The Journey Of Yan Shu

The Journey Of Yan Shu
PERJALANAN MENEMUI KAKEK



PERJALANAN MENEMUI KAKEK


Setelah genap enam bulan Yan Ruo dan anak nya berkemas kemas untuk meningggal kan gua tersebut dan Hasil buruan yang disimpan Yan Ruo sangat banyak, bisa untuk makan mereka selama satu tahun.


Shu Er mari kita pulang ajak Yan Ruo..


Baik Ayah kata Yan Shu...


Karena Yan Shu sudah berlatih fisik selama ini dan sudah mulai berkultivasi perjalanan pulang kali ini terasa lebih cepat dari enam bulan yang lalu.


Shu Er kita akan menjual separoh hasil perburuan ayah ini untuk bekal kita kerumah kakekmu...


Yan Shu sangat bersemangat mendengar dia akan menemui kakeknya, meski dia belum ketemu ibunya, tapi dia merasa bertemu kakeknya adalah sebuah kebahagiaan tersendiri, dia sudah mengangankan sambutan hangat kakeknya terhadap diri nya, apalagi sekarang dia sudah mulai berkultivasi.


Perjalan mereka hanya membutuhkan separuh waktu untuk sampai di Kota kecil mereka.


Sesampainya mereka di tempat penjualan hasil buruan tersebut, pemilik toko sangat bersemangat melihat kehadiran Yan Ruo, Karena sudah enam bulan ini Yan Shu tidak menjual hasil buruan kepada nya, yang berarti pemasukan nya berkurang karena berkurang nya pasokan.


Perlu diketahui, Hasl buruan Yan Ruo selama ini adalah hasil yang selalu terbaik dibanding pemburu lainnya dikota ini, kalau pemburu lainnnya hanya mampu menjual binatang buas tingkat satu, tetapi Yan Ruo selalu menjual binatang buas tingkat dua dan ditambah herbal berhal kelas rendah yang berkulaitas.


Herbal dan binatang buas sangat dibutuhkan oleh para kulitvator di kota ini, tentu saja kemunculan Yan Ruo membuat pemilik toko bersemangat.


Apalagi disaat Yan Ruo mengeluarkan hasil buruannya, Kuku dan Kulit harimau angin tingkat dua, srigala Angin tingkat dua, inti binatang buas tingkat dua serta puluhan binatang buas yang selama ini selalu menjadi idola kultivator di kota ini.


Sebenarnya bagi Yan Ruo semua itu hanya sampah, dia pernah membunuh hewan buas peringkat lima, tetapi karena dia menjaga penyamarannya agar tidak terbongkar otomatis dia harus tetap low profile.


Pemiilik toko menghitung semua hasil buruan Yan Ruo, selama ini Yan Ruo paling banter bisa mendapatkan uang delapan keping perak atau satu koin emas, tapi kali ini Yan Ruo mendapatkan hampir tujuh ratus keping emas.


Setelah mendapatkan emas nya Yan Ruo mengajak Yan Shu pulang kerumah, meningggalkan pemilik toko yang setengah tidak percaya, akan kemampuan berburu Yan Ruo.


Tuan Ruo ini sangat misterius, dia selalu menjual Binatang Buas tingkat dua dan tidak pernah menjual binatan buas tingkat satu atau tingkat tiga guma pemilik toko.


Tidak membutuh kan waktu lama bagi Yan Ruo dan Yan Shu untuk sampai dirumah mereka, setelah enam bulan meninggalkan rumah tersebut, kesan mereka disaat memasuki rumah, terihat seluruh rumah kusam dan berdebu, karena tidak ada yang merawatnya.


Mesi sebenarnya Yan Ruo mampu membayar pembantu tetapi demi melindungi penyamaran nya dia tidak melakukan itu, Yan Ruo dengan kemampuan kultivator Master Bumi menengah, sangat mudah untuk membersihkan seluruh rumah.


Yan Ruo melambaikan tangannya


Wussssttt


Dalam sekejap mata seluruh debu yang melekat didalam rumah telah dibersihkan oleh nya....


