
BABAK KEDUA
Jiang Fu Yu ini sangat percaya diri selama babak pertama musuh musuhnya dibuat takluk dalam tebasan pedangnya. Banyak lelaki megeajar cinta nya khusus nya tuan muda keluarga Xin, Xin Peng
bahkan dia telah mengajukan lamaran pertunangan kepada Jiang Fu Yu tetapi ditolak oleh Jiang Fu Yu, Xin Peng berusaha terus untuk mendapatkan Jiang Fu Yu dengan berbagai cara, Keindahan Jiang Fu Yu telah menghipnotis hatinya.
Xin Peng selalu mengamati jalan nya pertempuran khusus nya pertempurang Jiang Fu Yu, Xin Peng berbeda arena dengan Jian Fu Yu atau Yan Shu, Xini Peng ini berada di arena ke enam nomor pesertanya 5089.
Fu Yu patahkan kaki bocah itu teriaknya dari Jauh,,,....
Fu Yu Hajar bocah itu kata teriakan suporter,
Adik kecil bagaimana kata Jiang Fu Yu...?
Mulai Kata Wasit...
Yan Shu bergerak cepat dengan seni tarung kaki angin petir nya, dia merasa dilecehkan oleh wanita ini menyuruh dia menyerah sebelum bertanding... cakar naga nya meliuk tanpa dapat diblokir oleh Jiang Fu Yu...Cakar Naga menghantam Pinggang Jiang Fu Yu Baju nya terkoyak memperihatkan warna kulilt pinggang nya yang seputih Giok, dia terlempar membentur dinding susunan dan mengeluarkan darah dari mulut nya...
Bagaimana ini.... dia begitu cepat kata para penonton...
Kurang ajar dia menyakiti Fu Yu Ku kata Xin Peng,
Jiang Fu Yu merasa malu karena baju nya yang robek memperihat kan warna kulit nya didepan umum, sakit karena terluka akibat serangan cakar naga lebih terasa sakit karena malu bajunya terkoyak dan memperlihatkan kulitnya didepan umum.. warna kulitnya ungu gigi nya gemeretak menahan amarah, namun apa daya dia telah dikalah kan dalam satu serangan.
Dipanggung kehormatan mata kaisar dan para patriak sekte melihat kecepatan gerakan Yan Shu dan Cakar Naga nya berdesis... bersamaan langkah nya demikian cepat dalam satu serangan jenius pedang keluarga Jiang dilempar keluar arena kata patriak harimau api.
Cakarnya bathin patriak gunung angin... seni tarung tingkat bumi setidak nya... dia lebih focus kepada cakar Yan Shu... tunggu.. kecepatannya seperti nya aku kenal langkah itu...aku sepertinya familiar dengan langkah itu tapi dimana aku melilhat langkah itu...
Patriak sekte gunung angin berpikir keras...
Remaja ini sangat misterius kata patriak sekte Bulan biru, dia akan menjadi sepuluh besar kalau dia mempertahan kan kecepatannya bathin patrian sekte bulan biru, aku akan mendapatkan pemuda ini untuk masuk sekteku semoga dia tidak masuk sepuluh besar bathin patriak sekte pedang bintang,
Pemenang nya Yan Shu kata wasit meneriakkan nama pemenangnya.
Selanjutnya Jiang Xia Rou melawan, Fang Xia ...kata wasit ...
Pemenangnya Jiang Xia Rou...
Selanjutnya...
Selanjutnya kata wasit....
Menjelang sore hari...
Selanjut nya ..... Yan Shu melawan Xin Tao Wu...
Adik Tao Wu Patahkan kaki remaja itu dia mempermalukan kakak iparmu kata Xin Peng...
Mulai kata Wasit.... ini adalah pertarungan terakhir Yan Shu hari ini, dia telah memenangkan sembilan belas pertempuran hari ini, dan selalu dalam satu gerakan, luka luka musuhnya dibuat sama persis, bagian pinggang sebelah kiri dengan meninggalkan luka cakar dan robekan pakaian.
