
Setelah pertempuran yang begitu panjang. Kota black water kembali tenang, semua warga dan praktisi bergotong royong membangun kembali kota. Di aula kerajaan, sudah terdapat sepuluh ketua termasuk ketua yang dibawa Yang Chen.
Dalam rapat itu mereka terus membahas tentang kejadian sebelum nya. Untuk Yang Chen sendiri, ia lebih memilih untuk berkultivasi.
* guru. Apakah guru tau tentang alam Rasi Bintang ini
* hmmm...... Aku juga baru pertama kali mendengar hal ini
* sialan. Monyet itu tidak menjelaskan nya secara detail
* hmm.... Yang Chen. Coba periksa kembali tongkat Toya itu
* kenapa guru
* aku merasakan ada energi yang tenang didalam tongkat ini. Mungkin saja itu informasi tentang alam Rasi Bintang yang dimaksud
* baik guru akan aku coba
Dengan sedikit mengeluarkan energi. Tongkat Toya itu pun bergetar dengan cahaya yang menyiraukan. Tak berselang lama muncul lah sosok yang terbentuk dari energi.
* hah..... Senior..
* hehehehe.... Bocah. Untuk sekarang aku hanya akan menyampaikan beberapa pesan saja
* silahkan senior
* untuk demi keselamatan mu dan juga teman baik ku ini. Akun akan mengajarkan cara mengendali tongkat ini dengan sempurna, dan aku akan memberikan beberapa teknik pengendalian tongkat ini kepadamu
* terima kasih senior. Sebelumnya aku memang kesusahan mengendalikan tongkat ini apalagi menguasainya
* baiklah. Dan ini yang terakhir. Untuk alam Rasi Bintang sendiri akan terbagi menjadi empat ranah. Dan tentunya itu jauh berbeda dengan benua sihir elemen ini. Praktisi disana disebut dengan praktisi bintang.
Sedangkan untuk ranah sendiri, itu tergantung kepada besar kekuatan yang mampu diserap oleh tubuh. Seperti :
Praktisi bintang satu :
* level satu sampai level limapuluh
Praktisi Bintang Yuan atau disebut juga dengan praktisi Raja Bintang :
* level satu sampai limapuluh
Praktisi Kaisar Bintang :
* level satu sampai limapuluh
Praktisi Dewa Bintang :
* level satu sampai limapuluh
Praktisi Kaisar Dewa Bintang :
* level satu sampai limapuluh
* lalu untuk lebih jelas lagi aku tidak akan mengatakan lebih banyak lagi
* memangnya kenapa senior
* itu tentu saja peraturan hukum langit. Dan juga rahasia langit. Jika aku membocorkan nya, aku pasti akan dihukum. Meskipun membosan, sudahkah, untuk teknik pengendalian tongkat ini kau pelajari sendiri
* kalau begitu terima kasih senior, atas semua nya
* hehehehehehe........ Aku berharap langit tidak terlalu menekanmu. Kalau tidak, mereka akan merasakan amukanku
Pada keesokan harinya. Yang Chen yang sudah pulih, menuju ruang alkemis.
* setelah pertempuran sebelumnya. Anggaran klan saat ini menipis. Aku harus membantu ayah sedikit
Dalam 3 bulan Yang Chen terus memurnikan pil kelas 6, awan petir terus bermunculan. Namun dengan adanya tongkat Toya sakti di tanganya, semua petir itu langsung menghilang. Melihat penomena ini, membuat semua orang penasaran. Terlebih, itu berasal dari klan Yang.
Namun karena ada banyak para penjaga, merekapun tidak bisa mendekat ataupun menyentuh wilayah klan Yang. Disisi lain, Shu'an Tian yang melihat hal tersebut, membuat nya menjadi sedikit iri.
* mungkin kah anak itu sudah meningkat lagi. Aku sudah bertahun tahun menjadi alkemis, tidak memiliki peluang untuk bisa maju selangkah. Anak ini bagaimana cara nya agar bisa secepat ini
Awan petir itu bisa dilihat seluruh kota termasuk anggota kerajaan dan juga ketiga klan.
Merasa sudah cukup. Yang Chen memutuskan untuk menemui ayahnya.
* penjaga dimana ayah sekarang
* hormat tuan muda. Ketua saat ini berada di aula klan
* baiklah. Terima kasih penjaga
* hormat tuan muda. Itu tidak masalah
Memasuki aula klan. Yang Chen langsung mengatakan bahwa ia telah memurnikan pil pencerahan, pil kultivasi, pil peningkatan level, dan ketiga pil itu berada ditingkat 6, sebanyak 500 buah pil.
* hah... Yang Chen. Kenapa kamu membuat pil sebanyak itu
* aku pikir. Aku berharap bisa membantu ayah sedikit, dengan menjual pil ini. Dengan begitu keuangan klan akan pulih lagi. Dan aku juga sudah membuat pil ditingkat yang sama, tapi dengan kualitas yang sempurna untuk klan. Aku pikir itu sudah cukup untuk waktu 5 sampai 6 tahun lagi
* lalu bagaimana dengan mu sendiri nak
* ayah jangan kawatir. Aku memiliki banyak pil dan juga bahan obat
* baiklah. Tapi, apakah semua pil itu akan di jual
* sejujurnya, aku menyerah kan semuanya kepada ayah. Dan tergantung dengan ayah sendiri mau diapakan pil itu
* hahahaha..... Baiklah. Nak sekarang kau akan kemana setelah ini
* aku akan menemani kaka pertama dan kedua saudara ku wilayah kota jiwa
* baiklah. Tapi kamu harus berhati hati, dan aku akan memerintah beberapa tetua dan pengawal untuk menemani mu selama perjalanan
* ayah aku minta maaf. Untuk kali ini aku akan pergi sendirian
* itu terlalu berbahaya
* ayah tenang saja. Aku akan lebih berhati-hati
* baiklah. Kalau itu mau mu. Ayah hanya bisa mendoakan keselamatan mu
* Terima kasih ayah
* nak. Apakah kamu sudah menemui ibumu
* kalau itu... Aku...
* hehhhh..... Yasudah lag cepat temui ibumu
* aku pamit ayah