Wow kereeen kata Yan Shu.....


Itu nama nya tekhnik pengendalian energi, hanya dengan menggunakan energi kita dapat melenyapkan debu tanpa merusak apapun jelas Yan Ruo.


Malam ini kita akan berkemas kemas, bawa barang barang secuukupnya saja besok kita akan kepasar untuk membeli keperluan selama perjalanan.


Malam itu Yan Ruo menyiapkan seluruhh keperluan mereka, pertama Yan Ruo mengemas seluruh pakaian mereka, selanjutnya berbagai senjata yang selama ini Yan Ruo pergunakan, obat obatan, herbal dan makanan semuanya diletakkan dalam dua tas penyimpanan, tidak lupa Yan Ruo menyediakan Tas Penyimpanan yang lain sebagai cadangan.


Keesokan harinya.......


Disaat mereka makan pagi, Yan Ruo menjelaskan kepada Yan Shu......


Pagi ini kita akan segera berangkat, tetapi karena perjalanan ini cukup jauh dan lama kita perlu menambah perbekalan kita kata Yan Shu.....


Perjalanan ini sangat penting, apalagi bagi Yan Shu, karena ini adalah perjalan pertama dalam hidupnya.


Shu Er.... Kata Yan Ruo, perjalanan ini sangat berbahaya, kamu harus mendengarkan ayah.... begitu kemuculan ayah di benua ini, sebenarnya ayah khawatir kelompok yang selama ini selalu mengejar ayah akan mengetahui keberadaan ayah jelas Yan Ruo kepada Yan Shu.


Selama perjalanan ini , ini adalah sebuah misi yang serius, tidak boleh sedikitpun Shu Er lengah, dunia kultivator itu sangat kejam dan Nyawa manusia benar benar tidak ada harganya.


Iya ayah kata Yan Shu... Shu Er akan mendengarkan petunjuk dari ayah.


Selanjutnya Yan Ruo mengajak Yan Shu kepasar, selain membeli berbagai keperluan mereka perlu menyewa kereta kuda.


Yan Ruo mengajak Yan Shu ke tempat yang biasa digunakan kereta kuda, tempat ini dikelola oleh sebuah sekte yang berada diwilayah tersebut.


Ada yang bisa saya bantu tuan kata pelayan menyambut mereka dengan ramah......


Saya minta diantar dengan kereta kuda untuk dua orang ke pelabuhan.... kata Yan Ruo


Owh.... tuan mau berpergian antar benua ya... baiklah kami juga menyedia tiket kapal kalau boleh tau ke mana tujuan Tuan berdua tanya Pelayan tersebut......?


Benua barat , tujuan kami ke benua barat... jika ada saya butuh kamar VIP di kapal untuk saya dan anak saya kata Yan Ruo.....


Rupanya tempat tersebut juga menyediakan loket penjualan tiket untuk perjalanan menggunakan kapal, walau di kota kecil tapi mereka juga melayani hal seperti ini.


Kamar VIP untuk tuan dan anak tuan seharga masing masing seribu koin emas itu sudah termasuk makan selama pelayaran enam bulan dan empat ratus koin perak untuk penyewaan Kereta kuda Menuju Pelabuhan, Kapal akan berangkat dua hari lagi.


Tuan haru menambahkan dua koin emas untuk penginapan setelah tuan sampai dipelabuhan kata pelayan tersebut.


Jadi semua yang harus tuan bayar adalah dua ribu dua koin emas ditambah empat ratus perak.


Yan Ruo Membayar sejumlah uang kepada pelayan tersebut dengan memberikan Koin emas semuanya dua ribu sepuluh koin emas, pelayan tersebut terkejut sambil berkata....:


Tuan ini terlalu banyak,


Tidak apa apa !! kata yan Ruo ambil kembalian nya sebagai tips untuk kamu......


Tujuh koin emas dan enam ratus perak adalah jumlah yang sangat besar bagi pelayan tersebut, dia bisa makan enak selama enam bulan bersama keluarganya, karena penghasilan nya sebulan disini hanya lima ratus koin perak, itupun karena dia sudah menjadi pelayan senior disini.


