The Journey Of Yan Shu

The Journey Of Yan Shu
MULAI BERLATIH TEKHNIK PEMURNIAN TUBUH



MULAI BERLATIH TEKHNIK PEMURNIAN TUBUH.


Tetapi tiba tiba.... tubuhnya terasa panas, reaksi dari lumut yang dimakan nya sekarang mulai terasa, rasa panas benar benar mengalir melalui meridiannya, rasa panas berasal dari limpahan energi yang berasal dari lumut.


Kemudian kepala nya pusing, dengan tiba tiba dari mulutnya, hidungnya, telinganya juga mata nya mengeluarkan darah.


Karena rasa panas yang mengalir diseluruh tubuhnya sudah tidak tertahankan, Yan Shu buru buru mengambil sikap kultivasi, dia mengalirkan energi nya keseleuruh tubuhnya, Tubuhnya tiba tiba berasap, ubun ubun nya mengeluarkan uap yang berasap, dalam sekejap darah keluar dari pori pori nya berwarna hitam kehijauan.


Perlahan lahan seluruh kulitnya berubah menjadi hijau, Yan Shu belum menyadarinya setelah beberapa saat berkultivasi Yan Shu membuka mata nya.


Hal pertama yang membuat dia terkejut, bahwa darah yang keluar dari tubuhnya hitam kehijauan, melihat seluruh tubuhnya telah mejadi hijau seperti monster, Yan Shu menjadi panik, dia menandang ke dalam air di parit tersebut, semuanya berubah menjadi hijau, mukanya, rambut nya bahkan matanya sudah menjadi Hijau.


Sebagai anak kecil yang berusia tujuh tahun Yan Shu Panik, dia meminum air yang ada didalam parit, aneh nya pikiran dan jiwa nya menjadi tenang.


Yan Shu sekarang benar benar tenang dan keluar dari kepanikan, dia merasa efek air tersebut luar biasa untuk ketenangan jiwanya, jiwa nya seolah olah menjadi kuat.


Yan Shu tau bahwa dia sekarang keracunan, tetapi selama racun itu tidak membunuhnya dia telah memutuskan akan mengeluarkannya nanti, setelah dia keluar dari tempat ini.


Masalah ini pasti bisa teratasi setelah aku keluar dari tempat ini, masalahnya aku tidak tau berapa tahun yang dibutuhkan untuk keluar dari sini.


Setelah merasakan tekanan dari tangga tersebut, Yan Shu memutuskan untuk melatih tekhnik pemurnian tubuhnya, hanya dengan cara itu aku dapat mengatasi tekanan di tangga kata Yan Shu.


Yan Shu segera memeriksa kembali seluruh informasi yang dikirim kedalam kesadarannya, kali ini Yan Shu mengetahui dari mana dia akan memulai, tekhnik pemurnian tubuhnya pertama dia menyerap energi yang ada disana, perlahan lahan energi berkumpul di sekitarnya energi tersebut diserap kedalam meridian nya, kemudian berdasarkan informasi yang diperolehnya dari kitab seni bela diri kuno, dia perlu membuka tiga ratus enam puluh meridian kecilnya,


Pertama tama Yan Shu akan membuka dua puluh meridian kecilnya di punggung nya antara sumsum tulang belakangnya, Yan Shu mengalirkan energi ke dari meridian besar ke meridian kecilnya.


Hari pertama dia berhasil membuka sepuluh meridian kecil nya, hal itu terus dilakukan nya, meyerap energi sekitarnya, mengalirkannya dari meridian besarnya lalu ke meridian kecilnya. Malam harinya dia berhasil membuka sepuluh meridian kecil, itu arti nya dia telah memasuki tingkat pertama dari pemurnian tubuh.


Tetapi itu baru iru baru tahap awal jika dia ingin menyelesaikan keseluruhan tahap awal ini dia perlu membuka ke tiga ratus enam puluh meridian kecilnya. Setelah tingkat pertama pemurnian tubuh nya mulai terbuka, Yan Shu membuka matanya dan menghentikan kultivasinya.


