
SERATUS LINGKARAN
Bulan ketiga Yan Shu berada diteluk badai petir, sekarang Pisau Pisau Angin dan lidah air disana sudah tidak berpengaruh lagi kepada Yan Shu, kekuatan Fisik nya sudah meningkat, kali ini Yan Shu berlutivasi disiang hari, dia telah mempelajari pergerakan angin dan air ini selama tiga bulan ini, kali ini dia hanya focus pada pergerakan angin.
Jika di perhatikan secara mendalam, setiap gerakan pisau angin ini menciptakan pola pola aneh, angin ini bertiup sangat besar awal nya dan menghantam air laut, setelah menghantam air laut mmenciptakan gelombang tsunami yang besar, tetapi itu terjadi pada pusatnya sedangkan ujung dari pergerakan angin ini adalah melewati bibir teluk.
Semakin Yan Shu memperhatikan semakin mendalam maksud dari pola angin tersebut, pecahan pecahan badai tersebut menciptakan pisau angin yang berpola teratur di awal dan acak pada akhirnya.
Yan Shu semakin mendalam dia hampir memasuki kondisi, pehamanan tentang angin ini, perlahan dia menyerap kedalam kesadaran spirituaknya tentang cara angin bekerja, kondisi ini disebut “PRINSIP” lingkaran energi yang diserap melalui kultivasi nya ini benar benar aneh tidak pernah terjadi pada anak anak usia dibawah tiga belas tahun.
Tetapi kondisi Yan Shu sekarang memasuki kondiris pencerahan terhadap pemahaman prinsip. Prinsip yang telah mencapai tingkat sempurna akan mendapatkan kondisi “NIAT” niat yang telah memasuki peringkat sempurna akan menciptakan “HUKUM”.
Ringkasnya seperti ini :
Prinsip
Niat
Hukum.
Pencerahan yang diperoleh Yan Shu adalah pencerahan tingkat tinggi terhadap wawasan nya yang jika dilatih dan diasah, dengan sedikit keberuntungan akan menciptakan Hukum.
Seperti Serangan telapak matahari petinggi sekte matahari sebelum nya semua nya telah memasuki tingkat Hukum Api level Tinggi.
Satu bulan lamanya Yan Shu berkultivasi dengan memahami prinsip dasar angin, energi diperut nya tidak pernah berhenti berkumpul, telah membentuk lingkaran lingkaran besar, satu demi satu lingkaran tersebut tercipta dan membungkus energi sebesar telur puyuh diperutnya.
Setelah lingarkaran pertama terbentuk, energi yang diserap melalui pemahaman prisnip angin tingkat dasar, energi lain akan muncul dan membentuk lingkaran lainnya yang melingkari lingkaran sebelum nya, membentuk cincin di dalam cincin.
Hari ini tepat sebulan Yan Shu, membuat lingkaran kecil di dalam perutnya telah terkumpul seratus lingkaran energi.
Yan Shu membuka mata nya, empat bulan dia telah berada disini, perkiraannya persediaan makanannya jika dia berhemat akan cukup untuk dua bulan lagi, Yan Shu berdiri dan keluar dari punggung batu kali ini, melaui prinsip angin dia bisa membelokkan arah pisau angin tersebut.
Pisau pisau ngin tersebut tidak berpengaruh lagi terhadap Yan Shu....
Setelah makan dan minum daging mentah dia melangkahkan kakinya, menatap ketengah laut, Yan Shu memikirkan dua bulan lagi persediaan nya habis, dan saat itu umurnya akan tepat tujuh tahun.
Kali ini Yan Shu mengeluarkan kitab seni bela diri kuno, tangan nya gemetar ketika membuka kitab ini, dia mengingat pengorbanan ayah nya, Yan Shu tidak ingin pengorbanan ayah nya sia sia.
Aura kitab tersebut sangat kuat, Yan Shu mengalirkan energi nya sampai satu lingaran untuk melawan tekanan aura tersebut, tanpa dia sadari, kitab tersebut menghisap energinya, Yan Shu berusaha melepas kan kitab tersebut tapi kitab tersebut langsung tetap menghisap energi nya.
Yan Shu sekarang tidak melawan tetapi energi nya dengan cepat terkuras, karena dihisap oleh kitab tersebut, tiba tiba dari lembaran kitab tersebut keluar cahaya, cahaya tersebut membentuk tulisan yang ada di kitab tersebut.
Kitab tersebut tersebut tiba tiba berubah menjadi cahaya yang terang benderang, aura dari cahaya tersebut memenuhi langit dikawasan teluk, kemudian seluruh tulisan yang berasal dari cahaya tersebut melesat memasuki kepala Yan Shu.
Yan Shu tidak dapat menolak nya, cahaya tersebut terasa hangat dan Nyaman semua cahaya tersebut memasuki lndra kesadarannya, semua informasi tentang kitab itu tersimpan dalam benak kesadarannya, setelah semua cahaya yang terbentuk dari kitab tersebut memasuki kesadarannya, semua cahaya yang memenuhi langit teluk tiba tiba menjadi redup dan hilang.
