
Setelah mereka memasuki wilayah yang lebih dalam dari pulau, kelompok Yang Chen bertemu dengan kelompok Feng Ming di sebuah tempat yang terbuka di dalam hutan.
"Hah, ternyata kelompokmu juga sudah sampai di sini, Feng Ming," kata Liu Chen dengan nada menantang.
"Kalianlah yang terlambat, kami sudah lebih dulu mencapai wilayah ini," jawab Feng Ming dengan tenang.
"Nampaknya kalian bertiga berani mengambil tantangan ini," kata Feng Ming sambil menatap mereka dengan tatapan misterius.
"Kami datang ke sini bukan untuk takut atau mundur," ujar Yang Chen dengan mantap.
"Baiklah, jika itu yang kalian inginkan, mari kita lihat siapa yang akan keluar sebagai pemenang," kata Feng Ming.
Kedua kelompok pun bertarung dengan sengit. Terdengar suara serangan dan pertahanan. Ada banyak nama jurus yang mereka ucapkan selama pertarungan.
"Bentuk dua bayangan.Tarian Raksasa Merman!" Teriak Li Wen sambil melompat ke udara dan menyerang dengan tongkatnya.
"Bentuk manipulasi waktu. Pengunci Ruang Pengendali!" Ucap Liu Chen sambil mengeluarkan serangan yang mengunci gerakan Feng Ming.
"Bentuk iblis api. Sampar Api Matahari!" Teriak Feng Ming sambil melepaskan serangan api ke arah Yang Chen.
Yang Chen berhasil menghindari serangan api tersebut dan langsung menyerang dengan jurus andalannya.
"Bentuk api yin yang. Tarian dewa api!" Yang Chen meneriakkan jurus tersebut dan berhasil menjebak Feng Ming untuk beberapa saat.
Karena Yang Chen dan Feng Ming sama sama menggunakan teknik api, maka keduanya seimbang dalam hal pengendalian api. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa Feng Ming sudah berada dilevel 59 dan tidak butuh waktu lama lagi baginya untuk mencapai level 60.
Pertarungan berlanjut dengan sengit. Setiap kelompok saling serang dan bertahan hingga akhirnya kelompok Yang Chen berhasil meraih kemenangan.
"Pertempuran yang cukup sengit," kata Yang Chen sambil menghela nafas.
"Tidak salah kalau tertarik untuk mengambil tantangan ini meskipun begitu, aku juga tidak menyangka jika seorang praktisi dilevel 44 bisa berhadapan denganku, " ujar Feng Ming sambil mengeluarkan tekniknya kearah Yang Chen.
Namun karena disini pertempuran mereka harus berhenti, karena para monster yang kuat meraung kearah pusat pertempuran.
"Huh.....kalian kali ini sangat beruntung, tapi lain kali jika bertemu, aku kawatir kalian tidak akan memiliki keberuntungan! " Ujar Feng Ming
"Kalian mungkin berhasil mengalahkan kami, tetapi ingat, kami akan kembali lebih kuat lagi," kata Feng Ming sebelum dia dan kelompoknya pergi.
Sedangkan untuk Yang Chen dan kedua rekannya masih berdiam diri, sambil menatap kearah Feng Ming yang melesat mejauh.
"Mari kita lihat, jika bertemu lagi aku tidak akan membiarkan kalian pergi hidup hidup." Ucap Liu Chen dalam hati
"Saudara Liu Chen, lebih baik kita juga harus menghindari pertempuran melawan para monster ini. Jika tidak, maka kematian yang akan datang." Kata Li Wen memperingati
Lalu ketiganya juga melesat menjauh dari area pertempuran. Dalam perjalanan mereka, para monster masih teru menerus berdatangan. Karena tidak ada pilihan lain, maka ketiganya terpaksa membantai para monster yang datang, meskipun mengalami beberapa luka akibat pertempuran sebelumnya. Mereka masih tetap bertekad untuk bisa bertahan dari gempuran para monster yang berdatangan.