Terima kasih tuan kata pelayan tersebut membungkukkan badan nya membentuk busur kepada Yan Ruo.


Silahkan tuan tunggu sebentar saya akan menyuruh seseorang membawa kereta kuda kesini untuk mengantar tuan kepelabuhan kata wanita tersebut,


Tidak lama berselang sebuah kereta kuda, yang tidak terlalu mewah tetapi tidak teralu buruk sudah tiba dihadapan Yan Ruo dan Yan Shu,


Tuan Silahkan naik kereta kudanya.... kata sais kereta tersebut...!!


Sais tersebut membuka pintu kereta kuda nya membiarkan Yan Ruo naik..memasuki kereta, setelah Yan Ruo naik, Sais tersebut berniat mengangkat Yan Shu kedalam kereta kuda, karena jarak dari tanah ke pintu kereta lebih dari tiga kaki, dan dia berpikir bahwa Yan Shu akan kesusahan untuk menaiki kereta tersebut,


Tidak perlu kata Yan Shu menolak pertolongan sais tersebut, Saya bisa naik sendiri kata nya... kemudian..... wussssttt Yan Shu melompat memasuki kereta kuda.....


Eh eheehhh


Anak ini betul betul jenius, sudah berkultivasi diusia enam tahun... seandainya dia memasuki sekte pasti akan mendapat perhatian khusus dari sekte guman pemuda tersebut didalam hatinya.


Sambil tertegun, lelaki itu masih bertanya tanya didalam hatinya, siapa ayah dan anak ini...


Tuan kita akan berangkat sekarang katanya,..... sambil mencambuk kuda, kereta tersebut ditarik oleh dua ekor kuda, sedangkan jenis kuda penarik ini adalah kuda pilihan tentunya harga nya sangat mahal, kuda ini biasanya dipergunakan untuk menarik kereta tetapi banyak dari jenis ini dilatih menjadi kuda perang.


Kereta melesat dengan cepat membelah keramaian menuju pelabuhan, Yan Shu mengamati lelaki tersebut, lelaki tersebut berusia sekitar empat atau lima puluhan tahun, memakai baju seragam sekte berwarna biru tua dengan simbol gunung dan angin di dada nya.


Melihat Yan Shu memperhatikan lelaki tersebut Yan Ruo berkomentar, Suo Er itu seragam dari sekte Angin Gunung, sebuah sekte Kelas empat di wilayah kekaisaran Angin selatan terang Yan Ruo.


Ayah sekte itu apa ayah kata Yan Shu,,,, tidak mengerti.


Sekte itu adalah kumpulan orang orang kuat yang berkultivasi disana, setiap orang yang berada disana adalah kultivator, disana semua orang belajar seni bela diri, mereka biasa nya memiliki warisan untuk kultivasi dan juga memiliki sumber daya.


Mereka juga memiliki wilayah sendiri, memiliki pengaturan sendiri, dan menentukan kemajuan mereka sendiri.


Meski begitu persyaratan memasuki sekte sangat ketat, karena hanya orang orang yang lolos persyaratan saja yang dapat memasuki sekte imbuh Yan Ruo.


Selama perjalanan menuju pelabuhan Yan Ruo banyak menjelaskan kepada Yan Shu tentang sebuah sekte, tata pengaturan, sumber daya, kekuasaan dan lain nya dijelaskan dengan detail meski dalam waktu singkat.


Yan Shu menyimak dengan teliti setiap informasi yang keluar dari mulut ayahnya, sekarang dia benar benar menyadari bahwa dibutuhkan jalan yang panjangdan proses yang berliku untuk menjadi kuat.


Lelaki yang mengendalikan kereta kuda tersebut mendengarkan semua cerita Yan Ruo, meski dia duduk diluar kereta dan berada didepan, tetapi dia tidak menimpali atau menyela pembicaraan Yan Ruo dan anaknya.


