanya satu jalan keluar.


* apa itu guru.


* kita harus mencari mutiara malapeta ilahi di dataran laut timur lalu menyerapnya. Kemungkinan besar kita pasti bisa menghadapi sekte Ding meskipun sekte Ding memiliki praktisi berada di level 30, aku yakin kita bisa menghadapinya. Baiklah bocah jangan buang buang waktu lagi, satu bulan dari sekarang kita akan berangkat.


* baik guru.


Sedangkan di kediaman sekte Ding, ketua Ding Su yang mendengar bahwa Yang Chen masih hidup membuatnya emosi. Lalu memerintah para tetua untuk mencari pembunuh bayar, dengan sigap para tetua meninggal aula.


* Yang Chen... Aku tidak akan melepaskan mu kau tunggu saja kematian mu.


Satu bulanpun berlalu akhirnya Yang Chen keluar dari pelatihannya, lalu berjalan keluar sedangkan diluar gerbang ada beberapa orang dan satu wanita. Yang Chen pun langsung menghampiri mereka.


* penjaga ada apa


* tuan muda, orang orang ini diutus oleh rumah lelang yang ingin bertemu dengan tuan muda.


* baiklah biarkan mereka lewat


* baik tuan muda.


Ucap penjaga


* apakah ini tuan muda yang dibicarakan oleh orang-orang dikota baru baru ini.


* siapakah nona ini.


* saya Lu Ming'er pembawa acara lelang saya diutus oleh ketua Ju Yuan untuk mengantar barang tuan muda dari hasil lelang waktu itu.


* terima kasih nona Lu, sampaikan terima kasih ku kepada ketua Ju Yuan.


* saya akan menyampaikannya. Kalau begitu saya pamit dulu.


* silahkan nona saya antar kedepan.


* terima kasih tuan muda.


Lu Ming'er pun pergi sedangkan Yang Chen mulai mempersiapkan diri. Satu hari telah berlanjut Yang Chen pun pergi menuju dataran laut timur. Dalam perjalanan Yang Chen mampir kesebuah kota kecil untuk menumpang ke dalam tunggangan berwujud burung elang yang besar bahkan cukup untuk sekitar seribu orang.



Dalam perjalan keruangannya Yang Chen tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita bernama dengan bawahannya. Wanita itupun langsung jadi pusat perhatian semua orang yang ia lewati, baik laki laki maupun wanita terpesona akan kecantikannya. Namun Yang Chen tidak menghiraukan semua itu dan terus berjalan menuju kamarnya.