Perutnya terasa lapar, dia perlu memakan makanan lagi kali ini dia mengambil setumpuk lumut seperti kemarin dan memakannya Yan Shu Juga kembali minum air yang berasa dari parit tersebut, Rasa Panas dari energi lumut kembali mengalir keseluruh tubuhnya, tetapi tidak sepanas hari sebelumnya, darah juga tidak keluar lagi dari tubuhnya. Asap seperti kemarin juga tidak ada lagi.


Yan Shu tidak perlu mengerahkan energi untuk melawan racun tersebut, dia hanya perlu mengerah kan energi untuk menyerap energi didalam lumut tersebut.


Dia hanya berkaca sebentar di air Yan Shu melihat, warna hijau pada kulit nya semakin bertambah pekat demikian juga matanya.


Yan Shu mengabaikan semua itu, kali ini Yan Shu Kembali berniat membuka meridian kecil nya, dia telah bertekad untuk membuka semua merdiannya.


Jika saya berhasil membuka dua puluh titik setiap harinya, itu arti nya untuk membuka tiga ratus enam puluh titik meridian kecil saya membutuhkan total delapan belas hari, sekarang saya telah membuka dua puluh titik meridian artinya saya butuh sekitar tujuh belas hari untuk membuka semuanya.


Yan Shu demikian bersemangat, Dia memanen Lumut untuk persediaan nya selama tujuh belas hari, dia bertekad untuk tidak bergerak dari tempat duduknya selama dia berkulitvasi.


Kali ini dia benar benar terhanyut dalam membuka meridiannya, dalam setiap satu jam dia berhasil membuka satu titik meridian kecil, Hal hal yang dilakukan nya selama tujuh belas hari ini adalah membuka meridian, makan dan minum dan berkultivasi.


Tepat hari ini Yan Shu membuka titik terakhir meridiannya yang berada di Perut nya, dan itu adalah titik yang ketigaratus enam puluh.


Yan Shu sangat bersuka Cita, untuk melanjutkan ketahap kedua tekhnik pemurnian tubuh, Yan Shu perlu memperkuat tulang nya, jumlah tulang yang akan diperkuatnya adalah sama dengan titik merdian yaitu tiga ratus enam puluh tulang dan sendi yang ada ditubuh manusia,


Ada dua cara untuk menyelesaikan tahap ini, tahap pertama menyelasikan nya satu persatu, tahap kedua adalah menyelelasikan nya secara bertahap tetapi menyeluruh.


Yan Shu memilih menyelesaikan nya secara bertahap tetapi menyeluruh.


Kali ini Energi yang berhasil Yan Shu kumpulkan selama kultivasi ini adalah, lebih dari tiga ratus lingkar.


Sepertinya aku harus mencapai tiga ratus enam puluh lingkar energi dulu diperutku, karena tulang yang akan diperkuat membutuhkan energi dan sumber daya yang besar, maka aku akan mengisi setiap tulang dengan satu lingkar energi guman Yan Shu.


Lingkar tersebut sangat tebal bahkan seperti matahari energi yang tidak ada habisnya, Yan Shu tidak kekurangan energi untuk mempekuat tulangnya, Tiga ratus enam puluh tulang nya hanya membutuhkan tiga puluh enam jam bagi Yan Shu untuk memperkuat tulang nya.


Seperti sebelum nya kali ini tulang yang dipekuat menggunakan energinya, adalalah tulang terakhir, itu adalah tulang ekor manusia, setelah tahap terakhir diselesaikan, terdengar suara dari dalam tubuhnya.


Krak Krak Krak,


Bhummmm


Struktur tulang yang terakhir ini menyebabkan perubahan secara eksponensial pada struktur kerangkanya, tubuhnya tumbuh sangat tegap dan sempurna, rahangnya kokoh, tubuh dan pondasi nya kokoh.


Yang tidak Yan Shu ketahui adalah, membuka meridian kecil adalah pekerjaan tersulit bagi kultivator Jenius manapun, biasanya untuk membuka meridian kecil ditahap petarung bumi, Karena seorang peterung inti sudah mulai membentuk Inti Energi didalam tubuhnya dan berkumpul pada dantiannya, sedangkan untuk pembentukan inti dantian diperlukan pada tahapan petarung inti.