Tapi tekad dan keinginan untuk berhasil terus membakar di hati mereka. Ketiga orang tersebut terus berjuang dan bekerja sama secara bergantian untuk mengatasi rintangan dan memecahkan misteri yang ada di wilayah Pulau Naga Biru. Akhirnya, mereka berhasil menemukan rahasia tersembunyi yang terkait dengan keberadaan pulau itu dan juga menghadapi pertempuran-pertempuran sengit.
Namun, di tengah perjalanan, kelompok Yang Chen dan kelompok Feng Ming bertemu di beberapa kesempatan lagi. Selalu ada perasaan persaingan antara mereka.
"Hahaha..... Sepertinya ini memang sudah takdir. Sekarang, kalian tidak akan hidup lebih lama lagi! " Ucap Feng Ming
"Kalian hanya kelompok yang lemah yang tidak dapat menandingi kekuatan kami," kata Feng Ming dengan senyum mengejek.
"Kita akan melihat siapa yang lemah setelah diantara kita ada yang mati." Ucap Yang Chen
Pertempuran kembali terjadi antara kedua kelompok, dalam pertarungan yang sengit, keduanya saling serang dan bertahan. Mereka saling menunjukkan kehebatan dan ketrampilan mereka, sambil mengeluarkan nama-nama jurus mereka yang memukau.
"Bentuk iblis api. Tarian Combustion!" Teriak Feng Ming sambil melepaskan serangan api yang mematikan ke arah Liu Chen.
Sedangkan Yang Chen dan Li Wen menghadapi beberapa orang dari kelompok Feng Ming.
"Bentuk manipulasi waktu. Pemberontak Ilusi!" Ucap Liu Chen sambil menipu Feng Ming dengan jurus yang membuatnya kehilangan keseimbangan.
"Serangan Jantung Naga!" Teriak Li Wen sambil menyerang pada kumpulan bawahan Feng Ming
Sedangkan pertempuran Feng Ming dan Liu Chen masih sengit, namun karena perbedaan level diantara keduanya. Liu Chen mengalami kesulitan saat menghadapi Feng Ming. Disini Liu Chen terus menerus dipukul mundur oleh serangan dan teknik Feng Ming.
"Sialan, orang ini benar benar kuat. Uhukk..uhukk.....! " Ujar Liu Chen sambil menguntahkan darah dari mulutnya
"Huh...... Sudah kubilang, kalian hanyalah sekelompok sampah yang hanya mengandalkan keberanian. Tapi sayang, keberanian saja tidak cukup." Ucap Feng Ming sambil tersenyum sinis
Disisi lain, pertempuran diantara Yang Chen dan Li Wen yang melawan kelompok Feng Ming, dengan sangat mudah keduanya mengalahkan mereka. Namun Li Wen harus berhadapan dengan dua orang sekaligus dari kelompok Feng Ming, yaitu Zu Zhe dan Wu De. Keduanya sudah mencapai level 45 dan 46.
"Saudara Yang Chen, serahkan keduanya orang ini kepada ku. Sekarang saudara Liu Chen membutuhkan bantuan." Ucap Li Wen
"Kalau begitu, saudara Li Wen Berhati-hatilah." Ujar Yang Chen yang bergegas membantu Liu Chen yang terpojok
Setelah Yang Chen menghampiri Liu Chen, dan mencoba membantu menstabilkan sosok Liu Chen yang kesempoyongan.
"Saudara Liu Chen, bagaimana dengan kondisi saudara." Tanya Yang Chen
"Aku tidak ap apa, hanya mengalami beberapa luka saja. Si Feng Ming ini memang layak disebut sebagai si monster iblis api." Ucap Liu Chen sambil menghela nafas
"Huh....satu lagi yang ingin dihabisi. Meskipun merepotkan, tapi aku tidak yakin jika kalian berdua bisa menang, meskipun harus bergandengan tangan." Ucap Feng Ming dengan penuh percaya diri
Pertempuranpun dimulai.