Setiap peserta yang melawan Yan Shu selalu luka ditempat yang sama dan meninggalkan robekan pada baju mereka. Yan Shu turun dari arena setelah melemparkan Xin Tao Wu keluar arena... dia seperti biasa cuek dan tenang dia terus melangkahkan kakinya menuju penginapan nya,
Waktu berlalu di hari kelima pertempuran nya Yan Shu sudah memenangkan delapan puluh pertempuran selama empat hari, ini adalah pertempuran ke delapan puluh satu nya dan lawan nya seorang berumur dua puluh tahun, Kultivasinya berada pada tingkat ke dua dari tahap petarung bumi....
Adik kecil aku akan menghentikan kemenangan mu hari ini disini...katanya ...
Lelaki tersebut bernama Zhou Lan, dia juga memiliki rekor delapan puluh kali menang dan belum pernah kalah.... Wasit belum meneriakkan apa apa.... rupanya dia menunggu para penjudi memasang taruhan buat kedua orang ini...
Pasar taruhan meningkat karena pertempuran ini melibatkan dua orang yang belum pernah terkalahkan.....
Siapa yang bakal menang kata para penonton, Zhou lan selama ini terkenal kuat dengan pertahanan kokoh, kultivasinya juga sangat tinggi kata para penonton dia berada di tahap kultivator bumi awal...
Yan Shu kata penonton yang lain... dia selalu mengalahkan lawannya dalam satu serangan.....
Beberapa saat kemudian Terdengar suara dari wasit, mulai...
Yan Shu yang sebelum naik arena telah mendeteksi dengan indra spiritualnya yang kuat, bahwa Zhou lan memakai Armor pelindung tingkat kualitas atas, jika Yan Shu menggunakan metode selama empat hari ini dia membutuhkan waktu untuk mengalahkan Zhou Lan, Jadi dia menggunakan tekhnik lainnya dalam mengalahkan Zhou Lan....Yan Shu selama beberapa malam ini telah melatih tapak naga nya meski belum menguasai sepenuhnya tetapi itu tidak menggunakan terlalu banyak energinya dia telah berhasil mengendalikan tapak naganya sampai tiga puluh persen dan menyerap lima puluh persen kekuatannya.
Aku sudah tau kelemahan mu kata Zhou lan, jadi aku tidak akan kalah dari mu bocah katanya sambil mengangkat pedang nya ....
Yan Shu merubah gaya serangan nya selama beberapa hari ini, tubuhnya membentuk kuda kuda yang kuat seperti kuda kuda bertahan, Tiba tiba tangan kananya berubah menjadi keperakan..... badan nya ditekuk kebelakang kemudian dengan kuda kuda nya yang kuat tubuhnya melenting kedepang sambil berteriak.
Seni tarung bumi kata penonton berteriak...
Bocah itu menguasai seni tarung tingkat bumi kata para penonton,
Tetapi dimata keempat patriak dan kaisar seni tarung tersebut sepertinya belum sempurna sehingga terlihat seperti seni tarung bumi, tetapi mereka berlima meyakini bahwa seni tarung yang digunakan Yan Shu adalah seni tarung langit atau surgawi.
Sebenarnya seni tarung Yang digunakan Yan Shu adalah seni tarung kuno dari kitab seni bela diri kuno....
Lengan kanan Yan Shu yang berwarna keperakan sampai kesiku, mengeluarkan energi yang sangat besar, energi tersebut membentuk telapak naga seratus kali lipat lebih dari tapak tangan Yan Shu, sebuah tapak tangan naga bersisik perak menderu menyerbu kearah Zhou Lan, Zhou Lan Pucat Pasi, wajahnya putih seputiih melati yang mekar di musim semi, dia mengangkat pedang nya untuk memblokir serangan Yan Shu, Tapak naga tersebut membungkus seluruh tubuhnya, Yan Shu berusaha membelokkan serangan nya sekuat tenaga, Wasit dan semua orang yang berada di panggung memperhatikan apa yang di lakukan Yan Shu... mereka tau apa yang ingin dilakukan Yan Shu adalah menyelamatkan nyawa Zhou Lan dari efek serangan ganas nya.
