
Hampir satu jam Sara berada didalam kamar mandi, Sara pun keluar dengan baju tidur serba pendek berwana Navy. Rambutnya yang masih basah ia ikat, pikirannya kalut setelah mendengar hinaan sehingga lupa mengeringkan rambutnya terlebih dahulu.
Sara Membaringkan tubuhnya yang lemah di atas sofa yang cukup menopang badan, tangannya menarik selimut berwarna ungu yang selalu dia pakai.
Melihat Sara dengan santai tertidur, ternyata ada hati yang masih tidak rela membiarkan Sara istirahat begitu saja
"Enak saja tidur tanpa hukuman, Kau akan tau akibat telah mengusik pikiranku " Juna menekan tombol remote mengatur suhu AC menjadi sembilan belas derajat Celcius setelah melihat Sara sudah tertidur lelap.
Dia merasa senang, dan keluar dari kamarnya yang luas menuju dapur untuk mengambil minum, dilihatnya lampu ruang tamu masih menyala, pertanda masih ada orang disana.
Ternyata ada Ricky sepupunya yang sedang memeriksa Mama Mona, melilit alat tensi darah berwarna hitam di tangannya
"Sedang apa kau disini Rick?" Sapa Juna mendekatkan diri
"Sepertinya kolesterol Mama mu naik Jun, makannya kepalanya terasa berat"
"Mama hanya makan bakso Jun, Mama sudah lama tidak makan makanan enak itu" Monalisa memberi alasan karena takut kena marah Juna yang selalu perhatian atas kesehatannya
Bukannya marah Juna dan Ricky tertawa melihat kelakuan orang tua dihadapannya seperti anak kecil.
Di Kamar
Sara merasa tubuhnya dingin sekali, benda yang menyelimuti masih kurang untuk menghangatkan, tubuhnya yang dingin lama kelamaan menggigil tak terkontrol melihat jendela semua dalam keadaan tertutup, Sara kembali meringkuk kan tubuhnya dan memejamkan mata tapi tetap saja tubuhnya menggigil tak henti, Sara berdiri berniat untuk mengambil selimut atau jaket di dalam lemari namun penglihatannya kabur kepalanya seperti berputar, tangannya meraih benda apa saja untuk menjaga keseimbangannya tanpa sadar tubuhnya ambruk kelantai dan menggeser gelas kaca yang berada tidak jauh darinya
PREEENNGGGGG
Suara gelas pecah mengagetkan suasana hangat di lantai bawah sana, Juna berlari cepat mendekati pusat suara di ikuti oleh Mama Mona dan Rocky
Juna membuka pintu kamar dan sangat terkejut saat melihat istrinya tidur dilantai, pecahan kaca yang melukai siku tangan memberikan goresan merah
"SARA" Teriak Juna
"Astaga kenapa ini terjadi" tanya Ricky setengah Syok melihat keadaan Sara yang hampir kritis
Ricky memegang tubuh Sara yang dingin seperti es, tubuhnya menggigil bibirnya seperti tidak bisa diam merasakan dinginnya udara dikamar, wajah pucat seperti mayat
"Peluk dia cepat bawa ke atas kasur"
"Tante tolong bawakan air hangat segera"
"Cepat Jun"
Sederet perintah Rocky membuat mereka bingung
Tapi dengan cepat Juna melakukan apa yang dikatakan Ricky, Dia langsung memeluk istrinya dengan erat dibaluti selimut tebal miliknya tanpa malu ia lakukan dihadapan Mama Mona yang dari tadi menatap benci apa yang dilakukan anaknya itu dan dengan berat hati mengambilkan air minum hangat.
Semua yang dilakukan Juna bukan karena sayang tapi lebih kepada terkejut telah memberi hukuman sampai berakhir seperti ini
"Kenapa dia Rick?" tanya nya dengan nada khawatir akan terjadi sesuatu pada istrinya itu
Ricky yang membawa alat dokter dari ruangan bawah belum menjawab semua pertanyaan Juna
" Astaga Apa yang Kau lakukan Jun" Ricky melihat gagang remote dan memencet tombol remote AC yang menunjukkan 19 derajat Celcius
"Kau gila atau kenapa, bagaimana jika istrimu mati huh?"
pertanyaan bertubi dari mulut Ricky menyudutkan Juna
Mama Mona hanya menyimak apa yang dilakukan anak dan keponakannya sambil menyimpan air di atas meja rias
Para pelayan terbangun mendengar kegaduhan yang terjadi tengah malam, mereka ikut mengkhawatirkan Nona muda nya
"A a aku.. Maafkan aku Ra, bangunlah aku hanya bercanda" Juna merasa menyesal telah melakukan itu semua, melihat istrinya tidak sadarkan diri, lemah tak berdaya tangannya terluka dialiri darah
Ricky memeriksa tubuh Sara dan mengobati tangannya yang terluka.
