
TAHAP EMPAT PEMURNIAN TUBUH
Bhuuuarrrrrrrrr..... ledakan energi dahsyat terjadi suara ledakan dari pertemuan energi ini menggema di seantero hutan. Binatang buas tingkat lima kebawah menjadi ciut nyalinya, karena mereka tau bahwa ledakan ini adalah hasil pertempuran tingkat binatang buas enam keatas.............
Yan Shu yang telah bersiap siap ingin melarikan diri dengan kekuatan penuh terbelalak, susunan array formasi yang dibangun nya tersebut tidak bergeming, jangankan pecah tergorespun tidak, bahkan serangan balik dari srigala tersebut membuat srigala tersebut mati... tubuhnya tercacah menjadi potongan kecil.
Energi yang menyerang balik terebut memasuki tubuhnya seperti serangan jutaan jarum seluruh tubuhnya tembus..... bahkan tulangnyapun tidak berbentuk.
Ini.....
Luar biasa, ....
Yan Shu masih tidak percaya bahwa kekuatan susunan array pelindung tersebut selain tidak mengalami kerusakan juga serangan baliknya dapat membunuh binatang buas ditingkat ke enam, Aku harus mengumpulkan sumber daya karena setelah berlatih alkemis aku akan meningkatkan kekuatan pemurnian tubuhku.
Yan Shu mengambil Jasad Srigala level enam tersebut, kemudian mengumpulkan nya didalam cincin penyimpanan nya, selanjut nya jika kau tidak bertemu binatatang buas tingkat tujuh aku tidak perlu khawatir asalkan aku memlliki persiapan bathin Yan Shu, Yan Shu Berburu sepanjang malam tidak ada binatang buas tingkat tujuh yang ditemuinya, paling paling binatang buas tingkat lima, selain panen herbal dia juga malam itu panen binatang buas, karena binatang buas lebih banyak berkeliaran pada malam hari.
Pagi harinya Yan Shu kembali ke gua kediamannya, Yan Shu mengeluarkan Semua hasil panen nya, dia mengumpulkan semua inti binatang buas selama ini dia telah sering berburu dan mengumpulkan inti binatang buas, Yan Shu menyalakan api didalam gua menggunakan batu kemudian membakar daging binatang buas peringkat tiga Hasil yang didapatkan nya dari perburuan tadi malam dapat memberinya makan selama beberapa bulan, setelah makan pagi Yan Shu mengeluarkan tumpukan herbal kelas rendah dari cincin penyimpanannya, Dia mengeluarkan tungku dan kuali nya, setelah beberapa saat dia mulai menyalakan tungku nya. Dengan pemahaman nya dari dua warisan dewa dan satu warisan master sangat mudah bagi Yan Shu mengontrol suhu api.
Hal yang tersulit adalah mengontrol suhu api pada tungku, dalam proses pembuatan pil jika api nya terlalu kecil maka essensi dari bahan bahan tidak keluar tetapi jika terlalu tinggi suhu apinya maka essensi dari bahan bahan tersebut akan terbakar tidak jarang seorang alkemis meledakkan tungkunya.
Yan Shu memasukkan tujuh batang tanaman rumput tulang, dan daun pohon tulang emas kedalam tungku setelah itu Yan Shu memasukkan tujuh buah inti binatang buas tingkat tiga, tujuan nya adalah membuat pil penguat tulang untuk pemurnian tubuhnya. Proses pemurnian bahan bahan tersebut karenan ini baru pertama kali Yan Shu mecoba membuat pil, membutuh kan waktu dua jam, sambil mengontrol api dengan energi qi nya perlahan lahan setelah dua jam semua essensi dari bahan tersebut keluar dan menyisakan ampasnya.
Ampas tersebut berupa kotoran yang tidak dipergunakan dalam pembuatan pil, jadi ampas tersebut harus dikeluarkan darii kuali dan menyisakan seluruh essensi cara pemisahannya pun harus menggunakan energi spiritual semakin kuat energi spiritual seseorang alkemis maka semakin bersih essensi yang terkumpul, setelah semua sampah dan kotoran dibersihkan, essensi didalam kuali tersebut semakin mengental, prosesnya sudah berjalan sekitar tujuh puluh persen.
Karena ini pembuatan pil penguat tulang prosesnya sangat sederhana, berbeda dengan pil kukltivasi atau pil penyembuh, yang paling rumit dari alkimia adalah pil spiritual, semua hal berkenaan dengan jiwa sangat sulit dan mahal.
Proses pengentalan essensi sudah semakin mendekati akhir, kemudian Yan Shu berteriak.... Padatkan... menggunakan energi spiritualnya dia memadatkan pil tersebut, dari seluruh jenis bahan yang dimasukkan tadi didapatkan dua buah pil essensi sebesar, telur burung puyuh.
