
Balek lagi guys...
Garut malem dingin Siang panas bangett
Happy reading
***
Setelah melakukan olahraga biasanya tubuh menjadi bugar dan fresh, wajah ceria dan penuh dengan senyuman memenuhi raut wajah gadis yang sedang bercermin, Juna berdiri menyiapkan diri memakai pakaian kerjanya.
"Hari ini mungkin akan pulang larut Tuan, banyak pekerjaan yang harus saya lakukan di Cafe" Tanpa dimintai pertanyaan pun Sara memberitahu suaminya takutnya lagi terjadi seperti hari itu
"Lakukanlah apa yang mau kamu lakukan"
Tangannya sibuk merapikan dasi yang melingkar di leher
"Biar Saya bantu Tuan" Kini gadis itu berdiri dihadapannya "Ini sangat mudah dulu Saya sering melakukan untuknya"
garis senyum melengkung sempurna kenangan dulu seperti kembali terulang namun beda lelaki yang berdiri di depannya, ya kali ini Sara tidak menaruh sedikitpun rasa suka pada lelaki ini.
"Kau mencintainya?"
Entah perasaan apa yang sedang dirasakan Juna sampai harus bertanya seperti ini
" Aku sangat mencintainya, bahkan kami berjanji tidak akan saling menyakiti"
Setelah kalimat itu terucap perasaan perih di ulu hati pria itu. Mungkin karena merasa dirinya menyakiti perempuan yang sedang berada dihadapannya atau karena perempuan ini tidak mencintainya.
Ya jelas saja bagaimana bisa mencintai nya kalau pernikahan ini hanya semua misi
"Untuk apa kau lakukan ini? Aku bisa melakukannya sendiri" Tangannya menolak dibantu Sara merapikan dasi yang baru saja
"Saya hanya berterimakasih Tuan, Terima kasih mau melindungi"
Tangannya berada di atas dada bidang Juna, hembusan nafas pria itu terasa hangat dipermukaan wajah Sara. Detak jantungnya tidak karuan terus memburu.
Kenapa dengan perasaanku ini?
Sadar Sara ini termasuk misi
kau tidak boleh mencintai laki-laki macam ini
Sara hanya tersenyum gemetar melihat pemilik kornea mata yang kini sedang melihatnya menunduk. Jantung lelaki itupun berdegup kencang indera penglihatan nya disuguhi bibir merah merona berada dihadapannya menggoda, bertahun-tahun Ia tidak pernah tergoda dan tidak ada satupun yang bisa menggoyahkan nafsu nya tapi perempuan ini seolah bisa meruntuhkan pertahanan yang selama ini ia tahan.
Apa aku mulai mencintai perempuan ini?
Wil apakah aku tidak sedang menerima balas budi mu?
Semakin lama pandangan itu semakin sayu, Gadis itu terasa dihipnotis selain dari aroma maskulin yang memabukkan juga oleh tatapan lelaki yang menjadi suaminya fokus melihat bibir ranum Sara dengan wajah semakin mendekat ke arahnya, matanya terpejam seolah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, Ia tidak mampu keluar dari kondisi seperti ini
Pria itu tidak bisa menahan diri bibirnya yang sekarang menyatu bersama milik Sara, berawal kecupan kecil menjadi ciuman panas. Perasaan mereka dipenuhi dengan penuh pertanyaan mengapa mereka melakukan kembali ciuman ini?
Sara sadar kini oksigen nya mulai habis, tangannya mendorong keras menjauh dari tubuh yang jauh lebih tinggi darinya.
Untung saja Sara kehabisan nafas kalau tidak mungkin akan berakhir melanggar janji mereka.
"Maafkan aku, aku harus pergi" Langkah besarnya menjauhi Sara yang masih berdiri
Sementara Sara masih tertegun mendapat ciuman panas pagi ini
Kenapa rasanya berbeda? padahal ini ciuman kedua setelah di taman malam itu
Jantungku berasa berdegup kencang sekali
gumam Sara tangannya berada di atas dada merasakan detak jantung yang terpompa hebat tidak beraturan.
***
Meskipun menjadi Wakil Pimpinan tapi Arjuna mempunyai wewenang dan kekuasaan untuk mengambil keputusan hampir 100%.
Pria gagah yang dari tadi fokus berada di depan monitor menyandarkan rubuhnya diatas kursi, merasakan nikmatnya istirahat dari lelahnya pekerjaan.
Terlintas bayang kejadian tadi pagi membuat bibirnya terangkat sempurna, bibirnya Ia usap oleh tangan masih terasa apa yang Ia lakukan pada istrinya melanggar perjanjian nya kembali.
"kenapa aku sesenang ini?" ucapnya masih dengan penuh kebahagiaan
Suara laki-laki yang tidak asing membuyarkan lamunannya
"Tuan waktunya makan siang. Anda ingin keluar atau saya bawakan kesini?"
tanya Sam yang bingung melihat Tuan Muda nya tersenyum sendiri
Juna terperanjat duduk tegap dan menatap Sam penuh amarah
"Kalau masuk ketuk pintu Sam, kau melupakan kebiasaan mu"
Bahkan kehadiranku tidak kau sadari Tuan. astaga
"Tadi saya mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban, kemudian saya masuk memberanikan diri namun anda sedang melamun sambil tersenyum. maaf jika saya membuat tidak nyaman, Saya permisi"
"Benarkah?" Sam hanya mengangguk. Juna gelagapan ternyata sekretaris nya itu mengetahui tingkah konyolnya
"Aku akan makan siang keluar sendiri, sekitar dua jam kosongkan jadwalku"
"Baik Tuan, kebetulan dua jam ini jadwal anda kosong kemudian di jam berikutnya ada meeting"
***
Cafe Kopi terlihat ramai, Sara yang sedang merebahkan tangannya bertumpu pada sofa ruangan miliknya, sejak pagi Ia hanya fokus pada jumlah angka yang ada di lembaran buku dan mencari menu baru untuk menambah daftar menu supaya pengunjung tidak bosan.
"Nona, Seseorang sedang mencarimu di sana"
Setelah Vina memberitahu jika ada yang ingin bertemu, Sara pergi dan menemuinya, siapa sangka laki-laki yang ingin menemuinya adalah Juna Hutomo
"Kenapa Tuan kemari?" duduk di samping kursi suaminya
"Apa aku tidak boleh mengunjungi istriku hm?" alisnya terangkat satu, tangannya mengeluarkan kotak berisikan coklat
Sara hanya bingung dengan sikap suaminya jadi hangat. menatap penuh pertanyaan tanpa mengambil kotak yang dari tadi Juna sodorkan dihadapannya
"Ini untukmu makanlah coklat ini"
"Ini untukku?"
Sejak kapan Laki-laki ini menjadi begitu baik??
***
Udah baca sampai episode ini?
Jangan lupa tinggalkan Like kalian yah
karena itu mendukung banget Author amatir ini hehe
Apalagi Vote 👌 oke banget tuh bikin semangat menulis kembali
Love You All ❤️❤️❤️