Mungkin dalam pikiran Ricky banyak sekali pertanyaan kenapa ini terjadi, sementara yang dia tahu bahwa Juna selalu tidur dengan AC yang normal
"Pakaikan istrimu pakaian yang tebal, selimuti sampai tubuhnya kembali hangat"
Ricky membersihkan luka dan menutupnya dengan perban
Setelah itu Juna memakaikan Jaket tebal, Ia merasakan lembut kulit istrinya, putih kenyal dan halus.
"Peluklah dia lebih lama, aku akan keluar sebentar"
Juna memandangi wajah sara yang pucat dalam pelukannya, keadaan yang membuat nya seperti ini, menyesal ya dia menyesali perbuatannya
Lama-lama Juna sadar dengan apa yang dilihatnya Istri yang dibenci sedang ada dalam pelukannya akibat dari kecerobohan
"Istrimu mengalami Hipotermia, Penurunan suhu tubuh secara drastis yang berpotensi berbahaya. Penyebab yang paling umum adalah berada di lingkungan bersuhu dingin dalam waktu yang lama dan jika telat ditangani bisa mengalami gagal jantung atau paling parah ya meninggal. Apa kau mengurungnya dengan suhu ruang dibawah 20 derajat?"
Juna menatap keatas menerawang kejadian sebelumnya, tubuhnya masih berbaring terjaga dan memeluk sang istri
"Tadi dia pulang basah kuyup kehujanan karena mobilnya mogok" Juna menjelaskan apa yang terjadi pada istrinya sebelum dia seperti ini
"Hah Suami macam apa kau ini, tidak bisa menjaga istrinya"
"Diamlah dulu kau begitu cerewet"
"oke oke lanjutkan"
" Kemudian dia mandi, biasanya 10 menit juga sudah selesai tapi ini hampir satu jam dia baru keluar"
"Dan benar seterusnya kau mengurungnya dengan suhu AC dibawah 20 derajat?" Ricky yakin dengan tuduhannya itu
"Aku hanya bercanda Rick, Aku kira dia akan terbangun dan keluar tapi nyatanya malah seperti ini"
"Hah, suami tidak punya otak. ditaruh dimana kecerdasan seorang anak pimpinan Jaya group? memang gila kau ini kehujanan mandi terlalu lama terus dikurung di ruang es Astaga Suami macam apa kamu ini huh? emm tunggu... Apa Sara melakukan suatu hal sampai kamu berbuat seperti itu?"
bibirnya membisu tidak bisa menjawab, dirinya juga heran kenapa sampai bisa melakukan hal berbahaya seperti ini
"Sudahlah kau pulang sana, dia istri ku dan akan ku rawat sampai dia sembuh"
"Aku akan menginap disini, ini sudah malam aku takut ada kuntilanak menculikku. Jika Sara sudah sadar berikan minuman hangat dan beritahu aku"
Ricko keluar kamar sambil tertawa kecil
Kamar yang tadinya dingin berubah menjadi hangat, pelukan Juna membuat Sara tertidur nyaman.
Pelukan yang menghangatkan bagi Sara juga memabukkan bagi Juna, dia tidak kuasa menahan hasratnya bayangkan saja menduda 3 tahun dan tidak memiliki kekasih atau semacamnya dan sekarang harus memeluk istri tanpa harus menyentuh nya.
**apakah aku tergoda oleh wanita ini?
cih kenapa aku terlihat ingin lebih dari sekedar yang aku lakukan saat ini
Sadar Arjuna ini hanya sebatas status, kalau kau melakukannya kau akan terikat lebih lama
Pikirannya membuat Juna tidak tidur semalaman, Ia terus mendekap memeluk memberikan kehangatan. Ia takut ini akibat perbuatannya. Tanpa sadar perlakuan terhadap istri nya itu sudah naik ke level perhatian dan kasih sayang. eaaa
***
Ayo dukung Author dengan cara Like, Komentar yang positif dan Vote yah...
Love You All ❤️❤️❤️