Yan Shu merasa sangat puas pada percobaan pertama dia berhasil membuat pil penguat tulang, Hal tersebut sangat wajar, karena pemahamannya tentang jalan alkimia sudah mencapai Niat, dan sebentar lagi masuk ke dao hukum alkimia. Seperti biasa setiap berlatih sesuatu Yan Shu adalah maniak, Yan Shu kali ini mencoba mengeluarkan semua sum sum binatang buas yang beringkat kelima dan ke enam, Yan Shu kembali memasukkan rumput tulang, daun tulang emas, inti binatang buas tingkat lima dan enam, seperti tadi dia mengontrol suhu api pada tungku agar proses mengeluarkan essensi dari setiap bahan berjalan sempurna. Kali ini proses pemurnia mengalami sedikit kemajuan kurang dari dua jam seluruh bahan telah dimurnikan.
Proses kedua membuang seluruh kotoran didalam kuali dengan menggunakan energi spiritual, sambil menunggu semua essensi mengental, setengah jam kemudian semua essensi bahan sudah mengental,... Yan Shu memadatkan semua bahan dan mendapatkan tiga pil penguat tulang sedikit lebih baik, karena Yan Shu menambahkan sum sum binatang buas tingkat lima dan enam.
Yan Shu menjadi yakin untuk membuat Pil lainnya, karena dari dua proses ini diatidak menemui kegagalan, Yan Shu melanjutkan dengan batch ketiga, jadi selama satu hari Yan Shu dapat membuat tiga batch langsung.
Para alkemis yang tidak berlatih tekhnik kultivasi jiwa kadang kadang dalam tiga hari hanya menghasilkan satu batch, Batch ketiga kali ini Yan Shu mengeluarkan semua rumput racun petir dan air kesempurnaan jiwa. Kali ini murni experimen dari Yan Shu bukan dari transfer pengetahuan yang diperoleh sebelumnya. Yan Shu memasukkan lumut racun petir kedalam kuali tersebut sampai penuh kemudian menutup kuali nya.
Perlu diketahui, bahwa baik tungku maupun kuali yang Yan Shu pergunakan adalah pusaka tingkat surgawi tingkat tinggi, semakin tinggi kulaitas tungku dan kuali semakin bagus hasil yangdiperoleh.
Proses pemurnian kali ini lebih cepat karena bahan yang dipergunakan hanya satu jenis, Yang perlu diperhatikan disini adalah perlu kehati hatian tingkat tinggi, karena ada tiga hal yang perlu dipisahkan, pertama essensi, kedua racun, dan ketiga adalah sampah dan kotorannya, petama tama Yan Shu membuang semua ampas dan kotoran dengan menggunakan energi spiritualnya dengan hati hati, Yan Shu mengedarkan indra spiritualnya kedalam kuali untuk memeriksa apakah ada kotoran yang tersisa, setelah yakin dengan residu kotoran sampai titik nol Yan Shu memisahkan antara racun dan essensi nya Yan Shu menarik racun keluar dari kuali dengan energi spiritualnya, perlahan lahan racun bergerak meninggalkan kuali menuju botol yang telah disiapkan Yan Shu.
Setelah semua racun tersimpan didalam botol, Yan Shu menambahkan air kesempurnaan jiwa kedalam kuali sambil menunggu essensi tersebut mengental.
Kemudian mulutnya berteriak padatkan......
Saat memadatkan essensi tersebut terlihat Yan Shu sangat kelelahan karena mengendalikan essensi petir agar tidak kabur menguap meninggalkan essensi.
Setelah apinya padam, kilat kilat kecil masih ada di dalam kuali, Yan Shu mengulurkan tangan dan mengambil pil tersebut....hahahhahaha.... Saya akan menamakan pil ini Pil Jiwa petir....
Ada dua puluh pil jiwa petir yang didapatkan Yan Shu....
Dengan tidak sabar Yan Shu ingin langsung menelan pil penemuan pertamanya, Yan Shu mengambil sikap lotus dalam berkultivasi kemudian memasukkan satu pil jiwa petir kedalam mulutnya,lidahnya seperti kesetrum listrik kecil disaat dia menelan pil ini, dan tenggorokan nya mati rasa, tetapi Yan Shu meneruskan untuk mencerna khasiat pil buatannya.
Energi petir mengalir menerobos meridian besarnya kemudian mengalir keseluruh meridian kecilnya, petir petir kecil tersebut masuk kedalam urat saraf dan sumsum nya,terus mengalir keseluruh sendi dan tulang nya, selanjutnya energi petir tersebut memasuki setiap ototnya, mencuci setiap meridian kecil dan besar nya setiap petir petir kecil ini melalui meridiannya itu akan mendorong keluar semua sisa sisa racun didalam sumsum dan darahnya.
