
PECAHNYA GIOK JIWA
Melihat pemimpin mereka sedang sekarat , mereka berenam sepakat menyerang satu persatu ke arah Crossbown yang ada di bagian bagian kapal tersebut, mari kita hancurkan yang dilambung kiri dulu, sepertinya yang diambung kiri dikendalikan oleh orang yang kuat kata salah satu dari mereka.
Diwaktu bersamaan juga pelindung kapal memberikan perintah kepada seluruh kru untuk kembali menembakkan crossbiwn tersebut kepada masing masing mereka.
Tiba tiba udara di sekelilling kapal terasa panas luar biasa, sinar terang kemerahan muncul di atas kapal tersebut tepat nya bersumber dari keenam orang tersebut,
Gila kata kerumunan ini adalah pukulan telapak matahari yang terkenal dari sekte matahari merah.
Telapak Matahari, kata mereka serentak, enam buah sinar besar berbentuk matahari mini yang berasal dari telapak tangan para kultivator Master Surgawi awal mengarah ke bagian lambung kiri kapal.
Slash, slash, slash, slash, slash, slash enam telapak berwarna merah dengan panas yang luar biasa melesat menuju titik tempat Senjata kapal tersebut dioperasikan.
Duar......... pukulan tersebut tepat mengenai sasaran dan langsung menjadikan manusia disekitar nya hangus menjadi arang.
Ratusan orang dari dek enam sampai dek satu bagian bawah hangus, aroma daging terbakar langsung memenuhi areal dalam skala seratul mil, kapal tersebut dibagain kiri nya juga langsung pecah berantakan dan berhantburan.
Sebagian pecahan melambung menuju para penumpang menyebabkan tambahan koraban pada kapal tersebut.
Mereka berenam berniat kembali melepas kan pukulan telapak matahari ke sisi kanan lambung kapal, tetapi disaat itu pula melesat tiga buah tombak yang diluncurkan dari senjata kapal menuju ke arah tiga kultivator yang terdepan,
Wutth, shut, shut,
Jleb , jleb, jleb, ketiga tombak tersebut menghantam tepat di perut ketiga kultivator terdepan, organ organ dalam ketiga orang tersebut langsung hancur dan tubuh merkea jatuh ke geladak kapal.
Gubrak, brak, buk
Sepertinya ketiga orang tersebut langsung tewas, ketiga yang tersisa dari kelompok sekte mathari merah tetap melanjutkan serangan mereka ke lambung kanan kapal.
Dhhuuuuaaaammmmm
Lambung kanan kapal kembali hancur membuat kapal tersebut hampir terputus, air segera membanjiri dek satu kapal, nakhoda memeritahkan kru untuk segera menurunkan sekoci kapal dan pelampung,
Ditengah evakuasi darurat, tersebut kembali tercium daging manusia yang gosong, Kali ini ketiga orang tersebut mengarahkan pandangannya ke depan, kapal tepat nya senjata yang berada di haluan kapal....
Kembali tiga buah matahari mini yang berasal dari telapak tangan mereka menghantam ke haluan kapal, dan menghancurkan apa yang dilaluinya.
Mereka bergegas terbang kearah buritan kapal, tujuan nya adalah senjata yang terletak diburitan kapal.
Yan Ruo yang mengetahui Yan Shu bersembunyi di bagian buritan kapal langsung melompat terbang kearah pemimpin yang tengah sekarat di tengah tengah dek kapal sambil berteriak.
BERHENTI..........!!!!
Saya akan membunuh pemimpin kalian ini jika kalian tidak berhenti.....
Semua mata memandang kearah Yan Ruo...
Kerumunan langsung berguman, orang ini dapat dari mana keberanian nya menantang ketiga malaikat maut itu desis kerumunan.
Hahahahahah
Salah satu dari ketiga orang tersebut tertawa ..... Yan Ruo akhir nya kamu muncul, setelah bertahun tahun menjadi jenius kura kura hahahahahah kata mereka bertiga tertawa mengejek dengan sinis.
Hentikan saya akan membunuh pemimpin kalian jika kallian tetap meneruskan ini kata Yan Ruo sambil menempelkan pedang nya dileher pemimpin yang sekarat tersebut.
Tindakan Yan Ruo sangat tidak terpuji menyadera seorang yang sedang sekarat, tetapi Yan Ruo tidak mempunyai pilihan lain, karena jika mereka menyerang ke arah buritan kapal sudah pasti anaknya Yan Shu akan menjadi daging Gosong di buritan tersebut.
Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Dari tempat persembunyiannya Yan Shu memperhatikan semua jalan pertempuran ini, termasuk tindakan Yan Ruo, meski dia sangat ketakutan tetapi dia masih sempat berguman,,,, ayah menyelamatkan saya .
Yan Ruo Umur mu hanya sampai disini segera serahkan kitab seni bela diri kuno kepada kami kata salah seorang dari mereka.
