The Last Game In Love

The Last Game In Love
Berkunjung Ke Cafe



Jumpa lagi sama Sara dan Juna


Selamat membaca reader...


***


Suasana Cafe Kopi sedang tidak terlalu ramai, baru beberapa orang yang duduk di atas kursi kayu bundar berwarna coklat sedang memesan minuman hangat.


Lalu lalang pegawai yang mengantar Kopi dan merapikan sebagian kursi yang berserakkan menambah kesan ramai padahal hanya beberapa pengunjung yang datang, ini karena Cafenya baru buka sekitar tiga puluh menit yang lalu.


Sara menghentikan mobil Jazz nya yang berwarna hitam di bagian pinggir halaman Cafe miliknya, tangannya sibuk membuka sabuk dan mengambil barang yang ingin dia bawa kedalam Cafe, kemudian membuka kunci pintu mengeluarkan kaki kanan untuk melangkah keluar namun suara benda pipih menghentikan kaki kiri untuk ikut keluar, sekarang tubuhnya berada diambang pintu mobil.


"No siapa ini?"


gumam Sara mengerutkan kening setelah membaca pesan singkat


Setelah pulang dari kantor aku akan datang ke Cafe milikmu.


"Nomor siapa ini?"


Keningnya mengkerut setelah membaca pesan yang masuk dari nomor tidak dia kenali.


Pintu ruangannya dibuka, tangannya masih memegang gagang pintu, perempuan itu melihat sekeliling ruangan yang telah berubah dari asal berwarna cat putih kini ditempeli stiker dinding motif polkadot hitam setelah menyuruh orang untuk merubahnya.


"tidak terlalu buruk, setidaknya jadi semakin berwarna"


Langkahnya kini masuk kedalam ruangan, tas yang dibawanya disimpan di atas meja yang cukup luas, duduk dan membuka kembali benda pipih yang berada ditangannya.


"Ini pasti no Tuan Muda itu, nomornya saja bukan seperti manusia biasa, aku simpan saja beri nama apa ya?


Tangannya sibuk menekan satu satu tombol alphabet yang berada di layar handphone


"Selamat siang Nona" Seorang pegawai menyapa Sara, menyadari kedatangannya Sara menekan tombol pinggir kanan supayan handphone nya tidak terus menyala


"Vin, Masuklah ada apa?"


"Diluar ada tamu ingin bertemu anda Nona"


"Siapa?"


"Sepertinya perempuan yang kemarin"


Sara meletakkan benda pipih yang dari tadi ia pegang, Sara merasa penasaran apa tujuan perempuan itu datang lagi.


Sara terlihat bingung dan penuh tanya, tentu saja karena kedatangan wanita yang kini berada dihadapannya dan entah kenapa tatapan wanita itu menunjukkan aura yang tidak suka.


Mungkin karena aku istri dari mantan suaminya Cih menggelikan


"Ada perlu apa anda datang kesini Nona?" Tanya Sara memecah keheningan diantara mereka yang sedang duduk di atas sofa


"Aku hanya ingin berkenalan denganmu Nona"


Ucapnya sopan menjulurkan tangannya. Tidak berfikir hal yang negatif Sara menyambutnya dengan baik


"Namaku Sara Insani, panggil saja Sara"


"Angela" Ucapnya, saling melepas tangan


"Soal kejadian kemarin aku minta maaf" sambungnya


"Tidak apa-apa, aku berterima kasih padamu , karena semenjak kejadian itu Cafe ku jadi lebih terkenal" senyum lebar memenuhi wajahnya


"ah benarkah, aku harap kita bisa berteman, jangan melihatku sebagai mantan istri suamimu" Penuh percaya diri wanita itu memegang telapak tangan Sara


Tidak menolak namun Sara melipatkan kulit dahinya, seperti tidak ikhlas dan ada maksud lain dari perkenalan mereka, Perempuan itu jadi sedikit berhati-hati menghadapi wanita bernama Angela.


***


Semenjak bertemu dengan Angela dan meninggalkan Cafe, Sara hanya terdiam wajar saja banyak pertanyaan yang muncul.


Kembali pada pekerjaan nya yang tidak terlalu sibuk, membuka dan membaca lembaran kertas bertuliskan angka dan nominal yang menunjukkan pendapatan dan pengeluaran belanja Cafe yang dia kelola.


