
Pada akhirnya Yang Chen sampai di pelabuhan untuk mencari kapal untuk bisa menyebrang ke pulau naga biru
Saat sedang berjalan di dermaga, Yang Chen bertemu dengan dua orang pemuda yang terlihat asing baginya. Keduanya terlihat ceria dan tidak ketakutan seperti orang-orang di sekitar mereka. Mereka memperkenalkan diri sebagai Li Wen dan Liu Chen.
"Kamu punya kapal ke Pulau Naga Biru?" tanya Yang Chen.
"Ya, kami akan menyeberangi lautan untuk mencari harta karun di pulau itu," jawab Li Wen.
"Jika memang kalian berdua ingin pergi ke pulau Naga Biru, bisakah saya bergabung bersama kalian?" tanya Yang Chen.
"Apakah saudara ingin menuju ke pulau naga biru? " Tanya Li Wen
"Benar, apakah saudara mengijinkan saya untuk ikut bergabung? " Ucap Yang Chen
Mereka setuju dan segera naik kapal. Dalam perjalanan, mereka berbicara tentang berbagai hal, termasuk keunikan pulau Naga Biru.
"Apakah saudara tau tentang pulau naga biru itu? " Tanya Yang Chen
"Sejujurnya ini bukan pertama kali kami mengunjungi pulau naga biru. Kalau boleh tau, apakah ada sesuatu yang sedang saudara cari dari sana" Tanya Liu Chen
"Sebenarnya ini kali pertama kalinya saya mengunjungi pulau itu, jadi saya masih tidak tau tentang pulau naga biru sebelumnya" Ujar Yang Chen
"Pulau Naga Biru legendaris di antara para penyelam laut," kata Liu Chen. "Ada begitu banyak legenda yang tersebar tentang itu. Beberapa mengatakan bahwa ada naga di pulau itu, dan beberapa mengatakan bahwa ada harta karun yang disembunyikan di sana. Namun, hanya sedikit orang yang berhasil mencapai pulau tersebut karena ketatnya pengawasan di wilayah itu oleh pemerintah. Sebenarnya, tidak banyak orang yang tahu tentang pulau ini, dan kebanyakan hanya sekadar mendengar cerita tentang itu."
Setelah beberapa saat, mereka tiba di Pulau Naga Biru. Mereka melihat pemandangan yang indah di sana dengan pepohonan hijau yang lebat dan air laut yang jernih. Di sana mereka melanjutkan pencarian mereka untuk menemukan harta karun dan petualangan mereka pun dimulai
Setelah Liu Chen menjelaskan tentang berapa informasi tentang pulau naga biru, Yang Chen memutuskan untuk beristirahat sejenak. Didalam hatinya bergumam.
"Apakah guru berasal dari pulau naga biru, tapi guru hanya mengatakan bahwa hanya ada beberapa teman lama" Seru Yang Chen dalam hati
Dalam perjalanan ke Pulau Naga Biru, mereka mengalami insiden yang menegangkan. Mereka diserang oleh seekor monster laut yang sangat besar dan kuat. Monster tersebut bernama kuda laut penjaga gerbang, hewan yang memang sudah banyak disebutkan pada legenda kuno sebagai hewan paling menakutkan di lautan ini.
"Kita harus berjuang!" seru Li Wen, mengeluarkan senjatanya untuk melawan Kraken.
"Saudara Yang Chen, kita harus membunuh monster laut ini. Jika tidak, maka kapal akan hancur dan tenggelam dan semua orang yang ada disini ada menjadi santapan para monster laut lainnya" Teriak Liu Chen
Di saat yang sama, Yang Chen dan Liu Chen juga menunjukkan keahlian bertarung mereka masing-masing. Mereka berusaha menghindari serangan dari Kuda laut penjaga gerbang, namun monster tersebut terus mengejar mereka. Serangannya sangat kuat dan berhasil membuat kapal mereka terombang-ambing dengan keras.