Baiklah kata Yan Ruo Saya akan menyerahkan kitab tersebut tetapi kalian harus berhenti menghancurkan kapal ini dan biarkan orang orang yang selamat di sekoci untuk pergi kata Yan Ruo.
Kamu sedang tidak mempunyai hak untuk bernegosiasi dengan kami segera serahkan kitabnya kata mereka...
Yan Ruo berpikir sejenak, sambil mengirim pesan suara melalui mental nya kepada Yan Shu.
Shu Er cepat lah lompat kelaut.... mereka pasti akan menghancurkan kapal ini kata Yan Ruo kepada Yan Shu.
Yan Shu masih ragu ragu, meski diawal Yan Ruo telah banyak berpesan kepada nya, selain dia tidak berani terjun kelaut dia juga masih ragu ragu untuk menninggalkan ayahnya.
Cepat serahkan kata salah satu dari tiga orang petinggi sekte matahari merah....!!! sambil mendesak, Yan Ruo mengambil sebuah tas penyimpanan dari pinggangnya, dan melemparkan tas tersebut ke tengah laut menggunakan energi Qi nya.
Wussh
Tas yang dilemparkan dengan energi QI tersebut dengan cepat melesat jatuh kelaut, melihat tindakan Yan Ruo dua orang dari tiga petinggi sekte matahari merah melesat menyusul kearah jatuhnya tas tersebut.
Sebelum sempat jatuh kelaut, tas telah berada di tangan salah satu dari mereka,
Satu orang yang tidak mengejar tas turun ke geladak, mendekati kearah Yan Ruo sambil tersenyum sinis, .... heheheh akhirnya umurmu berakhir disini kata nya.
Melihat Petinggi sekte tersebut turun ke geladak kapal, diam diam Pelindungkapal menyiapkan serangan.
Saya tahu bahwa saya akan mati disini kata Ruo, matanya tidak sedikitpun melihatkan rasa takut akan kematian yang berada didepan matanya, tapi saya tidak akan mati sendiri kata Yan Ruo sambil menebas kan pedangnya kearah pemimpin yang sekarat.......
Crasss,
Gedebuk, dalam sekali sebatan pedang kepala pemimpin mereka telah terpisah dari badannya.
Ketua..... kata petinggi sekte tersebut...
Kamu.... Kamu.....
Darahnya mendidih sampai kekepala urat urat nya menonjol, dia tidak dapat berkata apa apa mellilhat keberanian Yan Ruo menebas kepala pemimpin mereka didepannya.
Seseorang seperti Yan Ruo yang pernah menjadi juara satu kompetisi antar benua, telah pernah melewati tebal tipisnya pertempuran hidup mati, di ambang kematiannya setidaknya dia harus meringankan beban balas dendam anak nya dengan mengurangi satu dari mereka.
Semua mata yang ada dikapal tersebut melotot tidak percaya......
Orang yang sudah putus asa diambang kematian bisa kebih berbahaya dibandingkan seekor naga yang terluka, ujaran itu seperti nya sangat tepat untuk Yan Ruo saat ini.
Petinggi tersebut mendekati Yan Ruo sambil menghunus pedangnya, Yan Ruo sudah mantap hatinya, dia akan melawan dengan segala yang dimilikinya.
Melihat Lelaki tersebut mendekati Yan Ruo pelindung kapal mengambil inisiatif duluan, dia meyerang petinggi sekte matahari merah tersebut menggunakan pedangnya.
Sreeet Cahaya kebiruan muncul dari pedang pelidung kapal dia menyerang dengan segenap yang dimilikinya, pelindung kapal tersebut benar benar seorang kultivator yang berintegritas dan setia terhadap jalur yang dipilihnya. Disaat bersamaan Yan Ruo Juga maju menebaskan pedannya demikian juga.
Serangan dari senjata yang ada diburitan kapal, melesatkan tombak nya menuju kearah lelaki tersebut.
Kamu mati duluan pak tua kata lelaki tersebut kepada pelindung kapal,
Serangan pedang bercahaya biru itu membuktikan bahwa pedang tersebut termasuk pedang pusaka bumi, bentrokan terjadi di antara dua pedang......menghasilkan letusan
Duarrrrrrr.
Pedang tersebut melukai dada nya sampai memperlihatkan tulangnya.
Lelaki itu berbalik, menuju Yan Ruo....
Bajing*n kecil kamu, dia menusukkan pedang nya keperut Yan Ruo, Yan Ruo segera menarik pedang nya, lagi lagi karena perbedaan kultivasi, Yan Ruo tidak mampu menangkis dengan tepat waktu, pedang tersebut melesat menembuh perutnya sampai tembus sampai kebelakang.