Yan Shu memuntahkan darah hitam kehijauan yang berbuku buku dan kental, Kemudian semua petir tersebut mengendap didalam darah dan meridiannya, Yan Shu tersenyum energinya terasa bertambah berlipat lipat, Kemudian dia mengalirkan petir petir kecil tersebut keseluruh danau kesadarannya.
Yan Shu mencoba menelan pil jiwa petir lagi kali ini dua sekaligus, tetapi baik lidah dan mulut nya tidak merasa kesetrum seperti yang pertama meski kali ini dia meminum dua sekaligus, tetapi tidak ada reaksi apa apa seperti yang diharapkan nya.... kali ini yan Shu mengetahuim bahwa pil Jiwa petir ciptaanya hanya bisa diminum satu kali dalam waktu singkat entah untuk waktu yang lama.
Yan Shu kembali mengambil sikap lotus dalam berkultivasi kali ini Yan Shu menelan dua pil penguat tulang nya sekaligus, dia mengalirkan energi dan indra spiritual nya untuk membantu mencerna khasiat pil tersebut, energi berputar didalam perut nya mengalir kemeridian besarnya kemudian mengalir keseluruh meridian kecilnya, sekarang aliran energi dimeridiannya terasa lebih cepat setealh dibersihkan oleh petir petir halus tadi, Yan Shu mengalirkan energi tersebut keseluruh tulang dan tubuh nya. Energi besar tersebut mencuci tulang tulang nya sebanyak tiga ratus enam puluh tulang didalam tubuhnya dicuci oleh energi, dalam waktu singkat, terasa energi mengisi setiap celah dalam tulang tulang nya, sangat berbeda disaat dia berkultivasi dengan hanya mengadal kan energi tanpa sumber daya, kali ini setelah menggunakan sumber daya kemacetan seni pemurnian tubuh selama ini langsung menerobos ke tahap tiga dari tekhnik pemurnian tubuhnya.
Vitalitas tubuhnya terasa meningkat dengan pesat, pondasinya semakin kokoh dengan ini dia akan mudah menerobos tahap inti roh.
Merasa belum puas dengan pencapaiannya, Yan Shu kembali menelan ketiga sisa pil penguat tulang yang dibuatnya, karena dia mengolah tekhnik pemurnian tubuh sebanyak apapun energi yang mengalir ketubuhnya dengan tekhnik tersebut maka akan mudah untuk dikendalikan, kalau seandainya itu kultivator lain, pasti akan terjadi kecelakaan karena memakan tiga pil sekaligus.
Dengan tiga pil yang dimakan oleh Yan Shu sekaligus, energi diseluruh tubuhnya bergemuruh, meridiannya terasa terbakar, buru buru Yan Shu mengedarkan Tekhnik pemurnian tubuhnya, segera dari meridian kecil nya menuju ke seluruh tulang nya, setelah semua energinya memasuki tulang, tulang tubuh Yan Shu berderak derak.
Krak
Krak
Krak
Susunan kerangka nya berubah sekali lagi, Tetapi jalan pemurnian tubuh masih terlalu jauh, Yan Shut telah memasuki tahap empat dari tujuh belas tahap pemurnian tubuh.
Yan Shu beristirahat di dalam gua, sejauh ini semenjak meninggalnya ayah nya dia belum pernah berinteraksi dengan orang lain, terbayang saat saat terakhir bersama ayah nya, terbayang dia berlatih disungai, lintasan ayah nya memasak makannya untuknya sampai pesan terakhir ayahnya, sangat membekas dalam ingatannya, ( Shu Er selamatkan dirimu ).... air mata Yan Shu mengalir deras, meski dia seorang kultivator dia tetaplah seorang anak kecil yang belum berusia sebelas tahun.
Terbayang kemballi apa yang dikatakan ayahnya ( Ibumu pasti menyayangimu ) apa yang dilakukan ibu....? kenapa ibu belum menjemputku....? apa benar ibu menyayangiku.... Yan Shu semakin tenggelam dalam kesedihannya, Kakek......... bathin nya, kemudian dia tertidur pulas......!
Yan Shu bangun dari tidur nya tanpa tahun berapa lama dia tertidur,.... perutnya keroncongan, dia mengeluarkan daging bakar yang disimpannya dalam cincin penyimpanannya. Sambil duduk di tempat tidur dari batu tiba tiba seekor tupai besar melompat ke dalam, tupai tersebut melihat Yan Shu tapi dia tidak takut kepada Yan Shu, malah Tupai tersebut berlari mendekati Yan Shu, dia memunguti sisa sisa makanan Yan Shu yang terjatuh dilantai gua.
Yan Shu memperhatikan tingkah laku tupai tersebut, dia memcicit seolah olah mengatakan sesuatu kepada Yan Shu, Kamu lapar kata Yan Shu bertanya kepada tupai tersebut, Tupai tersebut seolah olah mengerti apa yang dikatakan Yan Shu, dia menggangguk anggukan kepala nya.........