Zhou Lan terserempet jari jari naga dan tida terkena telak serangan Yan Shu, Hanya sekitar empat puluh persen serangan Yan Shu mengenai tubuhnya, Tubuhnya terpental menghantam dinding perisai pelindung... perisai tersebut meledak.
Braaaakkkkk crangggg perisai tersebut hampir hancur terkena efek serangan Yan Shu dari enam puluh persen yang dibelokkannya.
Tubuh Zhou Lan tergeletak berdarah, lengan kanan nya patah dan berdarah memperlihatkan tulang tulang nya yang keluar, dada nya sesak dan dua tulang dada nya patah...
Yan Shu yang takut terjadi kematian pada Zhou Lan yang menyebabkan dia di diskualifikasi segera melesat menuju Zhou Lan, Dia mengambil Pil dari cincin penyimapanannya seperti dia mengobati salah satu jendral kekaisaran beberapa minggu yang lalu.
Telan Kata Yan Shu kepada Zhou Lan....
Zhou Lan yang terluka parah masih sadar, dia ingat bagaimana Yan Shu berusaha merubah arah serangan agar dia tidak terkena serangan fatal dari Yan Shu agar tidak merebut jiwa nya... Penonton arena sembilan memperhatikan semua yan terjadi di tengah arena, karena ini adalah pertarungan pertama hari ini, tidak banyak penonton yang memperhatikan peristiwa yang terjadi di arena sembilan.
Yan Shu mengalirkan energinya kedalam tubuh Zhou Lan untuk membantu mencerna khasiat pil penyembuhan tingkat tinggi dari Yan Shu. Hanya butuh lima belas menit semua luka luka Zhou Lan telah disembuhkan hanya perlu berkultivasi sebentar untuk mengembalikan staminanya... petugas medis tercengang melilhat kehebatan Obat Yan Shu.
Selama ini mereka selalu menggunakan pil tingkat rendah dan paling tinggi kualitas menengah, dengan kemampuan mereka Zhou Lan tetap dapat disembuhkan tapi paling cepat dalam waktu dua minggu, kali ini didepan mata mereka Yan Shu Mengobati Zhou Lan hanya dalam lima belas menit langsung sembuh.
Terima Kasih telah menahan diri kata Zhou Lan membungkuk, karena tanpa Yan Shu menahan diri dia pasti telah direduksi menjadi pasta daging, terima kasih Juga telah mengobatiku.... Budi mu akan ku ingat kata Zhou Lan.
Maaf aku terlau berlebihan kata Yan Shu...sambil menoleh kepada wasit...Wasittttt.. kata nya..
Wasit yang masih tercengang di tepi arena berteriak... pemenangnya Yan Shu kata wasit.....
Pertandingan di hentikan sementara di arena sembilan karena panitia sedang memperbaiki beberapa celah pelindung yang rusak terkena hantaman pukulan telapak Naga Yan Shu.
Pertandingan dilanjutkan setelah satu jam skorsing, hari ini setelah melihat kekuatan Yan Shu... setiap Yan Shu naik arena... lawan lawannya selalu menyerah...... mereka merasa tidak mau direduksi menjadi pasta daging oleh Yan Shu, Kekuatan Seragan Tapak naga Yan Shu berada di luar nalar dan imagenasi peserta..akhir nya hari ini Yan Shu mengakhiri skor pertandingannya dengan kemenangan satu Knock Out dan sembilan belas tekhnical knock out.
Melengkapi kemenangan keseratus Yan Shu, di arena sembilan selama lima hari berturut turut.
Orang itu terlalu sombong kata Xin Peng... Xin Peng jelas tidak senang dengan kemenangan keseratus Yan Shu, Dia yang berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya untuk pamer didipan Jain Fu Yu malah, Fu Yu tidak melirik sedikitpun kepadanya...
Jiang Fu Yu malah merasa bersyukur karena waktu Yan Shu bertanding melawan nya jelas, bahwa Yan Shu menahan diri tidak mengeluarkan kemampuannya yang sebenar nya.