Darah muncrat keluar dari tubuh Yan Ruo disaat pedang tersebut di cabut dari perutnya, belum sempat lelaki tersebut bergerak tiba tiba sebuah tombak menembus tubuh lelaki tersebut, praktis dalam waktu beberapa detik serangan gabungan antara Yan Ruo, Pelindung Kapal dan senjata Crossbown kapal berhasil menghabisi orang kelima dari kelompok sekte matahari merah.
Sedangkan kedua temannya setelah mendapatkan tas tersebut kembali ke medan pertempuran, belum sempat dia memeriksa isi tas tersebut, dia melihat salah satu dari mereka telah meninggal dunia.
Mereka ragu ragu untuk melanjutkan misi atau tidak.
Yan Ruo yang saat itu masih berdiri tegak, muka nya pucat pasi, darah terlalu banyak keluar dari tubuhnya,... masih melirik ke arah buritan kapal bibir nya bergerak gerak tetapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya,
Hanya Yan Shu yang mengintip dari belakang tong air itu yang memahami maksud perkataan terakhir ayahnya,
Shhuu EEErr selamat kan dirimu.
Itulah kata kata terakhir dari ayahnya yang difahami Yan Shu.....
Kemudian Yan Ruo terjatuh kelantai dengan senyuman di bibirnya, seolah olah semua beban yang selama ini dipikul nya telah lunas, Yan Shu melihat ayah nya gugur dalam pertempuran itu iingin berteriak tetapi dia tetap berpikir rasional, masih ada dua orang lagi disana dan yan Shu tau bahwa tas yang mereka pegang tidak ada kitab seni bela diri kuno.
Karena Kitab Seni bela diri Kuno tersebut ada pada tas yang di pegangnya, Yan Shu menguatkan mentalnya, dia belum bertemu kakeknya, dia belum bertemu ibunya, dia juga mengemban misi dari ayah nya untuk menyelamatkan diri.
Yan Shu tidak mau kematian ayah nya menjadi sia sia, ayah nya pernah berpesan kepadanya bahwa dia tidak boleh cengeng, berbekal hal hal tersebut Yan Shu bergerak pelan pelan dan mengambil sebuah pelampung dan memakainya.
Setelah memakai pelampung tersebut, Yan Shu mendorong Tong air yang kosong itu jatuh kelaut......
Sebelum ia terjun kelaut, Yan Shu menyempatkan diri menoleh kearah jasad ayah nya Yan Ruo,....untuk mengucapkan salam perpisahan terakhir kalinya.
Pada saat dia menoleh kearah Jasad Yan Ruo yang tergeletak digeladak kapal, dia masih sempat melihat kearah kedua lelaki yang berasal dari sekte matahari merah tersebut, tepat pada saat itu kedua lelaki tersebut sedang mengarahkan pukulan telapak mataharinya ke arah senjata yang berada diburitan kapal.
Dalam sekejap mata Yan Shu langsung melompat kelaut,
Hanya butuh satu detik bagi Yan Shu untuk terjun dari dek empat tersebut ke laut...
Byuuurrrrrr
Tepat disaat tubuhnya jatuh kelaut, disaat itu pula pukulan telapak matahari menghantam buritan kapal,.....
Yan Shu yang berada dalam lautpun merasakan panas yang luar biasa, tubuhnya seperti direbus didalam air mendidih, Yan Shu segera melindungi tubuhnya denga mengalirkan energi Qi nya keseluruh tubuh nya.
Tetapi Energi nya belum seberapa untuk menghadapi serangan panasnya serangan kedua kultivator tahap surgawi awal, dibandingkan dengan tahap menegah pembentukan tubuh, meski itu hanya dampaknya saja...bisa diibaratkan antara kutu melawan api.
Yan Shu berenang kepermukaan laut dengan tubuh seperti direbus, dia meraih tong yang dijatuhkan nya tadi, dan masuk kedalam tong tersebut, dengan sisa sisa tenaga nya yang ada dia menutup tong tersebut, kemudian dia terjatuh pingsan.
Setelah menghancurkan senjata kapal yang terakhir, kedua lelaki tersebut segera memeriksa isi tas yang mereka peroleh dari Yan Ruo, mereka mengacak acak isi tas tersebut, ...... tas tersebut hanya berisi beberapa potong kain dan tidak meninggal kan apa apa selain kain kain dan pakaian yang baru dibeli Yan Ruo di pasar sebelum keberangkatan mereka.
Bajing*n dasar penipu ulung kata salah satu dari mereka.
Merasa tertipu kedua lelaki tersebut mengacak acak mayat Yan Ruo untuk mencari, kemarahan ke dua orang tersebut memuncak, dia menendan mayat Yan Ruo..... dengan kaki kanan nya.....
Buuukkkk..
Whuttt
Byuuurrr
Mayat Yan Ruo yang ditendang segera melesat jauh dan jatuh kelaut.....
