The Last Game In Love

The Last Game In Love
Bertemu Mantan



Hari menjalankan Misi pertama Juna akan dimulai. Pagi hari pria itu sudah terlihat rapi dengan balutan kemeja berwarna navy ditutupi jas berwarna hitam.


Sara dibantu Wiwit perias make up yang sudah mengabdi pada keluarga Sanjaya semenjak Papa Jaya melihat keberhasilan Wiwit merubah penampilan menantunya. Dress berwarna biru tua cerah menyeimbangkan dengan pakaian suaminya, rambutnya tergerai menambah kecantikan Sara yang terkurung.


"Pakailah Jam ini" Kotak kecil kini berada di tangan Sara yang terlihat sudah siap untuk pergi


"Tuan membeli ini untuk Saya?" tanya Sara yang tercengang melihat merek yang belum pernah Ia beli sebelumnya


"Pakailah, kau terlalu polos tanpa aksesories. Kau ini Istri Pewaris tunggal perusahaan Jaya Group. Aku tidak mau orang menganggap aku pelit"


"Ah ini sangat indah, terima kasih Tuan aku sangat menyukainya" Imbuh Sara yang masih takjub melihat jam tangan yang diberikan suaminya itu, senyum lebar penuh kebahagian membuat Juna tidak mengalihkan pandangannya.


Merasa senang Sara menerima pemberian nya dengan Baik Juna membalikkan badan pura-pura merapihkan dasinya padahal menutup senyum yang tidak tertahankan lagi takut perempuan dihadapannya mengetahuinya dan itu akan membuatnya sangat gengsi.


Kau sudah memberiku barang mewah ini Tuan, kau memang akan tergoda olehku


***


Sesampainya di sebuah gedung megah, sebuah mobil terparkir di lobi gedung, Sam yang mengemudi keluar mobil dan membuka pintu untuk dua orang yang berada didalam sana, mereka beriringan memasuki lift khusus


Aku sedikit gugup


Suara helaan nafas istrinya terdengar oleh Juna, pria itu melirik ke samping dimana Sara berdiri di ruangan sempit itu


"Jangan terlihat, ini hanya sebentar dan kau tidak perlu banyak bicara cukup tersenyum kepada Istri dari rekan bisnis ku"


Tangannya ingin meraih telapak tangan Istrinya yang dingin meskipun hanya sebentar namun dia urungkan mengingat kembali janji mereka dulu.


aku tidak bisa melakukan ini.. aku sudah pernah menciumnya dan itu kesalahan


Sara hanya mengangguk mendengar titah suaminya.


Ting... Suara pintu terbuka, mereka menuju salah satu ruangan yang sudah disiapkan. Didalamnya sudah ada sepasang suami istri sedang menikmati teh hangat, mereka menyambut kedatangan Juna.


Disela perbincangan Juna membahas kerja sama dengan Fery, sementara Sara berbincang dengan Davina, wanita cantik dan anggun kisaran usia 40 tahun mengeluarkan berbagai design berlian dan memakainya di hadapan Sara. Sam mengeluarkan berkas kontrak yang telah di siapkan.


"Aku tidak banyak tahu tentang berlian Nyonya, tapi aku suka yang ini"


Sara melihat berbagai kalung dan cincin berlian dan menunjuk satu design dan melingkarkan di jari manisnya


"Seleramu sangat bagus Nona. Aku juga menyukainya, kau beruntung mendapatkan istri sepertinya Tuan Juna" Tutur Davina Istri dari Fery, memandang ke arah Juna yang tengah


"Dan Nona Sara juga terlihat bahagia mendapatkan Suami seperti mu Tuan Juna. Seperti kami yang selalu bahagia menerima kekurangan dan kelebihan" Ucap Fery sambil memeluk istrinya


Mereka hanya tersenyum tidak membalas satu katapun.


"Saya ke toilet dulu" ucap Juna


Berjalan keluar menyusuri jalan, terlihat seoranh wanita sedang mengambil barangnya yang terjatuh dan berdiri tegal dihadapannya


"Jun? ya Arjuna aku tidak akan salah!" Tebak wanita itu tatapannya terus memperhatikan Juna


"Kau tetap terlihat tampan Jun, apa kabarmu?"


"Aku baik, lama tidak bertemu Karin"


Kisaran 5 menit Juna menghabiskan waktu didalam kamar mandi, pria itu keluar dan kembali ke ruangan yang tadi ia tinggalkan.


Pintu terbuka, matanya heran melihat seorang wanita yang ia kenali duduk dekat dengan istri nya. Wanita itu menoleh melihat sosok yang baru saja datang


"Juna, Kau juga disini? kenapa banyak kebetulan hari ini seperti jodoh mempertemukan kita kembali"


Pandangan Sara yang sedang duduk teralihkan pada sosok wanita yang berada di sampingnya


Siapa wanita ini?


apakah kekasihnya atau Mantan kekasihnya?


****