Bentuk manipulasi waktu
Teknik kecepatan serangan" Teriak Liu Chen
Bentuk dua bayangan
Teknik kloning tanpa batas
Bentuk api yin yang
Gelombang api pemusnah
Situasi semakin buruk ketika kuda laut penjaga gerbang menghancurkan tiang kapal dan membuat satu bagian kapal mereka hampir tenggelam. Namun, mereka tidak menyerah dan tetap bertarung. Mereka berusaha memanfaatkan segala hal yang ada di kapal untuk melawan Kuda laut itu.
"Sialan, monster ini sangat tangguh." Ucap Li Wen sambil melepaskan serangan demi serangan kepada kuda laut itu
"Hantaman toya sakti." Teriak Yang Chen sambil mengakat tongkat toyanya keatas sambil diperbesar
"Teknik waktu, waktu dimensi tanpa tujuan.
Seketika pergerakan monster kuda laut itupun terhenti seperti membeku oleh ruang waktu dari teknik Liu Chen
Setelah pertempuran yang sengit, mereka akhirnya berhasil mengalahkan Kuda laut itu dan mengamankan kapal mereka. Setelah itu, perjalanan mereka dilanjutkan dengan lebih berhati-hati dan akhirnya tiba di Pulau Naga Biru.
Sesampainya di pulau tersebut, mereka menyadari bahwa pulau ini tidaklah seperti yang mereka bayangkan. Mereka menemukan sesuatu yang jauh lebih menakutkan daripada hanya sekedar menghadapi monster laut.
"Aku tidak menyangka, ternyata pulau ini tidak seburuk daripada yang aku bayangkan." Ucap Yang Chen
"Saudara Yang Chen, meskipun pulau ini terlihat indah dan memukau. Tapi perlu diingat, bahwa pulau ini adalah tempat tinggal para binatang buas dan juga raksasa yang tinggal jauh didalam hutan ini." Ucap Li Wen yang menjelaskan
"Apa yang dikatakan oleh saudara Li Wen benar, meskipun terlihat indah tapi sangat menakutkan bagi yang sudah mengenal pulau ini." Ucap Liu Chen yang ikut bergabung dalam percakapan
Pada akhirnya mereka sampai di salah satu dermaga dipulau naga biru.
"Saudara Yang Chen, bagaimana dengan rencana saudara selanjutnya." Tanya Liu Chen
"Sejujurnya, kedatangan ku ke pulau ini. Hanya untuk mencari beberapa bahan obat." Jawab Yang Chen
"Hahahaha...., itu sangat bagus, karena pulau ini menyimpan begitu banyak bahan obat langka dan juga berkualitas tinggi. Dan juga para alkemis tingkat tinggi juga sering datang ke pulau ini." Ucap Liu Chen
"Lalu bagaimana cara mereka bisa mendapatkan bahan yang berkualitas tinggi bahkan ada yang langka." Tanya Yang Chen
"Saudara Yang Chen, tentu saja mereka menyewa para petualang untuk mencarikan bahan obat itu. Dengan resiko tinggi, tentu saja dengan bayaran yang tinggi." Jelas Liu Chen kembali
"Lalu saudara Yang Chen kapan akan menjelajah pulau ini." Tanya Li Wen disebelah Liu Chen dan Yang Chen
"Kalau tidak ada masalah besok. Mungkin bisa menjelajahi pulau ini." Jawab Yang Chen sambil tersenyum
"Hahahaha......, itu bagus. Kebetulan sekali aku dan saudara Liu Chen juga ingin menjelajah pulau ini besok." Jawab Li Wen dengan penuh semangat
"Kalau begitu kita akan berangkat bersama, dan tentunya saling menolong ketika ada sesuatu yang terjadi ketika ada bahasa." Ucap Yang Chen dengan semangat
"Kami akan sangat senang jika saudara Yang Chen juga ingin bergabung dengan tim kami." Ucap Li Wen lagi
Setelah selesai berbincang bincang santai, mereka pun bubar. Yang Chen menuju ke kamarnya untuk beristirahat, terlebih lagi besok mereka akan menjelajahi pulau naga biru ini besok.