"Sudah Sore" imbuhnya setelah melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya


Tidak la setelah Sara bergumam, sebuah mobil mewah terparkir tepat di samping mobil milik perempuan pemilik Cafe.


Semua pegawai takjub akan hal itu, membungkukkan badan menghormati siapa yang datang. Siapa yang tidak kenal dengan nya selain pewaris tunggal perusahaan Jaya Grup dia juga Suami dari pemilik Cafe ini terlebih kejadian kemarin yang diliput media jadi wajar saja mereka berperilaku seperti itu.


"Dimana Sara?" Ucap seorang pria yang kedatangan nya disambut penuh penghormatan


"Nona didalam ruangannya Tuan" Juna melewati para pegawai yang berjajar membungkuk, tubuhnya yang gagah dan aroma parfum maskulin membuat pegawai wanita terpesona dan tidak mengalihkan pandangannya.


Juna melangkahkan kaki masuk ke ruangan yang berada tidak jauh dari pintu masuk, menatap perempuan yang sedang duduk berkutat dengan berkas ditangannya kemudian langkahnya mendekat, Sara mendongak melihat siapa yang berdiri dihadapannya saat ini.


"Tuan!! Maaf saya tidak menyadari kedatangan Anda"


Berdiri dan mengajak suaminya untuk duduk di atas sofa di ruangannya


Sara duduk sementara Juna masih sibuk dengan benda pipih yang ditempelkan pada telinga, karena tiba-tiba dering telepon membuatnya harus menjawab panggilan entah dari siapa.


Seorang pegawai membawakan dua gelas Latte dan diletakkan di atas meja, sebelumnya Sara yang menyuruh pegawai membuatkannya disela Juna menerima telpon.


Menutup telponnya Juna memandang Sara yang sedang memposisikan Latte mereka


"Aku tidak lama disini"


" Saya tahu Tuan menyukai minuman ini, minumlah selagi hangat" minuman itu sedikit menggeser mendekati posisi duduk Juna yang sedang berhadapan


"Saya tahu dari sekretaris anda, dia akhir-akhir ini sering datang kesini hanya sekedar membeli minuman favorit anda Tuan, dia begitu sangat perhatian" Senyum lebar dari wajah istrinya membuat perasaanya tidak suka, Pria itu berdiri dan melangkahkan kaki keluar


Sara menatap punggung suaminya yang mendadak pergi begitu saja, lalu mengejarnya yang sudah tiba didepan pintu mobil


Juna membuang nafas kasar


"Lupakanlah aku akan pulang" Ucapnya tanpa membalikkan badan, pria itu masuk dan mengendarai mobil keluar Cafe


Sara yang berdiri mematung tangannya melipat di bawah dada


Pria Aneh


Menyusul suaminya pulang karena di rumah masih ada Mama Mona takutnya terjadi lagi kejadian yang tidak diinginkan, dari belakang terlihat mobil yang dikendarai suaminya melaju cepat.


***


"Kenapa Mama pulang? bukannya akan menginap selama sepekan?"


Pertanyaan Juna membuat Mama Mona melangkah keluar kembali menatap anaknya yang baru saja datang


"Mama ada urusan Jun, Maaf ya" Menepuk punggung anaknya memberi senyuman.


Seketika senyum Mama Mona memudar saat melihat mobil yang dikendarai menantunya masuk ke garasi


"Mobil Murah, tidak sepantasnya berada di garasi mewah ini" gerutunya pelan hanya terdengar oleh Juna. Wanita paruh baya itu pergi tidak ingin bercengkrama dengan menantunya itu, Dia masuk kedalam mobil bersama kopernya yang sudah ditunggu seorang supir pribadinya.


Sara melihat Mama Mona pergi tidak banyak bicara, karena tahu mertua satu itu tidak menyukainya. Pandangan Juna sesekali menoleh melihat istrinya yang datang


Berjalan beriringan menuju kamar mereka tidak saling bicara. Wajah Juna terlihat banyak pertanyaan dibenaknya setelah ucapan Sara tentang sekretaris nya Samuel


Sam sering ke Cafenya? hanya dengan alasan membeli latte untukku


malam itu Sam juga terlihat akrab dengan nya


Apa mungkin mereka punya hubungan?


atau mungkin saja Sam menyukainya?


***


Selamat malam Senin teman...


Ayo dukung Author dengan cara like, komen dan Vote kalo punya poin


biar Author semangat gitu nulisnya hehe...


Love You All ❤️❤️❤️