Tahap dibawah petarung inti hanya menggunakan meridian untuk menyimpan energi.


Berbeda dengan Yan Shu, Yan Shu memiliki energi misterius pada perutnya, sebanyak tiga ratus enam puluh lingkar.


Yan Shu melangkah menuju tangga pertama, dia sudah bersiap siap secara mental tetapi dengan kekuatan nya sekarang dia yakin dia akan mampu melewati tangga kedua Yan Shu berpikir didalam hatinya.


Wuuuussstttt Yan Shu melompat menginjak tangga batu pertama, tekanan mulai terasa, sangat berat tetapi dengan sedikit energi nya dan kekuatan tulang nya Yan Shu dapat bertahan, Yan Shu mecoba melompat ke tangga kedua.


Whuttts


Telapak kaki kecil itu dengan mudah mendarat di tangga kedua, tekanan disini lebih besar dari tekanan di tangga pertama tetapi Yan Shu masih dapat melawan tekanan tersebut setelah mengerahkan energi nya ke seluruh tubuh nya,


Whut...


Whut


Whut...


Lompatan Yan Shu terhenti di tangga kelima, petir terus menerus menyambar dibelakangnya, tekanan kali ini tidak dapat dilawan Yan Shu, hari ini Yan Shu hanya mampu pada tangga kelima, tetapi dia memfocuskan untuk bertahan dan berkultivasi di tangga kelima ini.


Yan Shu berkultivasi disini sehari penuh kemudian dia kembali ketepi parit yang ada airnya.


Hari ini sudah sebulan penuh Yan Shu mencoba tangga, tersebut, ini adalah tangga terakhir, terasa tulang tulang Yan Shu berderak derak, tubuh nya terasa mau pecah. Tekanan disetiap tangga selalu meingkat karena ini adalah tangga terakhir tekanan yang dirasakan Yan Shu ribuan kali lipat daripada tangga pertama.


Yan Shu membiasakan dirinya dibawah tekanan, jika seorang tidak melatih fisiknya tentu saja tidak akan pernah mampu menahan tekanan ini......


Saking kuat nya tekanan ini, Yan Shu sampai mengeluarkkan darah dari pori pori tubuh nya.


Gigi nya gemeretak, tulang tulang nya berderit dibawah tekanan gravitasi yang sangat kuat, urat urat nya menonjol, sebentar lagi seolah urat urat nya mau pecah.


Darah semakin deras keluar dari pori pori nya, Yan Shu hampir putus asa, menghadapi tekanan inii, dalam hatinya dia berguman, pakah aku akan mati disini kata Yan Shu....?


Kesadaran Yan Shu memudar, dia hampir pingsan, disaat kesadaran nya hampir habis terbayang ayahnya yang megatakan kata kata ( Shu Er selamatkan dirimu ) bayangan ayah nya tersebut mengembalikan kesadarannya, perlahan kesadarannya pulih, Yan Shu Mengerahkan semua energinya untuk menahan tekanan .


Perlahan tapi pasti setelah kesadaran nya pulih, energi Shu mengalir secara besar besaran untuk menolak tekanan tersebut, Yan Shu Berada dipuncak tekanan tetapi kali ini dia berhasil menolak tekanan tersebut dengan pasti.


Tekad nya telah membawa perubahan terhadap tekanan tersebut, setelah beberapa menit menahan tekanan Yan Shu berbalik arah melihat ketempat tangga kesembilan puluh delapan, Yan Shu melihat kearah petir didepannya. Kali ini dia berhasil dengan cepat memahami prinsip petir, entah kenapa Yan Shu merasa sangat aneh dengan pemahaman nya ini.


Yang tida diketahui Yan Shu bahwa Lumut yang dimakannya selama ini adalah rumut “racun petir” lumut racun petir mengandung energi petir yang cukup besar tapi mengandung racun tingkat menengah yang mematikan.


Yan Shu tidak mati setelah mengkonsumsi Lumut racun petir karena dia telah meminum “air kesempurnaan jiwa” baik lumut raucn petir maupun air kesempurnaan jiwa adalah sumber daya langka bagi para pembudidaya seni bela diri.