Selama empat jam Yan Ruo memberikan ceramah kepada Yan Shu untuk menambah wawasannya, Yan Shu adalah anak keciil yang belum memiliki pengetahuan tentang dunia ini, hidup bersama ayahnya dari bayi dan belum pernah berpergian,


Hidup dalam penyamaran dan persembunyian, hanya itu yang Yan Shu fahami, tetapi ada satu hal yang benar benar selalu teringat dalam alam bawah sadarnya, yaitu menjadi kuat untuk dapa bertemu ibunya.


Dalam pikirannya selalu terbayang wanita seperti apa ibunya, dari penjelasan ayah nya dia merupakan wanita yang jenius dalam kultivasi,hanya itu yang diketahuinya, pernah sesekali dia menanyakan apakah ayahnya menyimpan lukisan wajah ibunya....


Tetapi selalu dijawab Yan Ruo dengan senyum dan perkataan bahwa hanya menjadi kuatlah dia bisa menemukan ibu nya.Yan Ruo sendiri sadar dan sudah merencanakan untuk mengantar Yan Shu untuk menemui ibu tetapi, dia juga sadar proritas utama nya adalah keselamatan dirinya dan anaknya.


Tanpa terasa mereka sudah tiba dipelabuhan...


Tuan kita sudah tiba dipelabuhan kata Lelaki yang bertugas sebagai sais tersebut, sambil membuka pintu bagian belakang kereta.


Yan Ruo dan Yan Shu bergegas keluar dari kereta tersebut, lelaki tersbut mengantarkan mereka ke penginapan yang telah dipesan sebelum nya, orang orang yang akan berangkat ke benua barat telah berkumpul disini, diperkirakan ada sekitar empat ribu orang.


Mereka berdua diantar oleh pelayan penginapan tersebut kekamar mereka, pintu utama menghadap ke hutan di pinggir pantai tetapi jendela nya menhadap ke Lautan yang luas.....


Yan Shu terpana seumur hidupnya baru kali ini melihat lautan...


Luas sekali lautan ini kata Yan Shu......


Dia terkagum kagum......


Yan Ruo menjelaskan : Shu Er dunia tempat kita tinggal ini, hanya seperempatnya daratan tiga perempat nya adalah lautan, di dalam lautan terdapat berbagai makhluk hidup bahkan lebih ganas daripada didarat.


Hewan laut lebih buas dari pada yang ada didaratan, juga didalam laut banyak terdapat monster laut. Meski lautan sangat berhaya tetapi banyak orang yang mengexpolasi dan mengexploitasi lautan untuk mendapatkan sumberdaya demi kekuatan.


Sekali lagi Yan Shu memahami bahwa apapun akan dilakukan oleh manusia untuk medapat kekuatan.


Selain hewan buas dilautan ada juga orang laut Yan Ruo menjelas kan kepada Yan Shu, orang laut ini adalah Ras tersendiri dan mereka selalu tinggal didalam lautan, jarang sekali mereka muncul ke daratan , tetapi setiap mereka muncul ke daratan akan selalu membawa kegemparan tersendiri.


Orang laut ini rata rata sangat kuat, dulu manusia daratan pernah berperang dengan ras lautan, peprangan tersebut membawa kehancuran bagi kedua belah pihak.


tetapi berkat kemuculan seorang penguasa daratan ras laut dipukul mundur dan dibuatlah perjanjian darah antara ras manusia dan ras lautan kata Yan Ruo.


Yang penting Shu Er Sering sering membaca buku di perpustakaan, di Klan Yan buku buku pengetahuan dan inforamasi dikumpulkan dalam satu tempat dan bisa di akses oleh semua anggota klan kata Yan Ruo.


Suasana di pelabuhan sangat ramai, banyak orang berlalu lalang dan semuanya adalah kultivator kuat tidak ada satupun d ari mereka orang biasa.


Tanpa Yan Ruo sadari bahwa orang orang dari orang orang dari sekte Kelas satu benua utara telah beberapa bulan ini bergerak menuju ke benua selatan.


Tujuh orang master suci dari sekte Matahari Merah dibawah perintah patriak sekte sudah terbang beberapa bulan yang lalu untuk melacak keberadaan Yan Ruo sang pembawa Kitab seni bela diri kuno.


