
Dalam beberapa waktu yang lumayan panjang. Akhirnya ketiga saudara nya keluar dari pelatihan, saat ini Yang Chen duduk diaula sambil berbincang bincang dengan kedua komandan. Tak lama kemudian, Yang Xian yang keluar pertama menunjukkan senyum bahagia. Lalu disusul dengan Yang Jian dan Yang Yuyi.
* kaka pertama. Bagaimana dengan pelatihan kaka
* adik ketiga. Saat ini kaka sudah mencapai level 45
* lalu bagaimana dengan kedua saudara
* kaka kedua sudah mencapai level 40. Sedangkan adik keempat mencapai level 27
* baguslah
* lalu bagaimana dengan adik kecil Long Xue
* Long Xue juga sudah mencapai level 20. Peningkatan dalam segi kekuatan dan level, Long Xue bisa dianggap sebagai yang paling cepat
* itu berarti
* Long Xue sudah mencapai level 20 bahkan sepuluh hari sebelumnya
* adik ketiga. Apakah adik ketiga akan meninggalkan kota jiwa
* benar. Aku harus melanjutkan petualangan yang sangat panjang
* kaka ketiga. Apakah adik Long Xue juga ikut
* benar. Long Xue juga akan ikut dengan ku
* tapi.....bukankah itu berbahaya. Long Xue bisa tinggal disini bersama kami, dan aku pasti akan melindungi nya
* adik keempat. Pertualangan kali ini memang berbahaya, tapi aku tidak bisa meninggalkan Long Xue. Terlebih lagi, Long Xue bisa melihat dunia yang luas. Terutama dalam hal pengalaman
* tapi.....
* sudahlah. Adik ketiga, kalau memang begitu. Kami bertiga tidak akan memaksa adik ketiga
Tak berselang lama dari itu. Long Xue datang ke aula, sambil membawa beberapa roti ditangannya.
* Long Xue. Dari mana roti ini
* huh....ini diberikan oleh paman tua di gang tanah jiwa
* paman.....??? Long Xue. Kamu harus berhati-hati jika orang yang tidak dikenal mencoba mendekat
* tapi......
* huhhmmm.......kaka pertama, kaka kedua dan adik keempat. Besok kami akan segera menunggalkan kota jiwa
* adik ketiga. Apakah adik tidak tinggal lebih lama lagi
* aku memang berniat seperti itu. Tapi aku tidak memiliki waktu selama itu. Terlebih lagi, aku memiliki sesuatu yang harus aku selesai kan
* baiklah kalau begitu. Untuk persiapan besok, kaka dan kedua saudara mu akan membantu menyiapkan perbekalan
* terima kasih kaka pertama
* hahahaha.....adik ketiga jangan terlalu sopan. Kita ini saudara, sudah sepatutnya saling menolong
Dihari yang sama, Yang Chen dan Yang Yuyi berjalan menuju pasar bahan herbal yang paling bagus dikota jiwa. Dalam perjalanan, Yang Chen dan Yang Yuyi berbincang bincang sambil melihat bahan herbal yang ada. Disaat yang sama, Lun Xiang yang memiliki perasaan terhadap Yang Yuyi masih terbayang bayang kepada Yang Chen yang dipelui oleh Yang Yuyi. Dalam perjalanan nya, ia tak sengaja bertemu dengan keduanya, melihat Yang Yuyi yang menempel kepada pria tersebut membuatnya naik darah, lalu datang menghampiri mereka.
* halo nona Yuyi. Sudah lama tidak bertemu
* Lun Xiang
* bukankah kau yang waktu itu
* kaka Yang Chen. Orang ini bernama Lun Xiang, sapah satu saudagar kota jiwa, keluarga Lun
* nona Yuyi. Kalau boleh tau kenapa nona ada disini, biasanya hanya pelayan dari nona saja yang datang. Apakah ada sesuatu yang nona cari
* benar
* oh kalau begitu aku bisa mencari bahan yang nona cari. Aku akan memcarinya, tapi kalau boleh tau siapakah orang disebelah nona
* ini kaka ketiga Yang Chen. Dan sebelumnya kalian sudah bertemu
* oh ternyata ini kaka nona. Saya mohon maaf sebelumnya saya tidak sopan kepada saudara Yang Chen
(sialan, untung saja aku tidak memprovokasi orang ini. Kalau tidak,aku tidak tau lagi bagaimana harus berbuat apa)
Ucap Lun Xiang dalam hati
* adik ketiga. Aku sudah mempersiapkan kapal terbang untuk perjalanan adik ketiga dalam perjalan. Tapi itu hanya akan mengatar ke kota Diwu. Setelah itu, saudara dan adik kecil Long Xue akan berjalan kaki
* terima kasih kaka pertama. Kalau begitu, kami pamit dulu, adik keempat. Jangan menyusahkan kedua kaka
* kaka ketiga tenang saja. Aku tidak akan merepotkan kedua kaka
Lalu ketiga nya mengantarkan Yang Chen dan Long Xue di dermaga dewan jiwa, atau pelabuhan kapal terbang dewan jiwa.