Semua kekuatan besar di Kekaisaran angin selatan berusaha mencari informasi detail tentang Yan Shu, Yan Shu sekarang telah menjadi perhatian di Ibukota kekaisaran berkat kemenangan beruntun nya, tidak terkecuali Patriak Sekte Gunung Angin.
Seperti sebelum nya Yan Shu digambarkan sebagai Kultivator indenpendent, memiliki seorang Tuan, Memiliki senjata Pusaka tingkat Bumi, pernah berbelanja dengan koin emas kuno, Membunuh Tuan Keluarga Zhu dan Mencari Sekte Pedang Angin. Patriak Sekte pedang angin merasa kemisteriusan Yan Shu tetapi dia sangat Yakin Jika Yan Shu masuk sepuluh besar, Yan Shu pasti akan memilih memasuki sekte nya dan dia tidak khawatir dengan persaingan perekrutan murid dengan sekte Bulan Biru atau sekte lainnya, Yan Shu pasti masuk ke sekte nya bathin Patriak sekte Gunung Angin.
Bocah itu cukup cerdas, terbukti dihari pertama dia menyimpan kekuatannya, sampai hari ini dia bahkan masih menyembunyikan kekuatannya cukup dalam, dia pasti sudah tau sekte gunung angin yang sebenar nya.
Aku akan memoles permata ini dengan serius, bathin patriak sekte gunung angin didalam hatinya, Yan Shu tiba di penginapannya, kebiasaannya selalu membeli tiga jenis makanan dalam sepuluh porsi selalu diperhatikan oleh pelayan penginapan ini. Seperti sore itu saat dia menunggu makanan diantarkan ke kamarnya... terdengar ketukan di pintu kamar nya..
Tok tok tok
Tuan muda makanana pesanan anda sudah siap kata Pelayan Penginapan tersebut.... masuk kata Yan Shu... Pelayan meletakkan makanan di meja di depan sofa tamu, kemudian diia berkata... tuan muda salah satu tetua sekte pedang bintang, mengundang anda untuk makan malam bersama dia sudah memesan tempat di bawah kata pelayan tersebut.
Seorang penatua sekte kata Yan Shu.
Iya tuan muda dia mengundang Tuan muda makan malam dia telah memesan tempat untuk tuan muda kata pelayan tersebut, ucapkan terima kasih kepada penatua tersebut atas undangannya tapi katakan bahwa saya sedang berkultivasi dan tidak ingin di ganggu, katakan mungkin lain waktu saya akan memenuhi undangannya.
Yan Shu tau di dunia ini dimana kekuatan adalah segalanya pasti penatua tersebut berusaha mendekatinya dan mengikatnya.jadi dia menolak undangan tersebut secara halus.
Yan Shu mengeluarkan makan nya dan mengelarkan Fu Fu..... Fu Fu melompat kegirangan.... makanan.... Tuan Lapar Fu Fu senang, Fu Fu membawa makanan Tuan lapar... Fu Fu makan kata tupai berwarna putih dengan ekor perak itu.
Setiap malam Yan Shu selalu berkultivasi dia tidak pernah tidur selama turnamen berlangsung, tujuan nya masuk sepuluh besar dan menjadi murid sekte Gunung Angin sedikit pun tidak goyah tentang niatnya.
Setiap malam dia berusahan meningkatkan pemahaman nya tentang pengendalian seni tarung beladiri kuno tapak naga nya... dengan menyempurnakan nya dia akan dengan mudah masuk sepuluh besar tanpa mengeluarkan array susunan dalam pertandingan nya. Dia sedang mencari alternatif menggunakan senjata untuk babak selanjutnya, karena dia yakin bahwa akan banyak lawan kuat dari arena lain setelah putaran ini selesai.
Pertandingan putaran kedua telah terlaksana selama dua puluh empat hari ini adalah hari terakhir dalam putaran kedua, Yan Shu , Zhou Lan Jiang Fu Yu, Jiang Xia Rou adalah empat peserta yang