Orang orang diperingkat master Surgawi sudah dapat menggunakan energi mereka untuk terbang melintasi langit, kemampuan terbang ini tergantung kepada kapasitas energi mereka, jika energi mereka cukup banyak mereka dapat bisa terbang dalam waktu yang lama, tetapi jika energi mereka sedikit mereka hanya mampu terbang dalam waktu singkat.


Mereka juga berkomunikasi menggunakan sejenis batu yang dapat dipergunakan untuk berkirim pesan kepada sesama mereka.


Dibawah panduan Patriak sekte sekte matahari merah, mereka dapat dengan mudah menemukan aura Kitab seni bela diri kuno. Tetapi selama Yan Ruo tidak mengeluarkannya dari tas penyimpanan dan membuka nya tidak ada satu orang pun yang dapat merasakan aura keberadaan kitab tersebut.


Masalahnya Yan Ruo sendiri aura keberadaannya sudah di kunci oleh patriak sekte matahari merah, dan hanya menunggu waktu mereka menemukan Yan Ruo.


Selama dua hari ini Yan Ruo dan yan Shu berkultivasi dikamar mereka, Yan Shu berusaha meningkat kan tingkat kultivasi nya dari tingkat awal pembentukan tubuh, menuju tingkat menengah pembentukan tubuh, biasa nya untuk orang normal berbakat membutuhkan waktu enam bulan sampai satu tahun untuk menembus tingkatan tersebut,


Ada juga orang orang yang sudah lama berkultivasi tetapi menemui kemacetan dalam menembus batasan tingkat kultivasi tersebut bahkan waktunya sampai limit yang tidak ditentukan.


Disaat mereka berkultivasi, tiba tiba terdengar ketukan di pintu kamar mereka.


Tok tok


Tuan kapal menuju benua barat beberapa saat lagi akan berangkat harap tuan segera memasuki kapal kata seorang pelayan yang bertugas memberitahukan kepada semua orang yang menginap di penginapan tersebut.


Yan Ruo membuka matanya demikian juga Yan Shu, mereka berdua bergerak bangun dari posisi mereka, Shu Er ayo kita naik ke kapal kata nya.


Baik Ayah kata Yan Shu.


Di dermaga pelabuhan tersebut, sudah banyak penumpang yang memasuki kapal hanya tersisa ratusan orang yang belum menaiki kapal termasuk Yan Ruo dan Yan Shu dari empat ribu kapasitas penumpang kapal.


Dari empat ribu penumpang kapal ini hanya menyediakan seratus kamar VIP, tiga ribu sembilan ratus lain nya hanya memiiliki tempat duduk biasa di dek kapal tersebut.


Kapal tersebut bisa dikategorikan sebagai benda pusaka level Bumi Menengah, daya tahannya cukup kuat, hanya serangan sekaliber pusaka langit keatas yang bisa merusak kapal ini. Panjang nya sekitar tujuh ratus sampai seribu kaki dengan lebar enam puluh kaki.


Memiliki enam tingkatan, dengan tingkat pertama khusus Kru Kapal, tingkat kedua ada ruangan sebagai dapur kru dan sebagian penumpang, tingkat ketiga dikhusus kan untuk penumpang, tingkat ke emapt untuk penumpang tetapi menyediakan rumah makan bagi penumpang yang tidak menginginkan makan jatah kapal atau menginginkan menu lainnya, di tingkat kelima kapal tersebut ada arena pertarungan ada juga toko yang menjual berbagai sumber daya kultivasi, untuk tingkat ke enam dipenuhi dengan sekoci dan alat pelampung.


Kapal ini digerakkan dengan tenaga angin juga digerakkan dengan energi, energi tersebut di hasilkan dari sebuah segel formasi yang didalam nya diletakkan beberapa batu hitam yang kemudian hari dikenal oleh Yan Shu sebagai Batu energi atau Batu Spiritual.