Setelah menaiki kapal terbang, kapal tersebut mulai terbang menjauh. Dalam satu bulan, mereka akhirnya sampai di kota Puncak langit. Yang dimana memiliki lubang cacing didalamnya, Yang Chen juga terkejut melihat lubang cacing yang seukuran lima kapal terbang berukuran sedang. Karena sebelumnya ia sama sekali tidak pernah mendengar tentang lubang cacing.
* ternyata ada semacam ini didunia ini. Aku pikir akan memakan waktu yang begitu lama
Dalam kapal terbang tersebut terdapat beberapa praktisi yang juga akan menuju ke tujuan mereka. Memasuki lubang cacing, Yang Chen bisa merasakan kecepatan kapal terbang semakin cepat siring berjalannya waktu. Namun dalam perjalanan tersebut, dipusat lubang cacing mengalami kendala. Yang dimana terdapat badai petir yang berkecamuk, karena sebelumnya baru diperbaiki dan belum sempat di stabilkan oleh si pembuat.
Ketika kapal terbang mendekati awan petir yang berkecamuk, kapal yang ditumpangi oleh Yang Chen dan Long Xue bergetar hebat. Seperti diterjang ribuan ombak yang memgguncang dan menghantam kapal. Karena saking kuatnya sambaran petir, terlebih lagi dengan pusan awan yang semakin kuat. Membuat kapal yang mereka tumpangi ada yamg bolong dan puing-puing kapal terbang kesegala arah.
* kaka Chen'er. Tolonggggg.......
* Long Xue berpeganglah. Aku akan melindungi mu
* aaaaa.......kapten. Kita harus segera keluar dari sini. Aku kawatir ini akan memakan korban jika terus dibiarkan
* semua penjaga. Cepat alurkan energi kalian kepada kapal ini
* baik kapten
Namun karena sedikit lambat. Yang Chen yang melindungi Long Xue harus terlempar keluar dari kapal terbang. Dan memasuki lautan awan petir yang berkecamuk.
* kaka Chen'er......
Karena tidak bisa berbuat apa-apa. Long Xue hanya berteriak tanpa henti. Saat ini Yang Chen terkapar disebuah lembah yang dipenuhi oleh lebatnya hutan campuran. Lalu Yang Chen bangun dan melihat keseliling, lalu matanya tertuju dimana tempat ia dilemparkan. Meskipun ia dihajar habis habisan oleh awan petir, kekuatan maupun levelnya tidak terpengaruh kecuali penampilan dan rasa sakit yang dideritanya.
* sialan. Dimana tempat ini, apakah adik Long Xue baik biak saja. Aku harus cepat menemukan keberadaan adik kecil Long Xue
Seluruh pakaian Yang Chen compang-camping dan seluruh tubuhnya tertutup oleh debu berwarna hitam. Hal tersebut membuat penampilan nya seperti seorang pengemis jalanan. Disaat Yang Chen hendak melangkah kedepan, Tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki kuda yang datang mendekat.
* berhenti
* ada apa nona muda
* apakah kalian lihat ada pengemis disana
* memang ada pengemis didepan. Tapi apa yang akan nona lakukan
* keluarga Chen ku saat ini sangat kekurangan orang. Jadi aku berpikir untuk membawa orang itu ikut, dan menjadi pelayan
* baiklah jika itu yang nona inginkan. Saya akan membawa orang itu. Tuan, apakah tuan mau menjadi pelayan keluarga Chen
Yang Chen yang mendengar hal tersebut kaget. Namun karena ia tidak tau dimana ia sekarang berada, ingin ikut. Tapi ia hanya ingin bertanya.
* tuan. Kalau boleh tau. Tempat apakah ini
* apakh tuan baru saja datang ketempat ini
* benar
Melihat wajah polos Yang Chen. Orang tersebut akhirnya menceritakan diaman tempat ini, dan ternyata orang tersebut tetua kelima bernama Chen Ning level 46 dengan sihir elemen bunga matahari.
* tempat ini bernama hutan pemburu. Salah satu bagian dari benua paling ujung utara dan juga termasuk wilayah kota Wutang
* hah........
* sebenarnya tuan darimana
* aku dari benua bagian timur. Wilayah kota jiwa
* bukankah tempat itu sangat jauh. Dari kota jiwa sampai ke kota Wutang memakan waktu paling jauh sekitar 10 tahun jika menaiki kapal terbang. Sedangkan untuk berjalan kaki, membutuh kan 25 tahun
* (aku tidak menyangka akan dikirim sejauh ini). Gumam Yang Chen dalam hati
Melihat Yang Chen yang terdiam. Tetua tersebut kembali menawarkan, apakah Yang Chen mau menjadi pelayan keluarga Chen atau tidak. Tapi Yang Chen menolak lalu meminta ijin untuk menunpang saja.
* terima kasih atas tawarannya. Tapi aku hanya ingin menumpang, untuk menuju kekota saja
* baiklah. Tapi aku harus meminta ijin kepada nona muda terlebih dahulu
Beberapa saat kemudian. Yang Chen diperbolehkan untuk ikut dalam rombongan, didalam tenda gerobak. Yang Chen berkenalan dengan Chen Ling seorang gadis imut tapi sangat pemalu. Selama perjalanan Chen Ling meminta kepada Yang Chen apa yang sudah menimpanya.