
Setelah sampai di tempat yang lembab. Yang Chen langsung menyerang beberapa monster yang ia temua sepanjang jalan dalam keasikannya itu tanpa sadar salah satu serangannya tersebut melesat menuju kerumunan orang yang sedang menghadapi beberapa monster.
Untung serangan tersebut dapat dihindari oleh wanita itu
* siapa yang berani menyerang dari belakang.
Seketika semua orang langsung waspada dan berkumpul membentuk pormasi bwrtahan.
* cepat keluar.... Dasar pengecut
Karena itu ulah Yang Chen akhirnya ia memutuskan untuk menemui mereka dan meminta maaf lalu menghampiri mereka
* nona aku minta maaf sebelumnya aku tidak berniat untuk mencelakai nona
* kauu.... Bukankah kau yang waktu itu.
* apakah nona Su Sin'er mengenali orang ini
Ucap salah satu ketua yang bersamanya
* orang ini yang telah mengambil batu milikku
* nona Su Sin'er itu hanya batu belaka tidak ada yang spesial dari batu itu
* kata tetu ini benar nona aku juga tertipu
Kata Yang Chen yang berbohong
* yasudahlah tapi kalau kau berani melakukan hal yang sama maka aku tidak akan pernah melepaskanmu
* terima kasih nona
* huhhhh......
Taklama terdengar suara tawa yang keras.
* hahahaa...... Akhirnya aku bisa membunuh bocah
* hah....
* hah.... Tuan muda Han Wei
Ucap Su Sin'er
* hahahaaa..... Bocah aku sudah menunggu lama untuk membunuh mu
* hmm.... Hanya seorang sampah yang berani melawan seorang diri dengan membawa beberapa semut
* kauu.... Cari mati
* Orang ini bahkan berani menyinggung tuan muda dari sekte Rawa Darah.
Ucap tetua tersebut
* kalian semua hajar bocah ini
* siap tuan muda
Kata bawahan tersebut secara serempak
* hhmmm.... Hanya segelintir semut rendahan
Dengan satu tebasan semua bawahan tersebut langsung kalah. Melihat semua itu tuan muda yang bernama Han Wei tersebut langsung menggunakan bentuk ke 22 langsung menyerang, Yang Chen juga menggunakan teknik baru miliknya.
* TEKNIK ROH SPIRITUAL
BENTUK PERTAMA : SPIRITUAL LANGIT DAN BUMI
Kedua serangan tersebut saling bertemu sehingga aura dari kedua serangan menghembur kesegala arah.
* bocah ini bahkan mampu menahan serangan dari Han Wei yang sudah berada di level 24.
Ucap Su Sin'er dalam hati
* BENTUK KE 24 : RAUNGAN DEWA DARAH
* Bocah matilah... Hiiyyaaaaa......
* hhuhhhh..... Sungguh merepotkan... Kalau begitu rasakan teknik baruku.
* BENTUK ROH SPIRITUAL : SERANGAN ROH SPIRITUAL
Tak lama kemudian Han Wei akhirnya terlempar karena tidak bisa menahan serangan dari Yang Chen memilih untuk pergi, namun Yang Chen langsung menghadangnya dan memberikan serangan telak karena dirinya terpojok Han Wei menggunakan Teknik rahasia milik sektenya.
* bocah jika hari ini aku akan mati tapi orang orang dari sekte Rawa Darah tidak akan melepaskan mu
* BENTUK PORMASI SEKTE RAWA DARAH
SERANGAN SERIBU TANGAN DEWA DARAH.
Hhhhiiiyyyyyyaaaaaa....... Bocah matilah
* BENTUK API YIN YANG
DOMAIN PEMUSNAH DEWA
Kedua serangan tersebut saling bertemu membuat dekrit seperti ledakan bintang yang membuat semua orang yang menonton menjauh sekitar seribu meter, namun karena kedua serangan tersebut terlalu kuat bahkan dengan jauh seribu meter tetap terkena damapak. Setelah serangan tersebut mulai melemah terlihat Han Wei yang tergeletak tak berdaya sedangkan Yang Chen sendiri tidak terluka ataupun tergores sedikitpun.
* huh.... Aku pikir serangannya bakal sangat kuat tapi ini sama sekali tidak dapat melukaiku sedikitpun
Tak lama kemudian Su Sin'er beserta bawahannya mendekat
* tuan muda apakah tuan tau apa yang akan terjadi setelah ini. Aku yakin orang orang dari sekte Rawa Darah tidak akan membiarkan tuan pergi dengan selamat
* terima kasih atas peringatan dari nona dan aku juga sudah memperhitungkan semuanya
* hehehee... Nona ini saatnya kembali ke sekte
* aku belum tau siapa nama nona
* aku Su Sin'er dari sekte gunung Qinsheng. Kalau tuan sendiri
* aku Yao Chen salam kenal nona. Dan juga aku sekali lagi minta maaf atas kejadian tadi kepada nona Su
* baiklah aku akan memaafkan mu kali ini namun kalau sampai kau melakukannya lagi maka aku tidak akan melepaskanmu
* terima kasih nona, kalau boleh tau nona mau kemana
* sejujurnya kami ingin menuju keauatu tempat
* kalau boleh tau tempat apakah itu
Su Sin'er ragu ragu untuk menjawab pertanyaan Yang Chen pada akhirnya ia memutuskan untuk mengakannya.
* pakah tuan muda tau tentang tempat Lembah Pormasi Mata Agung
* sejujurnya aku baru sampai ditempat ini dan banyak yang tidak ku ketahui. Kalau nona mengijinkan bolehkah saya ikut dalam rombongan nona
* baiklah aku akan membawamu juga namun dengan satu syarat
* apa syaratnya
* kau harus mengawal serta melindungi para anggota yang ikut untuk menghadapi behaya selama perjalanan, dan tentu saja aku akan mengawasimu secara pribadi.
* kalau begitu terima kasih nona
* hhuhhh... Jangan sombong dulu karena dalam perjalanan nanti ada banyak sekali monster monster yang berkeliaran dan kultivasi monster tersebut setara dengan level 20 hingga 30
* saya akan mengingat peringatan nona
* sudahlah jangan banyak bicara lagi sebaiknya kita segera bergerak sebelum orang orang dari sekte Rawa Darah datang
Selama perjalanan Yang Chen masih mengawasi setiap anggota sekte Gubung Qinsheng.