Suasana disekitarnya menjadi seperti sedia kala, Yan Shu mencerna semua informasi dari kitab seni bela diri kuno itu.
Sekarang dia menyadari bahwa untuk mempelajari Kitab tersebut membutuhkan energi aneh yang dikumpulkan nya selama beberapa bulan ini, ini seperti sebuah keberuntungan yang telah diatur oleh langit.
Dari informasi yang tersimpan didalam kesadarannya hanya ada dua informasi yang pertama menjelaskan :
Tekhnik Kultivasi Pemurnian Tubuh
Seni Bela diri Naga Suci
Tekhnik pemurnian tubuh ada tujuh belas tingkatan, tingkat pertama tidak membutuhkan sumber daya tetapi berfocus kepada pengendalian energi, yang dipergunakan untuk membentuk tubuh yang murni.
Jika sudah memasuki tingkat ketujuh dari pemurnian tubuh, daya tahan tubuh seseorang melampaui batas kultivasi yang dimilikinya.
Seni Bela diri Naga Suci nya hanya ada tiga tingkatan :
- Telapak Naga
- Cakar Naga
- Raungan Naga
Dari informasi tersebut untuk mengolah tekhnik Pemurnian tubuh, ditingkat ke delapan dibutuhkan sejumlah sumber daya, dan sumberdaya tersebut selain langka juga jumlah nya sangat besar.
Dia mulai focus berkultivasi, menyerap energi guna mengembalikan energi yang diserap oleh kitab tadi dan menggantikannya dengan yang baru, dan kalau memungkinkan menambah lingkaran eergi tersebut.
Dilain tempat, disaat sebelum kemunculan cahaya yang besar tadi mempengaruhi seluruh benua,.. dalam beberapa detik, terasa aura yang besar meliputi semua benua, beberapa tokoh penting dilima benua berusaha mencari nya tetapi tidak menemukan sumber nya.
Kebetulan penatua kelima yang di utus untuk menyelidiki, kematian Yan Ruo sedang berada disekitar laut tempat kejadian pertempuran, meski samar dia merasakan sedikit aura Yan Ruo meski sedikit berbeda, dia sangat menyakini ini adalah pancaran aura Yan Shu.
Sebagai sesama orang yang memiliki darah keluarga Yan dia menydari bahwa ada anggota keluarga Yan di area sekita ratusan ribu mil dari posisinya.
Penatua kelima tersebut tersenyum sambil berguman, aura yang dirasakan nya tadi meski sedikit dan terasa samar tapi tidak merubah keyakinannya.
Tuan muda kecil.....
Tuan muda kecil masih hidup, orang yang telah mati tidak memuncul kan aura, bathin nya, dia merasa sangat bersemangat, dan mulai mengekplorasi seluruh seluruh wilayah ini.
Untuk misi kali ini dia menyewa kapal dan itu membutuhkan pengeluaran besar, tetapi dia tidak peduli dia akan mengumpulkan informasi kematian Yan Ruo dan mencari keberadaan Yan Shu.
Kemunculan aura kuno beberapa saat yang lalu memunculkan banyak spekulasi dari, beberapa tokoh lima benua, ada yang berpikir bahwa akan ada bencana, yang melanda lima benua, ada juga yang berpikir kemunculan harta karun, atau pusaka kuno.
Yan Shu tidak mengetahui bahwa dia sedang dicari oleh Klan nya, dan tidak juga menyadari bahwa telah terjadi ke anehan dilima benua karena kemunculan aura kuno yang dihasilkan oleh kitabnya.
Yang dilakukannya sekarang adalah berkultivasi meneyerap energi serta berusaha mempelajari prinsip angin.
Yan Shu mellihat dengan pemahaman nya pergerakan air tersebut perlahan lahan, sedikit demi sedikit dia berusaha memahami nya tetapi semakin dia berusaha dia semakin tidak memahami, karena pergerakan air membutuhkan penyebab, sepeti sebuah benda yang terjatuh dia air menyebabkan air bergerak, atau disebabkan hal lain semisal nya angin yang menyebabkan air bergerak.
Hari ini genap tujuh tahun usianya, persediaan makannya pun sudah benar benar habis, meski dia belum berhasil memasuki tahap awal dari prinsip air tetapi lingkar energi nya telah bertambah.
Yan Shu berniat mengekplorasi kedalam teluk,...
Dia melangkah menuju mulut teluk ini, setelah enam bulan berada di pinggiran teluk, baru kali ini dia melangkahkan kaki nya di kedalaman teluk karena kehabisan bahan makanan dan minuman dia mulai melangkah perlahan menuju kedalaman teluk.
Ngarai tersebut secara keseluruhan sangat sempit, seperti sebuah gua lebar nya hanya Sekitar dua ratus kaki, kiri kanan nya hanya dinding batu dengan sedikit tonjolan yang dibeberapa tempat, Yan Shu memeriksa berkeliling dan dia menemukan sebuah parit kecil yang berisi air, air tersebut berasal dari celah batu di dinding ngarai dan berakhir mengalir ke dalam celah batu dan masuk kedalam tanah.