Para penumpang dan kru kapal melihat semua itu, diantara mereka ada yang berguman ... benar benar sadis...
Ada yang mengatakan mereka kejam,
Pelindung Kapal yang sudah terluka dalam memeritahkan semua orang untuk segera meninggalkan kapal dan menuju pelampung atau sekoci yang telah diturunkan sebelumnya.
Sedangkan kedua petinggi sekte matahari merah mengamuk menghancurkan seluruh yang mereka temui...baik itu manusia yang tersisa diatas kapal yang sudah penuh dengan air atau pun menyerang bagian bagian kapal yang masih tersisa.
Dalam sekejap mata kapal tersebut perlahan hancur dan menyisakan bagian bagian yang tenggelam.
Para penumpang dan Kru yang selamat tidak lebih dari separuh, ada yang menggunakan sekoci, ada juga yang menggunakan pelampung.
Setelah puas menghancurkan kapal sampai tenggelam kedua petinggi sekte matahari merah segera melesat meninggalkan wilyah laut , bergerak terbang ke arah utara.
Tidak hanya bahwa mereka telah gagal mendapatkan kitab seni bela diri kuno, mereka juga telah kehilangan kelima eselon tertinggi sekte, sebuah kerugian yang telak untuk sekte kelas I, kemungkinan dengan kematiana kelima eselon peringkat master surgawi itu akan menyebabkan sekte matahari merah turun ke peringkat sekte kelas dua.
Dengan kepergian ke dua orang tersebut maka berakhir sudah pertempuran ditengah laut, yang menyisakan aroma daging gosong. Para kru kapal yang selamat masih disibukkan dengan mencari dan menyelamatkan sisa sisa penumpang yang terjatuh kelaut.
Sementara itu di sebuah Klan di Benua barat...... seorang penatua yang biasa nya bertanggung jawab mengawasi Giok Jiwa anggota klan mendadak pucat pasi, giok jiwa adalah sebuah batu giok yangdidalamnya disuntikkan dengan Jiwa anggota klan atau sekte, untuk mengetahui keselamatan anggota mereka, jika giok jiwa tersebut retak atau rusak parah itu artinya pemilik giok tersebut terluka, tapi kalau giok jiwa tersebut pecah atau hancur itu artinya pemilik giok jiwa tersebut telah tewas.
Penatua tersebut bergegas melaporkan kepada patriak,...... penatua kelima dengan berkeringat dingin dan wajah pucat melaporkan kepada patriak keluarga Yan.....
Penatua kelima datang melapor kata nya sambil mengambil sikap busur kepada patriak, patriak keluarga Yan kaget, karena penatua kelima adalah penatua yang bertugas mengawasi batu giok jiwa yang berada didalam keluarga mereka, dengan kedatangan penatua kelima tentu ada yang tidak beres dengan anggota keluarga nya.
Laporkan kata patriak......
Dengan ragu ragu penatua kelima... melaporkan :
Ini patriak penatua ini melaporkan bahwa giok jiwa Tuan muda kedua telah pecah kata nya..!!
Apa....? giiok jiwa Ruo Er pecah.... ...
Antarkan saya kata nya kepada Penatua kelima,
Penatua kelima mengantarkan patriak keluarga Yan berjalan melalui koridor menuju sebuah ruangan, diruangan tersebut ada ribuan giok jiwa anggota keluarganya.
Dia melihat sebuah tempat yang selama enam tahun lebih ini selalu menjadi kekhawatiran nya........
Disana dia melihat sebuah giok jiwa yang telah pecah dan tidak sedikitpun memiliki cahaya......
Patriak benar benar yakin bahwa Yan Ruo telah meninggal...!!
Ruo Er.... Desisnya bibir nya bergetar, pelipisnya bergerak gerak expresinya antara sedih dan marah, bagaimana dengan cucuku katanya...?
Maaf Patriak Giok Jiwa Tuan muda kecil belum pernah di tempatkan disini karena semenjak kelahirannya, tuan muda kecil langsung dibawa oleh tuan muda dalam pelarian.
Penatua kelima,.. siapa saja yang mengetahui ini dikeluarga kita kata patriak......
Baru kita berdua patriak kata penatua kelima...!
Untuk sementara rahasiakan ini dari semua orang, biar saya yang bicara sama matriak dan Zuo Er... kata patriak, untuk selanjutnya kamu kamu saya berikan misi untuk menyelidiki, siapa pelaku nya dan kalau memungkinkan temukan Shu Er. Saya yakin dengan tindakan Ruo Er selama ini pasti Shu Er masih hidup.
Selidiki juga apakah Ruo Er berhasil menyelamat kan Kitab Seni beladiri kuno, atau pihak musuh telah berhasil mendapatkannya.
Baik Patriak besok saya akan berangkat ke benua selatan, semoga saja Shu Er masih hidup.