Yan Shu dan Yan Ruo dipandu oleh kru kapal kekamar mereka, Kamar mereka berada di lantai empat kapal, dengan nomor 776 dan 777 kamar Yan Shu dan Yan Ruo bersebelahan.


Yan Shu tidak henti hentinya berdecak kagum melihat semua keajabian ini, yang belum pernah ditemukan selama hidupnya ( maklum saja Yan Shu selain umurnya masih bocah dia juga belum pernah berpergian dan keluar rumah ).


Sementara seluruh penumpang banyak yang berkeliling dikapal ini melihat lihat lautan tetapi Yan Ruo dan Yan Shu memanfaatkan waktu di dalam kapal untuk berkultivasi.


Yan Shu mulai kultivasi nya didalam kamarnya, selama tiga hari dia tidak keluar dari kamarnya, meski kadang kadang pelayan kapal menghampiri kamar mereka untuk memberitahukan jadwal makan bagi mereka berdua tetapi Yan Ruo dan Yan Shu sibuk dalam kultivasi nya.......


Setelah tiga hari energi Qi yang terkumpul di kamar nomor 777 mengumpal dan memasuki meridian Yan Shu.....


Brrrtttt brttttt


Energi tersebut memenuhi meridian merian Yan Shu, mengalir melalui urat dan sarafnya .... Yan Shu tidaj membuka matanya meski dia telah menerobos ke tingkat dua pembentukan tubuh nyaatau tahap pembentukan tubuh menengah, tetapi dia lebih memiiilih menstabilakan pondasinya dan kalau memungkinkan menerobos tahap akhir dari tingkat pembentukan tubuh....


Setelah sepuluh hari berkultivasi Yan Shu sebenar nya dapat menerobos ke tingkat puncak dari pembentukan tubuh tetapi dia memiilih untuk memperkuat yayasan pondasi nya karena dia sangat mengingat apa itu sebuah menara yang dikatakan Yan Ruo.


Yan Ruo keluar dari kamar nya dan aura nya sekarang sudah di tingkat master bumi puncak satu tingkat lagi dapat menerobos ke tingkat master Langit Awal, hanya setipis kulit bawang rasa nya dia bisa menerobos tahapan langit awal tetapi perbedaan setipis kulit bawang tersebut ibarat perbedaan antara bumi dan langit.


Yan Ruo mengetuk pintu kamar Yan Shu kebetulan Yan Shu telah terbangun dari kultivasinya dan sedang berada dikamar mandi... Shu Er ayo keluar kita makan dulu kata Yan Ruo.


Sebentar ayah saya berganti pakaian dulu ujarnya.


Setelah beberapa saat Yan Shu menemui Yan Ruo didepan pintu kamarnya,..... Yan Ruo terkaget melihat Yan Shu... sambil berkata.. Shu Er kamu telah menerobos ke tingkat dua.....?


Iya ayah, Shu Er menerobos ke tingkat dua tujuh hari yang lalu sebenar nya Shu Er bisa menerobos ke tahap tiga tetapi Shu Er lebih memilih memperkuat yayasan pondasinya dulu.


Ehhh kamu benar benar sudah memahami fungsi penting nya pondasi rupanya kata Yan Ruo...


Tentu ayah kata Yan Shu, bukan kah kata ayah pondasi kultivasi itu seperti membangun menara...?


Ayo sudahlah mari kita ke rumah makan dulu ajak Yan Ruo meraih tangan Yan Shu.


Mereka berdua berjalan menuju rumah makan, diperjalanan menuju kerumah makan banyak orang memperhatikan mereka berdua.... ada juga seorang kultivator yang berguman......


Melihat umur tulang bocah itu baru sedikit lebih dari enam tahun tapi dia sudah berada di tinigkat dua tahap pembentukan tubuh dengan pondasi yang solid... benar benar jenius.


Jenius yang nyata kata yang lain.


Yan Ruo dan Yan Shu mengabaikan kerumunan dan gumanan mereka. Mereka berdua berjalan menuju ke rumah makan.


Silah kan masuk tuan kata sang pelayan setibanya mereka dirumah makan tersebut.