Yan Shu terlihat bersemangat, melihat parit kecil selebar dua kaki dan panjang tujuh kai tersebut, dia minum air tersebut, rasanya sangat berbeda selain sedikit manis, air di parit tersebut juga mempunyai efek menenangkan jiwanya.
Seolah olah semua kesusahan nya semenjak ditinggal mati ayah nya terangkat setelah dia meminum air ini.
Dia membasuh tubuhnya di dalam parit sempit tersebut, rasanya teralu segar setelah enam bulan hanya mandi air laut. Selama enam bulan ini tubuhnya sedikit meninggi, dan dan dia belum pernah mengganti pakaian nya.
Hari ini setelah enam bulan baru dia mengganti pakaiannya setelah keluar dari parit tersebut, dia mengeluarkan tong airnya mengisi sedikit demi sedikit tong airnya. Setelah tong nya penuh dengan air Yan Shu baru sadar bahwa dia tidak mampu mengangkat tong tersebut, dia tersenyum menyadari kebodohannya.
Biarlah tong ini disini guman Yan Shu .... toh kalau aku memerlukan air aku bisa meminumnya disini.
Setelah berjalan beberapa saat Yan Shu melihat lihat disekitar nya, Yan Shu melihat bahwa teluk ini tercipta dari sebuah ngarai yang dalam, karena di kedalaman ini, celah dinding batu yang tingginya tidak berujung menghiasi kedalaman ngarai.
Di kedalaman teluk yang seperti gua itu Yan Shu melihat susunan batu seperti tangga, susunan itu hanya muat dua telapak kaki dewasa, dari jauh terlihat sangat rapi. Yan Rua Berusaha mendekat ke tangga tersebut tetapi disaat dia menginjak anak tangga pertama yang terbuat dari susunan batu.
Terjadi hal yang luar biasa, dari atas ada tekanan yang demikian kuat, tubuh nya seperti memikul beban seberat dua ratus kati... kakinya gemetar dia tidak dapat berjalan, sial ada apa ini kata Yan Shu.
Sementara dia menahan beban seberat dua ratus kati, dibelakang nya tepat dibawah tangga, muncul petir yang kuat, Yan Shu tidak bisa maju karena tekanan dan tidak bisa mundur karena petir terus menerus menyambar kali ini jeda setiap petir tersebut hanya satu detik, satu detik diam satu detik kemudian dia akan menyambar kembali.
Yan Shu mengerahkan energinya untuk melawan tekanan tersebut setelah berjuang selama beberapa sat akhirnya dia berhasil mengalirkan energi keseluruh tubuh nya dan mengatasi tekanan, detik demi detik berlalu seperti neraka.
Yan Shu mengerahkan seluruh tenaga nya untuk melompat menghindari tekanan dan menerobos jeda petir, kali ini dia mengalirkan semua energinya, tidak maini main keringat keluar berbutir butir dari tubuhnya, Baju nya telah basah oleh keringat.
Detik berikut nya dia berteriak.......
Hiiiiiiiiaaaaaaaattttt.
Di melompat kebelakang dan tiba tiba petir terhenti, demikian juga tekanan yang dirasakan nya. Sepertinya tempat ini bisa melatih kekuatan fisik ku, dan melewati petir tersebut.
Yan Shu terengah engah kelelahan karena terlalu banyak mengeluarkan energi, dia butuh makanan, baiklah sebelum mencari makanan aku akan berkultivasi untuk mengembalikan energiku yang hilang kata nya sambil mengambil sikap lotus dalam berkultivasi.
Setelah satu jam berkultivasi, Yan Shu merasakan energinya telah kembali seperti sedia kala, tetapi rasa laparnya semakin meningkat.
Dia menganalisa sejenak, awal nya aku idak bisa mengatasi tekanan pisau angin dan air di luar di bibir teluk, tetapi setelah berlatih selama enam bulan aku bisa mengatasinya, mungkin nanti aku akan berlatih dibawah tekanan itu, dan akan terbiasa setelah enam bulan kata yan Shu.
Setelah menganalisa sejenak Yan Shu berkeliling tempat tersebut dan dia dia hanya menemukan lumut yang menempel dibebatuan, tidak ada makluk hidup lainnya disana, Yan Shu mengambil beberapa lumut dan berjalan ketepi parit yang ada air nya, dia memakan tumpukan lumut tersebut, rasa lumut tersebut sangat manis.
Dia kemudian memakan nya lagi semakin banyak karena rasa lumut yang aneh tersebut sangat manis jadi Yan Shu menikmatinya.
Setelah merasa perutnya kenyang Yan Shu mengambil air di parit dan minum sepuas nya, dia berpikir sekarang masalah makanan nya telah teratasi karena lumut tersebut sangat banyak dan memenuhi dinding dan lantai batu.